This part written by me
Bunga-bunga Indah seakan menyambut kedatanganku saat aku menelusuri taman salah satu hotel di Italia. __Riviera & Maximilian's__
Aku baru saja datang sekitar satu jam yang lalu dan berniat akan menelusuri taman yang tadi aku lihat saat pertama kali datang ke hotel. Taman yang terletak di atas tebing sisi laut.
Angin laut tiba-tiba menerpa wajahku dengan sedikit kasar, aroma laut seketia aku rasakan dan membuat aku sedikit tenang.
Aku alihkan tatapanku dari lautan ke arah sampingku, senyum senang seketika aku tunjukan saat menemukan bunga mawar merah dalam pot yang terlihat begitu mempesona.
Sejak aku sudah mengunjungi Dubai dan Bali entah kenapa aku menjadi sangat bahagia jika menemukan bunga.
Ada kenangan tersendiri yang muncul saat aku melihat bunga.
"Nona Laura, perkenalkan nama saya Bianca." suara seseorang terdengar menyeruak ke dalam telingaku. Aku langsung saja membalikan tubuhku ke arah belakang untuk melihat siapa tadi yang menegurku.
Wanita cantik berumur tiga puluhan kini tepat berada di hadapanku sembari tersenyum.
Wanita yang tadi mengatakan bahwa namanya adalah Bianca kini berjalan menghampiri aku dengan senyuman ramah.
"Ini untuk Nona," ucapnya sembari memberikan buket bunga yang sudah ada dalam tangannya ke padaku.
Sore yang Indah ini ternyata aku sudah mendapatkan satu bunga yang terlihat sangat simple dan elegant. Bunga tulip berwarna pink dengan pita juga yang berwarna pink, entah bagaimana perasaanku tapi aku sangat bahagia dan merasakan sedikit getaran yang membuat aku tidak nyaman tapi sangat ingin aku rasakan setiap hari.
"Terimakasih Bianca."
Bianca mengangguk dengan senyum yang tidak pernah surut dari bibirnya.
"Saya permisi."
Aku menatap Bianca pergi meninggalkan tempat ini, tanganku memeluk bunga indah nan simple pemeberian si pria misterius itu.
Aku yakin pasti dia yang memberi aku bunga ini.
Sebenarnya aku masih sangat penasaran dengan permainan ini. Maksudku untuk apa dan apakah apa manfaatnya untuku?
Jujur saja sudah dua hari plus hari ini aku tidak masuk kantor dan mungkin aku sudah kehilangan pekerjaanku hanya untuk mengikuti sebuah permainan yang menurutku konyol.
Dan kenapa pula aku malah mengikuti permainan ini? Seharusnya aku berfikir dua kali untuk mengikuti permainan dan lihatlah bahkan aku meninggalkan ponselku entah di mana.
"Bodoh. "
Aku mengumpat untuk mengeluarkan perasaan yang sendari tadi memenuhi ragaku.
Aku kembali memperhatikan tulip pink dengan pandangan kagum, pikiranku berkelana ke masa di mana aku berada dalam situasi yang meneggangkan dengan pria misterius.
Pria itu dalam beberapa kali kesempatan sudah sangat membantu aku, termasuk saat aku tidak sengaja berjalan ke gang dimana di gang itu ada seorang preman yang tengah berbuat kriminal dan membunuh seorang wanita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luxurious Guy ✔
RomansaPria brengsek, tapi... Shit. You guys must read this story. #end!
