Part 3 Nih 😳
Duhh aku mau bicara apa ya? Wkwk so ini part 3 ya, and BTW this part is written by feni_cempaka
Happy reading.
Suara pantulan heels yang berbenturan dengan lantai terdengar menggema di seluruh lorong apartment. Langkah anggun Laura membawa tubuh sexynya sampai di depan lift dan dengan sabar gadis cantik itu menunggu pintu lift terbuka,
Pintu lift terbuka dan menampakkan seorang pria berpakaian serba hitam beserta penutup mulut, hidung dan menyisakan iris mata biru gelapnya. Lelaki misterius itu keluar dari lift, perasaan Laura mulai tidak tenang, nafas yang sendari tadi dia tahan langsung dia keluarkan dengan brutal. Laura tidak perduli dengan lelaki misterius tadi, dia dengan sigap langsung memasuki lift.
pria misterius tadi berhenti melangkah dan berbalik menghadap Laura, lelaki itu menatap laura dengan tatapan tajam, perasaan Laura semakin tidak karuan sehingga membuat Laura terdiam melihat lelaki itu yang terus menatapnya, dan dengan segera Laura menekan tombol lift, pintu lift tertutup dan dengan brutal menekan angka satu di sana.
"Aku rasa pria misterius itu tinggal di apatermen ini, dan lebih sialnya satu lantai denganku."
Ia menghela nafasnya dan menyandarkan punggungnya pada dinding lift, wajahnya menghadap langit-langit lift. "siapa pria itu?" batin Laura bersuara menandakan bahwa wanita cantik itu sedikit penasaran
____
Kaki jenjang Laura yang dibaluti heels hitam terlihat mempesona ketika berjalan melewati lobby kantor. Laura memasuki lift untuk sampai ke ruang kerjanya, perasaan lega menyelimuti wanita cantik itu. Kali ini tidak ada pemandangan yang memuakkan seperti kemarin, mengingat hal itu membuat perut laura menjerit ingin muntah. Laura menatap pantulan wajahnya di dinding lift, lihatlah gadis itu begitu sangat sempurna namun, entah hal apa yang membuat derek tidak menyukainya. Mungkin lebih tepatnya, lelaki sialan itu belum menyadari kecantikan seorang Laura Osso.
Laura berjalan menelusuri lorong sepi yang ujungnya adalah ruangan para karyawan, setelah wanita cantik itu sampai di lantai dua dan saat hendak berbelok ke kiri, gadis dengan rambut bruntte itu mendengar seseorang memanggil namanya. Laura menoleh ke belakang membuat rambut brunette-nya terkibas indah.
wanita berambut pirang terang kini tengah menatap Laura dengan senyum miring merendahkan, lebih menjurus ke senyum licik. "Bagaimana pemandangan kemarin dan... kemarinnya lagi? sangat indah bukan?" gadis licik itu menatap Laura penuh kebencian, Laura menatap gadis itu tajam. "Aku 'tak punya urusan apapun denganmu Alette " balas Laura sembari menekan kata 'alette' dengan tajam.
Gadis bernama Alette itu tertawa dan menaikkan sebelah alisnya "Oh rupanya aku berhasil membuat emosimu tersulut Osso" ucap Alette terkekeh sinis, bibir tebal dengan lipstik berwarna merah terang itu terlihat sangat buruk di mata Laura. Pakaian terbuka dan jangan lupakan dengan riasan wajah yang terlihat seperti badut, Alette berjalan pelan ke arah tubuh Laura.
Laura memundurkan tubuhnya saat jarak dengan tubuh alette hanya tinggal satu langkah, gadis yang berstatus sekertaris Genderal Manager itu adalah kekasihnya Derek. Wanita pirang itu tahu bahwa Laura menyukai Derek, hal itu yang membuat Alette terlihat sangat sensitive melihat Laura. Tidak dapat di pungkiri, Alette harus mengakui bahwa Laura terlihat sangat cantik tapi, dengan kelicikanya wanita priang itu berhasil membuat Derek hanya bisa menatap dirinya.
"Lihatlah penampilanmu" Alette menatap tubuh Laura dari bawah hingga atas dengan tatapan menilai, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dagunya seolah berpikir. "Apa yang bisa di banggakan, ya?" ucapan alette berhasil membuat kedua bola mata laura membulat,seolah akan keluar dari tempatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luxurious Guy ✔
RomancePria brengsek, tapi... Shit. You guys must read this story. #end!
