19. Jepang

118 10 0
                                        

This part written by : feni_cempaka
Enjoy this part

Sebuah mobil mewah kini melaju dengan kecepatan sedang di jalanan kota Tokyo, Jepang. Netra biru laut milik Laura kini memandang kagum keindahan kota Tokyo.

Bunga Sakura berjatuhan dari pohon dan berserakan di atas jalan sehingga membuat pemandangan jalan menjadi lebih indah.

Mobil yang ditumpangi Laura kini berhenti di pinggir jalan, Laura menoleh ke depan dan memandang supir dengan tatapan bingung.

Pria paruh baya itu keluar dari mobil dan membuka pintu di samping Laura.

"Maaf Nona, tapi Nona harus berjalan untuk melewati jalanan di depan," Ucap sang supir sopan.

Laura tersenyum tipis dan mengangguk,

"Terimakasih Pak, " ucap Laura keluar dari mobil.

Laura memandang sekeliling yang lumayan sepi dan menoleh ke belakang pada supir tadi.

"Em Pak." supir itu menoleh pada Laura dan tersenyum ramah.

"Iya Nona?"

"Aku harus berjalan kemana?" Tanya Laura bingung. Supir itu tersenyum.

"Lurus saja Nona. Saya duluan." Laura mengangguk, ia berjalan di samping jalan dan menikmati suasana sunyi dan sejuk di sekitarnya.

Mobil tadi telah melaju meninggalkan Laura. Laura kini hanya berjalan menikmati pemandangan Bunga Sakura dan orang lain yang juga sama dengannya.

Laura Osso

Aku berjalan menelusuri jalan dan memandang kagum Pohon-pohon Sakura yang tumbuh di setiap samping Jalan. Terkadang Bunga sakura itu berjatuhan karna tertiup angin dan mengenaiku tubuhku. Ini terasa sangat damai dan asri.

Saat tengah berjalan, tak sengaja aku mendapati sebuah kertas putih lipat yang ujungnya diikatkan ke salah satu batang Pohon Sakura dengan bagian bawahnya tergantung kertas kecil putih bertulisan

Laura Osso, namaku. Aku dengan semangat segera menarik kertas itu yang untungnya mudah kutarik. Aku yakin ini suratnya. Aku melangkah pendek mendekati Pohon di sampingku dan terduduk di sampingnya. Kakiku sedikit terasa pegal dan sedikit sakit. Mungkin karna terus berjalan.

Aku mulai membuka lipatan surat itu dengan perasaan yang entah mengapa terasa bahagia. Dan mulai membaca setiap untaian kata manis yang tertulis di sana.

Hello Honey? Bagaimana perasaanmu sekarang? Aku harap kau baik-baik saja. Tapi tidak, apa kakimu terasa pegal? Atau sakit? Maafkan aku sayang, aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyakitimu atau apapun itu.

Aku akan menyuruh seseorang untuk memijat kakimu nanti. Tapi aku minta maaf, tidak untuk sekarang. Kau masih harus mencari surat selanjutnya. Aku janji kakimu akan dipijat setelah kau menemukan surat selanjutnya.

Kau hanya harus mencari sebuah Toko Bunga di sekitar sana dan berjalanlah sepuluh langkah ke arah jam sembilan dari petunjuk yang akan kusimpan di sekitar sana. Jembatan.

Semoga berhasil Honey.

Ya tuhan!! Ini sederhana, tapi mengapa rasanya sangat romantis? Ini benar-benar berhasil membuatku seolah terbang ke atas awan. Bahkan dia menjanjikan seseorang untuk memijat kakiku. Dia benar-benar manis. Aku jadi penasaran, kejutan apa lagi yang akan kudapatkan.

Aku segera beranjak dan melipat surat itu, lalu memasukannya ke dalam saku celana jeansku. Aku mulai kembali berjalan dan memandang sekitarku mencari Toko Bunga yang pria misterius itu maksud.

Luxurious Guy ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang