This part written by me
Happy reading
Kini wajah mereka sejajar, jantung Laura berpacu dengan cepat. Melihat pemandangan di hadapanya yang begitu indah, membuat Laura terhipnotis. Mata campuran warna biru dan hijau menjadi focus Laura, bagaimana bisa pria tampan di hadapanya ini mempunyai mata yang sangat indah, begitu teduh dan dalam membuat Laura semakin penasaran untuk menyelam kedalamnya.
Sedang Nic sendiri, pria itu masih setia menempelkan tanganya di atas pinggul Laura dengan posesif. Menunjukan bahwa hanya pria itulah yang boleh menyentuhnya. Nic meremas pinggul Laura dengan pelan bermaksud menyalurkan emosinya yang membeludak keluar. Pria itu sungguh tidak tahan melihat wajah Laura yang sangat cantik, mata biru yang menenagkan, rambut bruntte yang terlihat sexy, dan bibir yang sendari tadi menjadi focus utama pria tampan itu.
"Aku mencarimu di hotel dan kamu tidak ada, so terpaksa aku terbang ke Paris untuk menyusulmu." Ucap Nic dengan suara yang pelan dan penuh tekanan, suara yang menyiaratkan bahwa pria itu kesal atas kepulangan Laura ke Paris.
"Untuk apa?" Tanya Laura tidak mengerti kenapa harus Nic menyusulnya ke Paris? Untuk apa?
Laura menatap mata indah pria tampan di hadapanya, Laura sungguh tidak mengerti dengan jantungnya yang berdetak sangat kencang, dan gadis itu berharap bahwa Nic tidak mendengar suara detak jantungnya yang berdebar itu. Rasanya Laura akan malu jika sampai Nic mendengar suara debaran jantungnya.
"Tentu untuk bertemu denganmu. Untuk apa lagi?" Jawab Nic mencoba menahan gejolak yang memenuhi dirinya. Pria itu sangat kesal saat tidak menemukan Laura di hotelnya. Pria itu berencana akan membawa Laura makan malam bersama, tapi saat mengetahui bahwa Laura sudah kembali ke Paris membuat Nic harus menahan amarahnya.
Laura hanya diam, gadis itu sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran pria tampan di hadapanya. Laura berpikir bahwa pertemuan pertamanya dengan Nic waktu itu adalah awal dari cerita barunya. Karena melihat apa yang di lakukan Nic ini membuat Laura berfikir bahwa suatu saat nanti Nic pasti akan memerankan peran yang sangat penting di kehidupanya nanti.
"Aku memutuskan bahwa kita akan sering bertemu." Ucap Nic sembari menatap Laura dengan lembut, pria itu seketika langsung mencium Laura dengan gemas. Pira dengan iris Biru bercampur hijau itu tidak bisa menahan untuk tidak mencium bibir ranum Laura.
Sedangkan Laura sendiri, gadis beiris biru itu mencoba membaca situasi yang sedang ia alami. Situasi di mana jantungnya berdebar sangat kencang sampai menimbulkan beberapa peluh yang memenuhi dahi Laura.
"Ciuman pertamamu sialan!" Teriak dewi batin Laura mencoba untuk menyadarkan diri dari situasi yang seharusnya tidak terjadi antara dua orang yang tidak saling kenal. Tapi apa daya, ciuman lembut Nic pada Luara seakan membuat Laura tanpa sengaja menikmatinya sampai suara deringan ponsel menghentikan aktifitas mereka.
Nic dengan terpaksa menghentikan aktifitas intim yang dia buat sedemikian romantis karena ternyata deringan ponsel tadi berasal dari ponselnya. Pria berambut bruntte itu mengambil ponsel lalu mengangkatnya, tatapan matanya masih setia mentap gadis cantik di hadapanya dengan lembut seakan jika pria itu mengalihkan pandangan maka dia akan kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luxurious Guy ✔
RomancePria brengsek, tapi... Shit. You guys must read this story. #end!
