T H I R T E E N

189K 17.1K 876
                                        

"PERGILAH KAU~~ PERGI DARI HIDUPKU~~ BAWALAH SEMUA RASA BERSALAHMU UUUU~~"

"Woy Han! Nyanyinya gak usah ngegas juga kali!"

Rendra memukul pundakku cukup keras hingga aku mengeluh kesakitan. Ia memukul tepat di bekas gigitan Troy tadi malam, yang awalnya memerah tapi sekarang berubah jadi memar kebiruan. Entah bagian mana lagi ditubuhku ini yang akan menjadi korban keganasannya.

"Bodo amat. Yang penting aku mau nyanyi." Aku menjulurkan lidah, kemudian melanjutkan nyanyianku yang sempat tertunda. Aku sedang bernyanyi lagu Sherina yang berjudul Pergilah kau.

Lagu itu cukup lawas tapi aku ingin menyanyikannya malam ini. Bukan karena pacarku sedang selingkuh atau berkhianat, tapi liriknya cukup tepat untuk Troy. Aku ingin mengusirnya dari hidupku.

Lagipula, aku tidak punya pacar sekarang! Aku ini cuma simpanan pria tampan dan sexy yang sialnya gila kontrol, gila kendali, dan gila segalanya. Titik. Semua yang ada pada diri Troy Trenton adalah sebuah kegilaan!

Hah menyedihkan. Status simpanan itu sama sekali tidak bisa dibanggakan.

"Dasar. Mentang suara kamu bagus!" Rendra menggerutu sambil mencari lagu-lagu yang akan kami putar selanjutnya.

Aku dan Rendra sedang menghabiskan waktu Jumat malam di Spot Karaoke and Lounge yang berada di Midtown West. Tempat ini memiliki review yang bagus dan dilabeli empat bintang dari Google. Hebatnya lagi, mereka menyediakan fitur pencarian lagu online, sehingga kami bisa menemukan lagu apa saja dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Indonesia.

Kalau di Indonesia, hari spesial untuk menghabiskan waktu muda-mudi adalah malam Minggu, tapi di sini, lebih cenderung ke Friday night. Rencananya aku dan Rendra ingin mencoba pergi ke kelab karena di Jumat malam banyak diskon spesial ladies. Tapi Troy sudah pasti tidak mengizinkanku pergi ke sana.

Untuk pergi malam ini saja, aku harus gencar merayu pria itu. Merayunya dengan belaian dan ciuman lembut yang aku sendiri muak melakukannya.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya Troy termasuk pria yang mudah dirayu. Dia benar-benar lembut kalau aku manja padanya. Dia juga bersikap seperti pria yang baik dan perhatian jika aku jadi gadis penurut. Seperti kucing yang patuh pada majikan.

Memalukan? Ya itulah yang sedang kulakoni sekarang, supaya Troy tidak menyiksaku lagi seperti malam itu.

"Giliranku." Rendra berdiri dari kursi, kemudian mengambil satu mic di atas meja. Aku sontak tertawa melihat lagu pilihannya. Yang benar saja, dia pasti bercanda.

Saat irama awal lagu itu bergema diruangan, tawaku semakin keras, apalagi melihat Rendra yang menggoyangkan bokongnya.

"Emang lagi syantik~~"

"Hahahahha." Aku memukul sofa berkali-kali mendengar suara Rendra yang cempreng menyanyikan lagu dari Siti Badriah itu. Demi apapun, dia lucu sekali.

"Hei sayangku, hari ini aku syantik~~"

Rendra mengajakku berdiri dan berjoget mengikuti irama lagunya yang memang enak didengar. Lagu itu begitu populer tahun 2018 lalu, dan sering sekali muncul diradio. Dulu, aku sampai bosan mendengarnya, tapi sekarang, aku mulai merindukan lagu-lagu Indonesia sejak tinggal di Amerika.

Aku dan Rendra tertawa dan berjoget bersama di ruangan itu. Aku pun ikut bernyanyi manja, mengikuti gaya penyanyi aslinya. Keseruan ini cukup menghiburku setelah berhari-hari merasakan tekanan batin karena Troy. Terlebih lagi masalah Irina Olivia tadi siang yang cukup mengganggu pikiranku.

Ngomong-ngomong soal model asal Brasil itu, Troy tidak membicarakannya sedikit pun. Setelah Irina pergi dan kami berdua masuk kembali ke ruangan, Troy bertingkah biasa saja seolah Irina tidak datang sama sekali ke sana.

Trapped by You [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang