F O U R T E E N

200K 14.3K 867
                                        

"Kau akan menuruti semua keinginanku kan Honey? Remember?"

Janjiku malam itu terdengar lebih buruk ketika Troy mengucapkannya berulang kali. Setiap aku menolak keinginannya—apapun itu—dia pasti mengancamku dengan ucapan itu lagi. Bahkan, Troy berniat untuk menjadikannya perjanjian resmi dikertas dengan tanda tanganku dan dia di atas materai.

Aku menolak tentu saja, karena menurutku terlalu berlebihan dan tidak masuk akal. Namun Troy sangat pandai bersilat lidah dalam menekanku. Ia tidak akan membuat surat perjanjian itu jika aku selalu patuh, selalu menjadi kucing manis di depannya. Kalau aku bersikap baik, maka aku juga mendapat perlakuan serupa darinya.

Setiap aku berdebat mulut dengan pria penggoda bermulut manis itu, aku pasti kalah telak. Troy Trenton adalah orang yang pintar bernegoisasi dan selalu siap memasang benteng baja sebelum berperang. Tidak heran jika dia berhasil meraih kesuksesan dimana-mana.

Akhir pekan yang sudah kuimpikan sejak awal, kini kandas karena Troy membawaku ke rumahnya. Kebebasan yang kunantikan pun terbang bersama rencana menyenangkan—rencana yang sudah aku susun tapi kini tinggal kenangan.

Peraturan baru yang dibuat oleh Troy ialah setiap akhir pekan, aku diharuskan menginap dirumahnya. Dia bilang, aku harus adil karena lima hari sebelumnya, Troy sudah menginap ditempatku. Padahal aku tidak meminta dia melakukannya, itu karena dia sendiri yang mengendap-endap seperti pencuri di setiap malam!

Astaga, aku sangat ingin marah padanya, mencakar wajah tampannya itu dan meninjunya sampai kedua mata Troy memar dan bengkak! Tapi sayang, itu hanya dalam mimpi.

Salah satu tantangan terbesarku saat ini adalah melawan sikap gila kendali yang Troy berikan padaku. Meski aku sudah berakting jadi gadis penurut, tetap saja setiap kata yang dia ucapkan tidak bisa kubantah sama sekali. Ya, dia memang berubah baik, tapi dia tidak akan membiarkanku menang.

"Honey, kemarilah."

Dengar bukan, Troy memanggilku seolah aku ini pembantunya saja. Pembantu kesayangan karena dipanggil 'honey'.

Tidak mau dasar Thor jelek! "Oke."

Aku yang sedang asyik bermain game sambil mendengar musik dari Sheila On 7 berjudul "Dan...", beranjak dari ranjang dan keluar dengan langkah gontai, menuruni tangga memutar yang menghubungkan antara dua lantai apartemen milik Troy.

Sesuai dugaanku sebelumnya, Troy memiliki apartemen yang bisa dibilang sangat luar biasa. Kata megah bahkan belum bisa untuk menggambarkannya. Apartemen ini berada dalam tower 740 Park Avenue di lingkungan Lenox Hill Manhattan, lingkungan yang memang terkenal sebagai tempat berkumpulnya orang-orang elite di Amerika.

Aku sudah merasakan tidur bagai orang kaya di sini sejak tadi malam, dan karena penasaran, aku iseng-iseng mencari informasi tentang 740 Park Avenue di internet. Ternyata harga jual di gedung ini bisa mencapai 220 miliar Rupiah, bahkan bisa lebih mahal lagi kalau dilihat dari fasilitasnya.

Itu uang atau daun? Sampai aku mati pun, aku tidak akan mampu membeli satu unit apartemen di sini.

"Ya?" Aku melangkah mendekati Troy yang sedang berdiri di dekat meja ruang tamu. Ia tengah memegang gaun berwarna gold bling-bling ditangannya. Apakah gaun itu untukku?

Troy, dengan wajah tampannya yang gila, tersenyum gemas saat aku mendekatinya. Ia sering menunjukkan ekspresi itu jika aku sedang berakting menjadi gadis penurut. Setelah itu dia melakukan—

"Mmmmm.." Yep, dia akan menciumku dengan lumatan lembut dan panjang hingga membuat kepalaku pening.

Aku sampai bertanya-tanya, kapan Troy bosan mencium bibirku ini? Karena dalam satu hari saja, aku tak bisa menghitung berapa kali dia mencicipinya.

Trapped by You [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang