"Oh apa itu?!"
Gemma berseru di samping bilikku ketika satu orang yang memakai seragam khas office boy datang ke kantor kami sambil membawa troli. Beberapa orang sudah mendekati OB itu dan bertanya apa isi dari paket besar yang sedang dibawanya, dan OB itu menjawab ini hadiah untuk Hana Larasati.
"Aku?" Aku menunjuk diriku sendiri ketika semua orang melihat ke arahku. Tak mau membuat OB itu menungguku lebih lama, aku pun berdiri dan berjalan keluar dari lingkup kantor. Gemma mengikutiku dari belakang.
Pria paruh baya yang mengantar paket memberikan selembar surat berwarna hitam padaku, terlihat begitu misterius dan mengerikan. Namun pada kop surat itu tertempel kelopak bunga mawar merah, membuatku sedikit tenang karena ini bukan surat teror. Kalau benar ini surat teror, berarti teror yang manis karena disertai mawar. Aku suka bunga. Mereka sangat indah.
Setelah mengucapkan terima kasih, aku berniat membuka paket besar itu, namun cukup sulit karena ukurannya yang besar. Aku pun meminta bantuan pada Gemma dan yang lainnya untuk membuka kotak itu. Dan saat kami sudah dapat melihat gambar dari depan kardus, semua orang tak terkecuali aku, membelalakkan mata kami dan berseru kaget.
"Wow. Mesin kopi!" Gemma yang pertama kali meloncat kegirangan.
"Dan bukan mesin biasa. Lihat—" Amy, wanita berambut pirang yang termasuk staff pemasaran menunjuk merk mesin kopi itu, "—ini Concordia. Wow!"
Aku tidak tahu apa istimewanya mesin kopi itu, namun yang jelas sepertinya bukan barang murah hingga membuat semua orang terkesan, kecuali aku. Jika mereka lebih tertarik pada mesin kopinya, aku lebih penasaran dengan isi surat yang kupegang ini. Tidak ada dugaan lain dipikiranku sekarang selain Troy Trenton. Siapa lagi kalau bukan pria itu?
Aku tidak tahu kenapa Troy membelikanku sebuah mesin pembuat kopi? Apa karena dia pernah melihatku pergi ke kantin hanya untuk membeli kopi?
Dengan cepat, aku membuka surat itu dan membaca pesannya. Tulisan tangan yang terlihat kuat dari guratan pulpen emas, membuat tubuhku bergetar.
Mulai sekarang, kau tak perlu pergi ke kantin lagi Honey.
T
"Siapa itu T? Travis? Taylor? Tony?"
Aku berjengkit kaget mendengar suara Gemma persis di depan telingaku. Ternyata, ia mengintip isi suratku dari belakang karena tinggi badannya yang hampir sama dengan Rendra. Aku lalu menyimpan surat itu ke dalam saku blazer dan pura-pura tidak mendengar godaan Gemma soal inisial 'T' itu.
"Apa kalian bisa membantuku membawa mesin ini ke pantry? Rasanya aku tidak kuat mengangkatnya."
Aku tidak enak meminta tolong pada mereka, tapi mau bagaimana lagi? Tidak mungkin aku membawa mesin kopi sebesar itu sendirian. Terlebih lagi di saat tubuhku pegal-pegal. Oh aku butuh istirahat penuh di akhir pekan nanti.
Gemma tiba-tiba menangkup wajahku sehingga aku mendongak ke arahnya. Tadi pagi, saat aku baru bertemu dengannya, Gemma langsung menyerbuku dengan banyak pertanyaan soal kissmark yang tersebar di sepanjang kulit leherku.
Ia menggodaku semangat, mengatakan bahwa wajah sembab dan mata bengkak diwajahku adalah efek dari seks maraton. Aku tidak habis pikir kenapa dia bisa bicara seperti itu. Padahal aku sudah menutupi bekas ciuman Troy ini dengan bantuan make up, tapi tetap saja mata jeli Gemma tidak bisa dibohongi.
"Hana kau serius ingin menaruh mesin kopi mahal ini dipantry kantor kita?" serunya sambil melotot padaku.
Aku mengangguk saja, "aku tidak mungkin membawanya ke rumah. Kita pakai saja untuk dikantor," ucapku santai, tapi respon teman-teman di Adenver Media malah kebalikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trapped by You [END]
RomansaSeries #2 Dark Romance by ATIKA 18+ Adult Story. PEMBACA DI BAWAH 17 TAHUN DILARANG MENDEKAT!!! Harap bijak memilih bacaan^^ ALERT 🔕 : Cerita ini memiliki tema CEO mainstream yang bakal bikin kalian baper. Yang gak suka cerita halu dgn khayalan ti...
![Trapped by You [END]](https://img.wattpad.com/cover/158169760-64-k67214.jpg)