Jungkook sudah mengakhiri hubunganya dengan Yugyeom. Hal itu membuat Jungkook semakin digunjing oleh para mahasiswa. Jungkook sebisa mungkin menahan amarahnya karena tidak ingin membuat hyungnya kecewa.
Jungkook sekarang selalu menyibukan diri untuk belajar. Dan itu cukup membuat Taehyung bangga pada Jungkook. Nilai akademik Jungkook mulai mengalami lonjakan yang cukup baik. Dia tidak lagi mendapat nilai nilai memalukan dari para dosen.
Hal ini membuat banyak orang heran. Jungkook mulai menikmati dirinya yang seperti ini. Tapi selalu saja ada yang mencoba mengusik ketenanganya.
Seperti sekarang, tersebar luasnya berita buruk dari dirinya di seluruh kampus. Dan hal ini berhasil membuat Taehyung murka. Bagaimana tidak, telah beredar berita bahwa Jungkook sering melayani om om hidung belang saat malam hari.
Banyak yang menggunjing Jungkook bahkan menghinanya. Mereka terus menerus mengatakan jika Jungkook hanya sampah masyarakat yang hanya menjadi aib kampus juga beban keluarga.
Jungkook marah itu jelas, tapi dia lebih memilih untuk diam. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membuat masalah lagi. Lagipula ada hyungnya yang selalu membantu.
Tapi Taehyung tidak habis fikir. Bagaimana berita seperti itu bisa menyebar dan dipercaya banyak orang? Bagaimana bisa mereka semua berani menghina adiknya?
Taehyung akhirnya angkat bicara tentang hal ini dan membuat semua bungkam. Sementara Jungkook masih menangis sesenggukan dalam pelukan Yoongi. Taehyung benar benar marah, saat Taehyung tanya tentang bukti tidak ada seorangpun yang memilikinya.
Sekarang Taehyung sedang menemui Eunha. Eunha menatap tajam Taehyung sedangkan Taehyung menatap datar Eunha.
"Kau tidak bisa perlakukan aku seperti ini Tae" Taehyung menatap datar Eunha
"Aku berhak melakukan apapun dan tidak ada yang bisa mencegahku ataupun mengaturku. Ini hidupku milikku"
"Kau tidak bisa seperti ini padaku. Oh ya rahasiamu ada ditanganku Tae. Jika kau ingin semua tetap seperti ini, kembali padaku. Jika kau tidak kembali padaku, maka akan kuhancurkan semuanya Tae" Taehyung menheringai
"Kau mengancamku huh? Berani kau mengancamku?" Taehyung semakin mendekat ke Eunha. Taehyung menatap tajam Eunha. Eunha menciut takut melihat tatapan mata Taehyung.
"Aku tidak pernah takut pada siapapun. Karena aku bisa mengendalikan segala sesuatu dengan tanganku" Taehyung mencengkeram dagu Eunha.
"Dengar Eunha-ssi, jangan pernah macam macam denganku. Kau belum tau seperti apa sebenarnya diriku. Kau berlaku jahat padaku aku bahkan bisa lebih jahat dan sadis padamu. Terutama jika kau mrngusik adikku" Taehyung menghempas cengkramanya dan pergi begitu saja. Eunha nampak shock mendapat perlakuan seperti itu dari Taehyung.
"Lihat saja Tae. Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku" Eunha berbalik dan pergi dari sana. Sementara Taehyung pergi menemui Jungkook dengan kondisi yang masih belum berubah. Ia masih sangat marah.
Taehyung membuka pintu dengan kasar membuat yang didalam terkejut. "Sialan kau Tae!" pekik Yoongi.
"Namjoon hyung, berikan aku mata mata. Awasi Eunha dan Yugyeom sekarang juga. Hoseok hyung berikan aku bodyguard dan suruh mereka kawal Jungkook"
"Baik Tae!"
"Ada apa Tae?" tanya Jin dengan cemas
"Wanita itu licik hyung. Dia pasti akan melakukan sesuatu untuk balas dendam" Taehyung menggenggam tangan Jungkook.
"Tidak akan kubiarkan dia menyentuh adikku" Taehyung menyeret Jungkook pergi bersamanya
"Taehyung!! Mau kemana Tae?! Hei!!"
"Hyung, kita mau kemana hyung?"
"Diam dan ikut saja Kook" Jungkook bungkam, ia menyadari jika hyungnya ini sedang dalam mood yang sangat buruk.
Taehyung mengajak Jungkook ke daerah namsan. Rupanya Taehyung ingin mengajak Jungkook ke Namsan Tower. Taehyung tidak mengajak Jungkook ke towernya melainkan pergi ketaman.
Ia mengajak adiknya untuk duduk disana. Taehyung menghembuskan nafas kasar. Memejamkan mata dan memijit pangkal hidungnya.
"Hyungie.." Taehyung menatap Jungkook kemudian ia menghela nafas berat. Ia membelai kepala Jungkook dengan lembut kemudian memeluknya.
"Hyung tidak akan biarkan siapapun menyakiti kamu Jungkookie" Taehyung mengsmbil ponselnya saat seseorang tiba tiba menelfon.
"Siapa hyung?"
"Noona" Taehyung dengan segera mengangkat telfonya.
"Iya noona?
"Sedang di Namsan bersama Jungkook"
"What? Noona sudah disini?"
"Oh baiklah, Taehyung tunggu noona disini" Taehyung menutup telfonya
"Ada apa hyung?"
"Noona ada di Korea" Jungkook tentu sangat senang dengan kedatangan noonanya di Korea.
"Wahh noona akan kesini kah hyung" melihat binar senang di mata Jungkook membuat Taehyung senang.
"Excited sekali noonanya datang heum?" Jungkook tersenyum lebar
"Tentu saja hyungie. Apa Gabriel hyung juga datang?"
"May be, mana bisa sih hyung mebiarkan noona pergi jauh sendiri" Jungkook terkekeh
"Hyung benar Iel hyung tidak akan pernah membiarkan noona berkeliaran sendirian" saat keduanya asik berbincang dan mulai melupakan kejadian di kampus, tak beberapa lama seorang gadis blasteran datang menghampiri mereka berdua.
"Tae-ie.. jungie" Jungkook membolakan matanya dan segera berlari memeluk noonanya.
"Aigo aigo.. jungie sangat merindukan noona kah?" Jungkook mempoutkan bibirnya.
"Noona kenapa baru sekarang sih"
Dia Mestika Alexandrea Jeon, kakak sepupu dari Taehyung dan Jungkook. Datang ke Korea bersama kakaknya Gabriel Antonio Jeon. Gabriel mencubit pipi Jungkook gemas
"Harap ingat usia Jeon" Jungkook langsung memeluk Gabriel.
"Seharusnya kalian berdua yang gantian menjenguk noona di Indonesia" Taehyung terkekeh dan memeluk noona kesayanganya.
"Maaf noona, kami sibuk sekali" Rea menatap datar Taehyung
"Sok sibuk" Taehyung ganti memeluk Gabriel.
"Kudengar kau sedang ada masalah" Taehyung mengerutkan keningnya
"Hyung tau dari mana?"
"Jimin yang cerita"
"Jadi benar Tae? Kalian sedang ada masalah? Noona juga dengar dari Jimin kamu itu sampai sakit? Sebenarnya ada apa?" Gabriel mengajak ketiga adiknya duduk.
Kemudian Gabriel menyuruh Taehyung untuk menceritakan semuanya. Jungkook masuk kedalam pelukan noonanya. Ia kembali merasa sangat bersalah pada hyungnya.
"Astaga.. hei jungie sayang.. dengarkan noona ya sayang" Jungkook menatap noonanya
"Tugas seorang kakak itu memang untuk selalu menjaga adiknya dan itu tidak bisa dirubah Jungie sayang. Iel oppa juga begitu pada noona. Karena itu memang tugas seorang kakak" Rea menangkup wajah Jungkook.
"Jadi kamu jangan merasa kalau kamu itu menyusahkan atau membelenggu atau menjadi penghalang kebahagiaan hyungmu sayang.. semua itu sudah menjadi tugas hyungmu. Jangan dengarkan apa perkataan orang lain Jungie.. kamu sudah lihat sendiri kan? Karena kamu mendengarkan ocehan mereka, kamu malah membuat hyungmu sedih bahkan sakit"
"Jadi Jungie.. mulai saat ini kamu tidak perlu mendengarkan mereka. Cukup biarkan hyungmu melakukan tugasnya dan cukup menjadi apa yang seharusnya terjadi. Jangan ada yang berubah, biarkan semua tetap sama Jungie.. Kalian kakak adik dan kamu adalah tanggung jawab Taehyung. Jadi noona minta jangan dengarkan orang lain ya Jungie.." Jungkook kembali masuk dalam pelukan noonanya.
"Iya noona Jungie mengerti" Rea tersenyum dan kemudian membelai wajah Taehyung dan Jungkook bergantian.
______________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Hyung [END]
Fanfic~Aku tau ini terlarang hyung, tapi aku benar benar mencintaimu. Hanya kau yang mengerti dan bisa membuatku bahagia. Terimakasih telah selalu ada untukku. Saranghae.. Hyungie~
![My Lovely Hyung [END]](https://img.wattpad.com/cover/142890934-64-k575497.jpg)