Raka berfikir ada yang salah dengan Senja. Dua minggu belakangan ini ia merasa bahwa Senja menjauh. Pernah suatu hari Raka ingin mengajak Senja jogging keliling komplek namun Senja menolak. Begitu pula bila ia mengajaknya untuk ke kantin bareng, Senja selalu saja menolak. Banyak sekali alasan yang digunakan Senja untuk menghindar dari Raka.
Semenjak ia jadian dengan Sisi, ia merasa quality timenya dengan Senja berkurang. Sangat berkurang. Rata-rata harinya sekarang di dominasi dengan adanya Sisi. Raka berniat akan mendekati Senja lagi. Mendekati untuk mempebaiki persahabatannya.
Ting
Handphone yang berada di saku Raka berbunyi. Raka merogoh handphone yang berada di saku celana belakang.
Sisi : Lagi apa kak?
Raka : Lagi duduk duduk aja di kamar.
Beberapa menit pesan dari Raka belum terbalas oleh Sisi. Akhirnya sisi lebih memilih berselancar di sosial media miliknya. Ia membuka aplikasi Instagram. Ia terus menscroll berada untuk menghilangkan suntuknya. Tetapi matanya menangkap postingan Senja. Terlihat disana Senja tengah duduk di sofa serta memangku gitar sembari tertawa. Senja juga menandai Nean disana. Tetapi caption yang Senja sertakan dalam foto tersebut mengundang perhatiannya.
Senjaadsnt23 Kata Nean belajar, biar gak tergantung sama orang lainJ
Dari caption tersebut Senja seperti sedang menyindir Raka. Raka akui memang ia salah. Ia salah karena tidak memberi tahu Senja dari awal ia jadian dengan Sisi bahwa ia tidak jadi mengiringi Senja. Padahal dulu saat kelas X dan XI mereka berdua selalu mengisi pensi bersama. Dengan Raka sebagai pengiring dan Senja yang bernyanyi.
***
SMA Galaksi terlihat ramai terutama bagian kelas X dan XI. Kepala sekolah baru saja mengumumkan kalau kelas XII akan mengikuti UNBK. Sehingga kelas X dan XI diliburkan untuk sementara.Hari ini seluruh siswa akan dipulangkan lebih cepat dikarenakan para guru akan mengadakan rapat.
Senja tengah duduk bersama teman-temannya. Ada Raka, Andrew, Gerald, Bryan, dan Dean. Memang Senja akan menjauh dari Raka, tetapi ia akan melakukannya dengan perlahan agar Raka tidak telalu curiga. Mereka berenam tengah berbincang-bincang saling melemparkan candaan sembari sesekali mengusili satu sama lain.
"Nanti belajar bareng yuk! Minggu depankan udah UNBK"ajak Andrew.
Mereka semua mengangguk setuju kecuali Senja. Raka menatap Senja untuk meminta jawaban.
"Sorry gue enggak bisa ikut. Hari ini gue udah janjian sama Nean"terang Senja.
Andrew, Gerald, Bryan, dan Dean mengangguk paham. Mereka memaklumi kalau Senja memiliki janji dengan orang lain. Karena tidak selamanya Senja akan bersama mereka berempat, akan ada waktunya dimana mereka semua mengejar mimpi mereka masing-masing. Tapi tidak dengan Raka. Raka merasa kalau Senja sekarang lebih mementingkan keberadaan Nean dari pada dirinya.Raka hanya diam. Ia sama sekali tidak berminat untuk bicara kali ini.
Kepada seluruh siswa SMA Galaksi, dikarenakan hari ini akan ada rapat para guru. Anak-anak bisa meninggalkan sekolah. Terima kasih.
Suara pengumuman terdengar melalui speaker yang beada dikelas. Para murid yang ada di kelas XII IPA 3 berbondong-bondong keluar kelas begitu juga Senja. Ia segera merapikan bukunya yang berada di atas meja lalu memasukkannya ke dalam tas.
Setelah dirasa tidak ada yang tertinggal Senja beranjak berdiri.
"Gue duluan ya"
"Yoo i!" jawab mereka kompak kecuali Raka. Ia hanya menatap Senja sekilas.
"Pasti mau ketemu sama Nean lagi. Ah tai" gerutu Raka.
Raka hanya mendengus kasar melihat punggung Senja yang mulai menjauh.
***
Seperti biasanya Senja akan belajar bermain gitar dengan Nean di cafe milik Nean. Nean meminta agar dirinya untuk menunggu sebentar di ruangan milik Nean karena Nean harus mengurus beberapa keperluan OSIS. Senja menunggu sembari memainkan gitar milik Nean. Ia sudah mulai bisa memainkan gitar tersebut. sesekali ia juga bernyanyi diiringi petikan gitar yang ia mainkan.
Ceklek
Pintu ruangan Nean terbuka. Disana terdapat Nean yang tengah membawa bungkusan dengan tulisan salah satu supermarket yang ada di Indonesia.
"Sorry ya nja lama, nih gue bawain jajan"
"Gapapa. Makasih ya, tau aja gue lagi laper plus bokek. Maklum tanggal tua" ujar Senja diiringi cengiran yang ada di wajahnya.
"Ya udah yuk latihan lagi"
Mereka berdua kembali berlatih bermain gitar. Lebih tepatnya hanya Senja yang berlatih, kan Nean sudah bisa bermain gitar sejak lama. Dua puluh menit berlalu akhirnya mereka menyudahi acara belajar bermain gitar tersebut.
Senja yang sudah lapar langsung menyambar kantung plastik yang berisi banyak jajanan yang ia Nean bawa. Ia memakan makanan tersebut dengan lahap.
Tidak ada yang memulai pembicaraan. Senja sibuk makan. Nean sibuk mengurusi laptopnya.
"Gue udah ambil keputusan yan" Senja membuka suara sembari mengambil tisu yang ada di atas meja untuk membersihakan tangannya yang terkena bumbu ciki.
"Keputusan untuk apa?"
"Untuk perasaan gue. Gue nggak mau egois yan. Gue nggak mau mempertaruhkan persahabatan gue demi cinta. Gue bakal menjauh dari Raka. Secara perlahan"
***
TBC :)
KAMU SEDANG MEMBACA
SENJA (COMPLETED)
Ficção Adolescente(Beberapa chapter di privat! Follow dulu sebelum baca!)❤ "Bagaimana rasanya jika kalian menyukai sahabat kalian sendiri??" -Senja Adisinta Natanegara "Sahabat ya sahabat pacar ya pacar. yang namanya sahabat gak akan pernah bisa jadi pacar!" -Raka Ju...
