ES STELLT SICH HERAUS

2.4K 134 1
                                        

Senja memakan es krim yang ada di hadapannya dengan semangat. Es krim dengan rasa cofee adalah makanan favoritnya. Ia bisa memakan sampai 5 cup perhari.

Berbeda dengan Raka justru ia mendengus kesal. Ia selalu diacuhkan oleh Senja bila sedang memakan es krim. Raka mengedarkan pandangannya untuk menjelajahi penjuru ruangan.

Ting

Lonceng yang ada di cafe tersebu berbunyi, menandakan ada orang yang baru masuk ke dalam cafe tersebut. Mata Raka berbinar. Orang yang baru datang itu adalah Sisi.

"Sisi" teriak Raka sambil melambaikan tangannya.

Sisi membalas lambaian tangan Raka dan berjalan ke arah Raka.

"Ngapain kak kesini?" tanya Sisi.

Ia sedikit terkejut dengan adanya Senja yang duduk di depan Raka.

"Oh.. ini nemenin si banteng makan"jawab Raka melirik ke arah Senja.

Merasa tersinggung Senja memukul kepala Raka menggunakan sendok untuk memakan es krim.

"Bacotlo ahh"

Senja memekik kesakitan saat hidungnya ditarik oleh kasar oleh Raka membuatnya mendengus dengan kasar sambil mengusap-usap hidungnya.

"Cewek ngomongnya udah kaya preman pasar aja"

"Sabodo amat dah" Senja kembali memakan es krim dihadapanya dengan buas. Bibirnya sudah dipenuhi bercak es krim.

"Ehm.." Sisi mendehem dengan keras membuat Senja berhenti memakan es krim.

"Duduk si. Sini sampingnya Raka"

"Iya sini aja" ucap Raka dengan senyum dibibirnya.

Sisi mengambil tempat duduk di samping Raka.

"Kak Senja sama Kak Raka sahabatan dari kapan?" tanya Sisi.

"Dari kecil mah. Aku udah ngurus anak banteng ini" kata Raka dengan meminum hot coklat yang tadi dipesannya. Senja menghadiahi Raka dengan tatapan tajam.

"Deket banget dong?" tanya Sisi dengan nada antusias yang tekesan dibuat-buat.

"Kalau gue sih niatnya gak mau deket. Tapi bapak bantengnya aja yang deket terus"jawab Senja membuat Sisi terkekeh.

"Oh iya kamu mau makan apa Si?" tanya Raka.

"Aku mau es krim vanila aja"jawab Sisi.

"Ya udah aku pesenin dulu" Raka beranjak dari duduknya namun ditahan oleh Senja. Sisi dan Raka melemparkan tatapan tanya ke arah Senja.

"Pesenin gue lagi"ujar Senja dengan cengengesan.

Raka menepuk jidatnya dengan keras. Ni bocah doyan apa laper ya? Pikir Raka.
Raka kembali mengayunkan kakinya untuk memesankan makanan untuk Sahabat dan kekasihnya tersebut.

Tersisalah Senja dan Sisi di meja itu. Keheningan menyelimuti suasana disana.

"Ehm.." Senja berdehem mengurangi tingkat keheningan yang ada di meja tersebut.

"Maaf ya kak. Kemarin-kemarin aku nggak respect sama kakak. Aku ngira kakak suka sama kak Raka" ucap Sisi dengan kepala yang menunduk.

"Nggak papa kali. Santai aja"balasnya. Sisi mendongakkan kepalanya menghadap Senja yang tengah asik menghabiskan es krim yang tinggal sedikit.

Rambut yang pirang, mata yang berwarna biru dengan bibir yang mungil membuat Senja tampak sempurna dihadapannya.

"Mana mungkin kak Raka nggak suka sama Kak Senja? Bahkan gue yang cewek bisa liat kak Senja itu cantik. Terhitung sempurna untuk ukaran cowok, ya gila aja kak Raka gak suka sama Kak Senja" pikir Sisi.

🐽

Senja tengah merebahkan tubuhnya ke ranjang Raka yang bergambar bendera Inggris. Sedangkan Raka berada disampingnya dengan memangku gitar berwarna coklat. Sesekali dia memetik senar-senar gitar tersebut menciptakan melody yang indah.

Senja sibuk dengan handphone berwarna rose gold di tangannya. Ia membuka sebentar akun-akun sosial media miliknya. Jenuh. Tidak ada pesan dari sahabat-sahabatnya dan Nean. Entah mengapa Senja menunggu pesan dari Nean. Ia membanting handphone tersebut ke ranjang sampingnya. Ia mendudukan tubuhnya menghadap ke Raka.

"Rak.. lo kok bisa langsung nrima Sisi sih?" Senja membuka percakapan dengan nada suara yang terhitung rendah karena takut menyinggung Raka.

"Lo inget kejadian 8 tahun lalu pas kita 4 SD?"tanya Raka

Senja mengingat kejadian 8 tahun yang lalu.

flashback on
senja dan raka tengah bermain di bukit. senja memainkan ayunan yang ada di bukit tersebut dengan raka yang mendorong ayunan tersebut dari belakang.

"Rak jangan kenceng-kenceng senja takut" teriak senja kecil dengan mata yang terpejam. namun, raka tidak mengindahkan perkataannya. ia justru menambah dorongan ke ayunan sehingga membuat senja menangis.

raka memberhentikan ayunan tersebut dan memandang pipi senja yang yang basah karna air mata.

"Udah jangan takut lagi. maafin Raka ya?" ucap raka sambil menghapus air mata senja kemudian membawa tubuh senja ke dalam dekapannya.

senja membalas pelukan tersebut. ia membenamkan kepalanya ke dada raka yang masih kecil.

"Hai" sapaan dari seseorsang membuat raka melepas pelukannya. ia menatap gadis kecil seusianya yang baru datang.

"Hai" raka kecil membalas sapaan gadis tersebut.

"Nama kamu siapa? kalau aku raka ini sahabat aku namanya senja" Raka kecil menunjuk ke arah senja yang sedang mengelap air mata yang jatuh tadi.

"Aku Petrisia Kirana. kalian panggil aku Kirana aja"

flashback off

"Oh Sisi itu sahabat lama kita?" tanya Senja dengan nada suara terdengar sangat antusias.

"Iya. Gue juga gak nyangka. Lo kan tau gue dulu suka sama dia. Eh sekarang malah dia
yang nembak gue. Ya udah gue terima aja"

Senja mengangguk faham.

"Iya lo suka suma dia. Sangking sukanya lo sampe gak tau kalau gue juga punya perasaan sama lo"

Senja mengakhiri percakapan pendek tersebut dengan memasangkan headseat pada telinganya. Setidaknya ia bisa menghibur perasaannya sedikit.

****

TBC❤

SENJA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang