Chapter 2

4.2K 227 8
                                        

Warning! MATURE content. Mohon bijak dalam membaca. (Dan saya tidak bertanggung jawab atas efek yang timbul karena membaca chapter ini 😄)

_____________________________________

"Saiki... ayo bangun, aku sudah siapkan sarapan." Kata Keita memasuki kamar dan mendekati Saiki yang tidur bergelung di dalam selimut.

"Hah... ini hari Sabtu... kenapa harus bangun pagii..." kata Saiki malas.

"Aku buatkan makanan kesukaanmu, sandwich daging asap, ayo bangun." Keita menarik-narik selimut Saiki.

"Tidaaaak..." Saiki mencoba menahan selimutnya ditambah dia tidak memakai sehelai baju pun membuat dingin ruangan menusuk kulitnya. Walau ruangan itu ada penghangat. Hangat dibalik selimut berbeda.

"Banguuunn... kamu paling malas bangun pagiii...." Keita masih menarik selimut Saiki dengan semangat.

"Soalnya sekarang libuurr... biasanya kan bangun pagi karena kuliah... aaaaa..." Saiki mencoba terus menahan selimutnya, kemudian dia lepas begitu saja.

"Uwaah!" Keita terjatuh ke belakang bersama selimut yang dia tarik sekuat tenaga itu.

"Hihihi..." Saiki tertawa sambil mengintip di balik bantal.

"Saikiiii..." Keita melompat ke tempat tidur dan memiting leher Saiki.

"Egh! Egh! Keitaaaa... lepaaaaas..." Saiki megap-megap karena pitingan Keita yang gemas bukan main.

"Ayo mandi dulu, setelah itu sarapan." Keita menggendong Saiki ke bahunya seperti menggendong karung dan membawanya keluar kamar.

"Aah! Keita! Aku tidak pakai baju!" Seru Saiki berusaha turun dan menggoyangkan kakinya.

Namun Keita terus berjalan ke kamar mandi dan menurunkan Saiki di bawah shower dan menghidupkan air.

"Aaaa... aku masih mau tidur..." kata Saiki menutup matanya saat Keita mengusap rambut Saiki dengan sampo.

Keita tersenyum dan mengusap dada Saiki dengan sabun. "Habisnya aku kesepian kalau kamu belum bangun,"

Saiki membuka matanya saat Keita sengaja menyentuh bagian sensitifnya. Saiki menyengir dan melingkarkan lengannya di leher Keita dan mengecup bibir Keita dengan lembut.

"Sebelum makan sarapan buatanmu, aku ingin mencicipi kamu dulu." Kata Saiki.

Keita tersenyum dan membiarkan Saiki mendorongnya ke dinding dan basah oleh air shower. Saiki mengecup pipi dan hidung Keita dengan lembut. Keita melingkarkan kedua tangannya di pinggang Saiki yang licin karena air dan sabun. Menikmati kecupan Saiki di rahangnya dan berhenti di bibirnya.

Saiki merayu lembut bibir Keita dengan lidahnya. Membuka perlahan bibir Keita dan merasakan hangat lidah Keita dengan lidahnya sendiri.

"Kenapa menciummu selalu senikmat ini?" Tanya Saiki membuka sedikit matanya. Mendapati mata Keita yang memandangnya begitu lembut. Keita selalu memandangnya seperti itu saat Saiki menciumnya. Saiki begitu suka tatapan itu.

"Karena aku begitu menginginkannya. Ciumanmu begitu indah dan aku selalu menginginkannya..." jawab Keita di atas bibir Saiki yang tersenyum.

"Aku ingin mendengar suaramu dan melihatmu saat sampai di puncak gairahmu..." bisik Saiki di telinga Keita dan menurunkan celana Keita yang basah. Tangan lainnya menyusup di balik baju Keita. Merasakan kulit lembut namun dengan otot-oto tegas di dada dan perutnya.

Keita menutup matanya saat Saiki mengecup lehernya dan menjilat dengan semangat di sana. Menghisapnya beberapa kali sampai meninggalkan bekas merah.

Just Two of Us (Yaoi) [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang