"Saiki, tidak apa aku ke rumah sakit? Ah sebenarnya aku tidak mau pergi..." kata Keita paginya saat mereka selesai sarapan.
"Tidak, apa. Aku, akan, menunggu...mu." jawab Saiki sambil tersenyum.
"Tenang saja Keita-kun, aku masih di sini, sampai Saiki sudah bisa berjalan dengan sempurna, dia sudah bisa ke kampus denganmu." Kata Masaki.
"Otou-san... terima kasih, Tou-san aku ke kampus dulu, kabari aku kalau Tou-san jadi pulang hari ini, akan aku antar ke bandara."
"Nanti akan aku kabari, hati-hati ya?" Kata Yuta.
"Itte...rasai." kata Saiki.
"Hai." Keita tersenyum menatap Saiki, dia ingin mengecup dahi Saiki tapi tidak mungkin dengan dua ayah berdiri di kiri kanannya.
"Ittekimasu!" Keita membuka pintu dan bergegas menuju lift.
"Aku jadi tidak sabar untuk pulang." Batin Keita sambil tersenyum semangat.
"Nah, Sacchan, kamu duduk saja atau ingin tiduran lagi. Biar aku yang bereskan mejanya."
"Maaf, aku, belum, bisa, membantu, Otou-chan..." kata Saiki.
"Jangan bilang begitu, ayo duduklah di sofa." Masaki tersenyum sambil mengusap kepala Saiki. Saiki tersenyum dan mengecup pipi Masaki.
"Arigatou." Kata Saiki dan berjalan pelan ke kamarnya. Dan keluar membawa beberapa buku. Dan duduk di depan TV sambil membaca buku-buku itu.
"Apa kamu memang akan pulang hari ini?" Tanya Masaki pada Yuta yang membawakan gelas kotor.
"Iya, soalnya Keita juga tidak sendiri lagi, tapi aku akan sering ke sini, aku masih khawatir dengan Keita. Dia mungkin terlihat tetap kuat di depan kita, tapi kita tidak tau bagaimana perasaannya. Aku berharap setelah ini tidak ada kendala lagi."
"Aku juga, aku berharap mereka berdua baik-baik saja dan tidak terjadi musibah seperti ini lagi."
###
Saiki mendengar bel berbunyi dan ingat kalau Yuta sudah pulang dan Masaki keluar sebentar membeli bahan untuk makan malam.
"Siapa, ya?" Saiki berjalan perlahan ke pintu dan membukanya.
"Saiki-kun!" Seorang gadis yang suara dan wajahnya sangat Saiki kenal langsung memeluknya dengan erat.
Gadis itu menangis sambil mencoba bicara tanpa melepaskan pelukannya.
"Untunglah kamu tidak apa-apa... syukurlah Saiki-kun... aku masih bisa melihatmu... syukurlah..." ucapnya sambil terus menangis dan pelukannya makin erat.
"Nat...sume..." panggil Saiki pelan.
Natsume mengangkat kepalanya menatap Saiki yang tersenyum padanya.
"Kamu ingat aku?" Tanya Natsume kaget.
"Ingatanku, sudah, kembali."
Natsume kembali menangis menyembunyikan wajahnya di dada Saiki. Saiki mengusap pelan kepala Natsume.
"Maafkan aku tiba-tiba datang..." Natsume mundur sambil melepaskan pelukannya dan mencoba menatap Saiki yang tersenyum.
"Kenapa, minta, maaf?" Tanya Saiki.
"Hatiku sakit sekali... dia bicara satu-satu seperti ini... padahal sebelum aku pergi, dia sangat sehat. Sekarang bahkan dia perlu bertumpu ke dinding karena keseimbangannya belum stabil..." batin Natsume. Dan membuat air matanya tak bisa berhenti mengalir.
"Aku pasti mengejutkanmu datang tiba-tiba ke sini. Kemarin aku bertanya bagaimana kabarmu dari Louis-san. Dan aku hampir tidak bisa bernafas saat Louis-san menceritakan apa yang sudah terjadi. Kalau aku tidak bertanya, aku tidak akan pernah tau apa yang sudah terjadi padamu..." Natsume menatap Saiki yang mendengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Two of Us (Yaoi) [Completed]
RomanceSaiki dan Keita mulai tinggal bersama di apartemen yang Saiki tempati. Saiki sering mencandai Keita kapan menikah sejak mendapat kabar Reishi dan Louis yang sudah menikah di Amerika. Kehidupan mereka berjalan dengan baik dan bahagia. Namun semuanya...
![Just Two of Us (Yaoi) [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/162625778-64-k560833.jpg)