"Ah!" Keita terbangun sampai duduk dari tidurnya dengan wajah kaget dan nafas tersenggal.
"Aku bermimpi apa sebentar ini? Kenapa kaget sekali, jantungku sampai sakit. Kenapa aku jadi kepikiran Saiki?" Keita beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke jendela. Dia mengambil kertas dari Saiki tadi dan menggenggamnya.
Keita menoleh ke pintu yang dibuka dan termenung melihat Yuta berdiri dengan mata sendu di sana. Keita belum pernah melihat ekspresi Yuta seperti itu.
Keita melihat peluang untuk lari karena pintu terbuka lebar. Namun sebelum dia bergerak, Yuta berjalan cepat ke arah Keita dan memeluknya.
"Tou... san...?" Panggil Keita tak percaya. Yuta memeluknya. Hal yang tak pernah dia lakukan sejak dia kecil dulu sampai sekarang.
"Maafkan aku Keita... aku tidak tau bagaimana menjadi Ayah yang sebenarnya. Kalau sahabatmu itu tidak datang, aku tidak akan pernah tau bagaimana rasanya menjadi Ayah yang disayang anaknya. Aku hidup dari kecil juga seperti ini. Ayahku hanya mementingkan pendidikan dan nama baik. Ya memang aku berhasil, tapi keluargaku kacau. Ibumu meninggalkanku dan kalian membenciku. Dan aku tidak pernah menyadarinya..." kata Yuta menangis membuat Keita tak percaya.
"Tou-san?" Panggil Keita. Apakah sahabat yang Yuta maksud adalah Saiki? Saiki menghancurkan hati batu Ayahnya sampai menangis menyesal seperti ini?
"Maafkan aku anakku... maafkan aku... maaf aku sudah mengurungmu, memaksakan kehendakku padamu... aku ingin... aku ingin disayang oleh putra-putraku... apapun yang kalian inginkan, aku akan mendengarnya. Jangan benci aku..."
"Tou-san..." Keita menangis membalas pelukan Yuta dengan erat. "Sudah... jangan meminta maaf lagi, aku menyayangimu Tou-san, aku senang sekali... aku akhirnya bisa memeluk Tou-san..."
"Keita...." panggil Yuta terisak mendengar kata-kata Keita yang tulus padanya. Padahal dia tidak pernah memperhatikan Keita1. Tapi Keita tetap menyayanginya.
"Sekarang, kamu kembali lah ke Tokyo, kamu besok kuliah kan?" Kata Yuta sambil melepas pelukannya dan mengusap kepala Keita yang sama tinggi dengannya.
Keita mengangguk sambil mengusap matanya dan mengusap pipi Yuta yang basah. "Tou-san, aku tetap akan menjadi dokter seperti yang Tou-san inginkan. Karena aku juga telah memilih jalan itu, aku menyukai jurusanku dan aku berbakat di sana. Tapi aku benar-benar minta maaf karena aku tidak bisa menikah seperti yang Tou-san inginkan..."
Yuta mengangguk. "Apa... sahabatmu itu... kekasihmu?"
Keita termenung menatap Yuta. Tidak sanggup menjawabnya. Yuta tersenyum dan menepuk pelan kepala Keita. "Aku mendengar kalian bicara tadi. Kamu berjuang demi dirinya. Dan dia datang menghormatiku dan dirimu. Dia tidak memaksakan kehendaknya dan memikirkan hubungan kita. Memikirkan dirimu. Dia meluluhkan hatiku. Dia seperti malaikat. Kamu jangan sampai kehilangan dirinya."
"Tou-san..." panggil Keita dengan air mata berlinang.
"Nanti kalian berdua sempatkan pulang ya?" Yuta tersenyum sambil meremas pundak Keita.
"Tou-san!" Keita memeluk Yuta dengan erat dan mengecup pipinya. "Arigatou, maaf aku langsung pergi, kami pasti akan pulang. Terima kasih Tou-san!"
"Ya... hati-hati ya?" Kata Yuta saat Keita berlari ke pintu kamar.
Keita menoleh ke belakang tersenyum mengangguk menatap Yuta. "Ittekimasu!"
"Itterasai." Jawab Yuta tersenyum lembut.
Shota yang berdiri di dekat pintu tersenyum dengan pipi basah. "Saiki-san... arigatou..." bisiknya.
###
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Two of Us (Yaoi) [Completed]
RomanceSaiki dan Keita mulai tinggal bersama di apartemen yang Saiki tempati. Saiki sering mencandai Keita kapan menikah sejak mendapat kabar Reishi dan Louis yang sudah menikah di Amerika. Kehidupan mereka berjalan dengan baik dan bahagia. Namun semuanya...
![Just Two of Us (Yaoi) [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/162625778-64-k560833.jpg)