Chapter 8

2.2K 169 16
                                        

"Keita-san, tunggu!" Keita dan Reishi yang berjalan cepat berhenti mendengar Haru memanggil.

"Ya, ada apa Sensei?" Tanya Keita menatap Haru yang berjalan mendekatinya.

"Kamu... kekasihnya Saiki-san kan?" Tanya Haru pelan.

Keita mengangguk. "Ya..."

"Apa kamu sudah mengatakannya pada Saiki-san?"

"Belum, dia akan shock kalau aku beritahu sekarang."

Haru menatap Keita sebentar dan menarik nafas. "Selain Ayah dan sahabat, peranmu sangat penting untuk mengembalikan ingatan Saiki-san. Aku minta tolong padamu."

Keita menunduk. "Aku tidak bisa... kalau di dekatnya... aku tidak bisa menahan diriku..."

"Kamu harus bisa, memang untuk sekarang jangan katakan dulu siapa kamu padanya. Tapi perlahan, ingatkan dia tentang memori kalian, seperti membuat dia jatuh cinta kembali padamu."

Keita menatap Haru tak percaya. Lelaki kaku ini mengerti tentang cinta? Tapi apa yang dia tau tentang perasaan Keita. Mungkin dia tidak pernah berhadapan dengan orang yang dicintainya. Jadi dia tidak tau rasanya bagaimana menahan hati dan hasratnya. Kerinduannya.

"Aku akan mencobanya..." jawab Keita pelan. "Semoga aku bisa mengontrol diriku."

Haru mengangguk. "Bagus, mohon bantuannya ya?" Haru membungkuk kemudian pergi dari sana.

Keita menghela nafas dan menoleh pada Reishi yang menatapnya.

"Ada apa?" Tanya Keita.

"Kamu tidak mau menolong Saiki-kun?"

"Bukannya tidak mau..." Keita kembali berjalan. Sebisanya jauh dari ruangan Saiki. Reishi mengikutinya dan mereka duduk di ruang tunggu yang sepi.

"Seperti yang aku bilang tadi, melihat Saiki, aku tidak akan bisa menahan diri. Pasti bisa kamu rasakan, 9 hari aku melihatnya terbaring, di samping kecemasanku yang hebat, kamu tau bagaimana aku sangat merindukannya. Dan sekarang dia bangun tanpa mengingat apa-apa. Aku harus menyembunyikan siapa diriku padanya. Dan berhadapan dengannya. Hanya aku yang tau bagaimana aku menahan diri agar tidak menciumnya. Dan mengucapkan kata-kata cinta padanya." Keita melirik Reishi yang mendengarnya dengan wajah sendu.

Keita menghela nafas lagi. "Rei... aku tidak pernah bisa menahan diri di depan Saiki. Apalagi hanya berdua dengannya. Saiki... Saiki itu berbeda. Selain rasa cintaku, dirinya itu seperti sesuatu yang tak bisa ditolak. Seperti mempunyai pheromone. Pesonanya sangat kuat dan menggoda. Dan membuatku tidak bisa mengendalikan diri dan ingin menjamahnya begitu saja. Waktu pertama kali bertemu dia aku menyadarinya. Aku sempat berdua dengannya dan aku bereaksi hanya dengan menatap matanya dan dan mendapat senyumnya. Waktu itu aku hampir saja ingin menciumnya karena begitu kuatnya pesona yang dia lepaskan tanpa dia sadari. Sampai sekarang, Saiki tidak menyadarinya."

"Tapi kenapa aku dan Louise tidak melihatnya seperti itu?" Tanya Reishi.

"Kalian sudah terikat, jadi menganggap Saiki hanya lelaki biasa walau kalian mengakui saat pertama melihatnya dia sangat tampan kan?"

Reishi mengangguk. "Ya, sangat tampan dan pesonanya berbeda."

"Kalau Louise belum mengenalmu, di Osaka mungkin Louise akan menyerangnya karena mereka sekamar, apalagi Louise memang penyuka lelaki. Saiki pernah cerita dia sempat semalaman dengan Natsume-san. Natsume-san yang pertamanya menyukai Louise dengan agresif mencium Saiki, menggodanya. Dan akhirnya tergila-gila padanya. Aku saja yang straight takluk olehnya. Sebelum aku menyerangnya waktu itu, sebelum dua minggu dia ke Osaka. Aku selalu berusaha tidak berdua dengannya. Aku tau dia straight. Menyerangnya akan merusak hubungan kami. Tapi yang waktu itu sudah di luar batasku tanpa sempat terpikir efeknya apa setelah itu. Aku beruntung sekali ternyata aku menaklukannya. Bukan membenciku karena sudah melakukan hal tidak sopan padanya."

Just Two of Us (Yaoi) [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang