"Ng..." Keita membuka matanya dan rasanya sangat tidak nyaman. Badannya terasa ngilu semua.
"Saiki... dia bagaimana?" Tanya Keita dalam hati sambil mencoba bangun.
"Keita! Ah syukurlah kamu sudah bangun." Terdengar suara familiar kemudian rengkuhan lembut di tubuhnya. Keita mencoba menatap lelaki yang memeluknya.
"Tou-san?" Panggil Keita lembut.
"Ya anakku... kamu sudah tidur selama 3 hari... karena tubuhmu panas sekali. Aku dan Shota sangat khawatir. Jangan demam lagi yaa... jaga kesehatanmu..." kata Yuta tersenyum lembut sambil membelai kepala Keita.
Keita menatap Yuta dan tersenyum sambil menutup matanya. "Saiki... kamu benar-benar sudah merubah Ayahku..." batinnya.
"Maaf aku merepotkan Tou-san dan Nii-san..." kata Keita dengan suara parau.
"Tidak, jangan berkata begitu, sudah kewajiban kami merawatmu. Keita." Kata Yuta dan mengecup dahi Yuta.
"Tou-san..." ucap Keita memeluk punggung Yuta yang masih tegap dan kuat.
###
Keita berjalan ke ruangan Saiki dengan pelan. Masih sangat pagi dan belum banyak pasien yang bangun. Mungkin Saiki juga belum bangun. Tapi Keita ingin menemuinya. Dia sangat rindu. Melihat wajahnya sebentar saja sudah cukup.
Keita membuka pintu ruangan Saiki dan langsung bertemu mata dengan Saiki yang termenung menatapnya.
"Ke..i..." kata Saiki pelan sambil mengulurkan tangannya dan tertawa ceria.
Kaki Keita melangkah begitu saja tanpa dia perintah. Begitu juga tangannya saat dia sampai di dekat Saiki, memeluk Saiki dengan erat sekali. Merasakan kelegaan yang amat sangat ketika merasakan tubuh hangat Saiki di pelukannya. Membuat mata Keita berkaca-kaca.
Saiki membalas pelukan Keita sama eratnya. Tiga hari tidak bertemu, Saiki begitu merindukannya. Saiki tidak mengerti kenapa, tapi melihat Keita muncul dari pintu, langsung membuatnya begitu bahagia. Ingin berlari memeluknya namun kakinya belum bisa dia gerakkan. Senang sekali melihat Keita datang padanya dan memeluknya seerat ini.
Keita menatap Saiki yang juga menatapnya. Membelai pipi Saiki dengan lembut. Ingin mengecup dahinya, pipinya, dan bibirnya namun dia menahannya dan hanya menatap Saiki dengan lembut.
Saiki menatap mata teduh itu yang cara menatapnya beda dari Louise. Louise tidak menatapnya seperti itu. Tatapan Keita begitu dalam. Seperti menembus ke hatinya. Mengusik jiwanya.
Saiki mendekat dan mengecup bibir Keita. Membuat Keita kaget dan membeku.
Saiki menarik kepalanya dengan wajah merona dan agak kikuk. Dia tidak tau kenapa mencium Keita namun saat menciumnya, hatinya hangat sekali. Dan merasa tidak asing dengan bibir Keita. Seperti dia sudah sering mencium Keita. Padahal ini pertama kalinya.
"K-Kei...ta..." ucap Saiki dengan susah payah.
Keita mengusap pipi Saiki lembut dan menyatukan dahi mereka. "Ya... Saiki..."
Saiki seperti melihat bayang-bayang samar. Wangi Keita dan suara yang lembut memanggil namanya menambah rasa yakin Saiki kalau Keita orang yang sangat spesial baginya. Sekelebat bayangan bergantian menyerang pandangannya. Semuanya Keita.
"Mm..." Saiki mengusap kepalanya karena berdenyut hebat.
"Saiki? Saiki, kami baik-baik saja?" Tanya Keita khawatir sambil menyentuh pipi Saiki.
Mata Saiki nanar memandang Keita. "Siapa kamu sebenarnya... katakan padaku..." batin Saiki.
"Saiki? Kepalamu sakit?" Tanya Keita sambil mengusap-usap kepala Saiki.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Two of Us (Yaoi) [Completed]
RomanceSaiki dan Keita mulai tinggal bersama di apartemen yang Saiki tempati. Saiki sering mencandai Keita kapan menikah sejak mendapat kabar Reishi dan Louis yang sudah menikah di Amerika. Kehidupan mereka berjalan dengan baik dan bahagia. Namun semuanya...
![Just Two of Us (Yaoi) [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/162625778-64-k560833.jpg)