Chapter 6

2.3K 195 29
                                        

Keita sampai di rumah sakit dengan panik dan bertanya para resepsionis di mana ruang bedah Neurologi. Dan berlari ke sana setelah mendapat lokasinya.

Reishi menatap Louise yang tak berani masuk ke ruang rawat Saiki. Tidak berani bertemu dengannya dan hanya menunduk sambil menangis.

"Louise... kamu bicara pada Saiki-kun ya?" Kata Reishi mengusap punggung Louise.

"Aku tak sanggup... Reishi..." jawab Louise menggeleng pelan.

"Rei!!" Seru Keita yang sampai di sana dan melihat Reishi duduk bersama Louise.

Reishi berdiri menahan nafasnya menatap Keita yang berlari ke arahnya.

"Ada apa denganmu?? Kenapa kamu tidak memberi tau apa-apa padaku dan mengirim pesan seperti itu?? Kamu tidak tau bagaimana perasaanku sekarang??" Tanya Keita marah sambil mencengkeram kerah kemeja Reishi.

"Kamu yang kenapa! Kenapa kamu pergi tanpa persetujuan Saiki-kun? Apa kamu benar-benar serius padanya?" Seru Reishi marah mendorong Keita dengan kuat.

"Jangan bertanya tentang keseriusanku pada Saiki! Kamu tidak tau apa yang aku pikirkan!"

"Jangan membela dirimu! Aku saja masih memikirkan dirimu makanya aku tidak bilang di telepon kalau Saiki-kun kecelakaan! Dia koma sekarang!"

Keita terdiam dengan wajah shock dan mata membelalak.

"Apa..."

"Kalau aku mengatakannya saat kamu masih di bandara, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padamu..."

"SAIKI KOMA????" teriak Keita dengan wajah mengerikan kembali mencengkeram kerah kemeja Reishi. Louise yang memperhatikan Keita dan Reishi, kembali menangis menutup wajahnya dengan pedih.

"Iya... Kei..." jawab Reishi dengan air mata berlinangan.

Seorang perawat keluar dari ruangan Saiki membawa pakaian bersimbah darah. Keita mengenal pakaian itu dan berlari ke perawat itu.

"Mau dibawa kemana?" Tanya Keita menarik pakaian itu dari tangan si perawat.

"Saya mau menyucinya."

"Biar aku yang menyucinya!" Keita memeluk sweater putih yang bersimbah darah dan baju kaos biru miliknya yang dipakai Saiki. Perawat itu kaget dan pergi ketika Reishi menyuruhnya dengan isyarat.

"Saiki... Saiki..." Keita berlutut dengan air mata mengalir tak henti ke lantai. Kemudian Keita terhuyung ke depan dan terbaring tak sadarkan diri di lantai.

"Keita!" Seru Reishi menghampiri Keita dan mengguncang tubuhnya.

"Astaga... Keita..." Reishi menangis memeluk Keita dengan iba.

"Kenapa jadi begini..." bisik Reishi sambil menoleh pada Louise yang masih menangis menutup wajahnya.

###

"Keitaaa..." Keita membuka matanya dan melihat langit biru yang jernih. Di sekitarnya seperti hamparan bunga putih tinggi dan kelopaknya berterbangan karena angin yang berhembus lembut.

"Keitaaa..." Keita mengedip-ngedipkan matanya sambil berpikir siapa yang memanggilnya.

"Keita!" Saiki tiba-tiba membungkuk di atas Keita yang berbaring di atas rumput berbunga putih.

"Saiki? Saiki!" Keita memeluk Saiki saat menyadari Saiki ternyata baik-baik saja.

"Kamu lama sekali... aku sudah menunggumu." Kata Saiki membalas pelukan Keita dan mengecup rambutnya.

"Maaf... maafkan aku... sekarang aku sudah bersamamu. Aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi Saiki."

"Kamu janji?" Tanya Saiki melepas pelukannya dan meletakkan kedua tangannya di kiri kanan kepala Keita menatapnya.

Just Two of Us (Yaoi) [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang