2

614 15 0
                                    

Rakan Aldi Mahendra, ya ia memang Most Wanted. SMA Bakti Jaya. Parasnya yang ganteng, tajir, warna kulitnya sih perpaduan hitam dan putih. Eh bukan abu-abu ya, standar kaum pria lah, manis pokoknya. Rakan juga termasuk bad boy SMA Bakti Jaya, suka bolos pelajaran, melanggar aturan sekolah, melawan guru. Semua itu dia lakukan karena menurut Rakan sekolah itu harus bebas tidak ditentangkan dengan peraturan sekolah. Rakan memiliki teman sekumpulannya. Edgar yang usil, Reno yang playboy, Alvin yang suka godain cewek, masih banyak kelakuan jahil yang mereka lakukan. Jevan? Jevan sendiri berbeda sifatnya dengan yang lain suka bolos? Emang sih? Tapi sifat Jevan lebih pendiam dan gak usil seperti yang lain.

"Kalian daritadi ngomongin apa sih? ribut bener deh." Eva yang asik menikmati makanannya tidak sadar bahwa Rissa sedang digangguin Edgar.

"Lo daritadi ngapain aja sih?" sahut Elin kesal. Eva tidak tahu apa yang terjadi tadi. Eva malah asik dengan makanannya. Apa mungkin karena dia hobby makan. Entahlah. Yang jelas Eva sangat suka dengan makanan. Moodnya akan baik jika ada makanan. Tapi, For Your Information meskipun Eva hobinya makan banyak, kalau bisa dihitung mungkin lima kali sehari makannya. Tapi tetap aja badannya goals banget, padahal makannya banyak. Cacingan kali ya, hehe.

Eva melotot dan terkejut mendengar apa yang diucapkan Alodie.

"APA!!!, RAKAN SUKA SAMA LO, RIS?!!". Sontak seluruh siswa yang berada di kantin menoleh ke arah mereka.

"Bisa ga sih lo ngomongnya jangan kenceng-kenceng!, lagian mereka cuman bercanda kali, gausah didengerin, orang usil kayak mereka." Rissa memutar bola matanya malas mengingat kejadian tadi.

"Habis ini pelajaran apa?" tanya Elin ke teman-temannya itu.

"Pelajaran pak Wawin, matematika. males bangetttt."

"Bolos aja kuy." ajak Rissa diikuti dengan anggukan dari teman-temannya.

"Bolos kemana nih, kalau ke kantin bisa ketahuan bu Hany lagi, kan serem tuh."

"Bolos ke rumah Eva gimana?, kita bilang aja ke pak satpam nganterin Eva dia lagi sakit. Gimana?" ajak Elin sambil merapikan rambutnya yang terkena hembusan angin.

Rissa yang mendapat ide langsung memberi tahu temannya.

"Yaudah gini aja lo sama Alodie sembunyi di bagasi aja biar gak ketahuan."

"Biar gue yang nyetir mobilnya." sambungnya lagi.

Mata Rissa sedari tadi sibuk melihat keadaan gerbang sekolah yang sedang berada dihadapannya ini. Eva menoleh ke arah Rissa

"Ris kayaknya pak satpamnya gak ada tuh."

"Gerbangnya juga kebuka lebar." sahut Elin.

Dengan sigap Rissa menjalankan mobilnya. Tiba-tiba saja Rissa rem mendadak tepat di depan gerbang sekolah yang ternyata sedang ada pak satpam berdiri di depan mobil Rissa, sontak itu membuat Eva kaget.

"Aduh pelan-pelan dong Ris kaget gila."

"Mau kemana? kan belum jam pulang." tanya pak satpam

"Emm... temen saya lagi sakit pak, saya mau nganter dia pulang." jawab Rissa gelagapan.

"Pasti kalian mau bolos kan, sudah berapa kali kalian membohongi saya." Pak satpam itu menatap Rissa dengan tajam.

"Kalian gak cuman berdua kan, pasti teman kalian juga ikut."

"Buka kaca mobil tengah, saya mau liat!!" Rissa pun menuruti perintah dari pak satpam tersebut.

kalau bukan pak satpam, udah gue sumpelin tuh mulut. Gumam Rissa dalam hati.

"Tuh kan pak, kita cuman berdua." ujar Rissa.

"Yasudah sana, kalian boleh pulang."

Rissa tersenyum miring. Ia berhasil membohongi pak satpam dengan omongannya itu.

"Makasih pak."

~~~

Tok.. tok.. tok..

"Mbok, bukain pintu dong." teriak Eva memanggil wanita separuh baya yang bekerja sebagai asisten rumah tangganya.

"Iya non, sebentar."

"Loh non Eva kok jam segini sudah pulang? bolos non?" tanya mbok Iyem sambil menggerakkan tangannya ke depan, dengan maksud mempersilahkan mereka untuk masuk.

"Iya mbok hehe, jangan bilang ke mama sama papa ya, pleaseee." rengek Eva memohon.

"Yaudah non, saya gak bilangin tapi lain kali jangan bolos lagi non."

Eva dan teman-temannya mengacungkan jempol.

"Oke sip mbok."

Mereka berempat pergi ke kamar Eva yang berada di lantai dua. Kamar Eva cukup luas untuk mereka berempat. Desain wallpaper dindingnya berwarna pink, dilengkapi dengan barang-barang yang bertema Hello Kitty seperti lemari, meja belajar, bed cover, selimut, dan barang-barang lainnya. Selain hobinya makan, Eva juga suka dengan karakter kartun Hello Kitty.

"Eh eh eh, jangan-jangan Rakan beneran suka sama Rissa?!"

"Heh lo ngomong ngagetin tau gak." ujar Rissa kesal.

"Iya ya bisa aja Rakan beneran suka sama lo Ris." ucap Elin meyakinkan.

"Sok tau lo, dasar."

"Soalnya temennya Rakan siapa tu yang usilnya kebangetan?" tanya Alodie sambil menepuk bahu Elin yang berada di sampingnya.

"Oh Edgar?"

"Iyaa Edgar, kan dia jodoh-jodohin lo sama Rakan, kenapa harus Rakan kan yang lain banyak?"

"Berarti kan bisa aja Rakan beneran suka sama lo Ris" sambungnya lagi.

"Apaansih, ga ada hubungannya kali." Rissa memutar bola matanya malas. Dia tidak menghiraukan apa yang teman-temannya bicarakan daritadi.

"Yaelah Ris, gitu doang respon lo. Capek gue." protes Alodie yang tidak terima dengan jawaban singkat Rissa.

"Eh Ris, btw lo punya mantan berapa?" celetuk Alodie tiba-tiba membahas sampah eh mantan maksudnya.

"Gak punya." jawab Rissa singkat.

"Masa sih cewek badai kayak lo ga punya mantan, ya gue kepo aja si. Lo bohong kan Ris?" kata Elin tak percaya temannya yang cantik dan tajir ini tak punya mantan sebelumnya.

"Emang bener, gue ga punya mantan." Rissa menjawab santai.

"SEKARANG GUE YANG TANYA, GIMANA LO BISA JADIAN SAMA ALVARO!?" teriak Rissa kesal terhadap temannya yang banyak tanya ini.

JANGAN LUPA VOMMENTS YA GAIS, LOVE U😘

salam author, xoxo

AGAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang