*3

16.2K 2.1K 337
                                        

Taeyong saat ini sedang bersama Minhyung di dalam kamar, Minhyung sedang sibuk menulis sedangkan Taeyong berada di depan Minhyung, memperhatikannya sambil sesekali mengelus kepalanya.

"Minhyung Ah katanya kau ingin belajar menari?"

"ne hyungg, wae.? Tanpa mengalihkan perhatian nya dari buku.

" kau tahu kan jika kita terus bersekolah di panti sini kau tidak akan pernah bisa belajar menari" ucap Taeyong lagi.

Minhyung tidak menjawab, kali ini dia mengalihkan perhatiannya kepada hyungnya.

" Jika kau ikut paman tadi kau bisa belajar menari Minhyung ah, kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau. Kau tidak perlu menunggu satu minggu untuk makan eskrim" Taeyong berusaha tersenyum semanis mungkin.

" Aku tidak mau jika tidak bersama dengan Yongie Hyung" Minhyung meninggikan suaranya.

" kenapa? Bukankah Paman tadi sudah bilang jika kau merindukanku kamu  bisa mengunjungiku seminggu sekali." balas Taeyong, ia menyingkirkan meja didepannya agar bisa lebih dekat dengan adiknya.

" Aniii hyungg, Aku maunya setiap hari bersamamu, atau kalau kau memaksa kenapa hyung tidak ikut saja."

Taeyong tersenyum kecil.
" Tidak bisa Minhyung, paman itu maunya kau yang ikut bersamanya. Hyung tidak boleh egois"

" Kalau begitu bukankah aku yang egois"
Balas Minhyung

Taeyong tersenyum lagi, ia tak menyangka adiknya itu sudah dewasa sekali di umurnya saat ini. 
Keyakinan Taeyong semakin bertambah, dia yakin meskipun Minhyung ikut Paman tadi adiknya tidak akan melupakannya.

" ani Minhyung, jika kau tidak ikut karena aku Bukankah aku yang akan menjadi egois karena telah menghalangi kebahagiaan adikku sendiri. Minhyung dengarkan hyungg, ini bukan hanya untuk kamu, ini juga untuk kebaikan kita berdua. Jika kau ikut mereka hidupmu akan enak, kau tau kan kondisi kita saat ini? Kita tak punya siapa siapa lagi, jika kau bersama mereka nanti jika sudah besar kau bisa menolong hyung, kau bisa membawa hyung dari sini"

Minhyung diam, seperti menimang perkataan kakaknya.

Bukankah Taeyong akan menjadi kakak yang paling jahat jika memang benar itu alasannya memaksa Minhyung untuk ikut. Tapi percayalah tak ada sedikit pun niat Taeyong untuk mengorbankan adiknya demi dia, Taeyong hanya mencari alasan agar Minhyung mau diadopsi.
Jika tidak mengatakan itu Minhyung tentu tidak akan pernah mau.

" Jika kau merindukan ku, aku selalu ada disini sayang. Kau bisa kesini kapanpun"
Taeyong memeluk Minhyung yang mulai mengeluarkan air mata.
Sebenarnya Taeyong juga sudah ingin menangis daritadi. Tapi ia menahannya, dia tidak ingin Minhyung melihatnya bersedih.

" apakah benar itu yang terbaik untuk kita?"
Ucap Minhyung terbata.

" iya Minhyung, itu yang terbaik untuk kita. Jika kau sudah besar kau pasti bisa membawa hyung dari sini, kita pasti bisa belajar menari bersama"
Air mata Taeyong menetes, tetapi ia tetap memperlihatkan senyum termanisnya.

" Tapi aku menyayangimu hyungg, aku pasti akan merindukanmu setiap hari." isak Minhyung semakin menjadi.

Aku juga Minhyung ah, aku juga pasti akan sangat merindukanmu setiap hari. Kau disana pasti bersama dengan orang yang menyayangimu sedangkan aku disini semakin merasa sendiri tanpamu. Tapi aku tidak akan egois, ini semua demi kebaikanmu. Aku tidak bisa memberikan apa apa padamu selain kasih sayang. Batin Taeyong

Taeyong semakin mengeratkan pelukannya. Sebenarnya sangat berat bagi Taeyong dengan keputusan ini. Tapi Taeyong yakin ini yang terbaik.

" baiklah ayo setelah ini menata semua barang barang mu ya" Taeyong mengusap air mata Taeyong.

Angel LEE ( Jaeyong ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang