7.sakit hati dan fisik

115 15 8
                                    

Motor sport dalvin berhenti tepat di depan gerbang prisila yang megah dan menjulang tinggi.

Prisila turun dari motor dalvin lalu berdiri disamping dalvin menatap laki-laki itu dengan tatapan campur aduk pokoknya nanonano rasanya.

Dalvin yang merasa di tatap aneh seperti itu oleh prisila langsung membuka helm fullfacenya lalu menatap dalam gadis yang masih setia berdiri di sampingnya.

"Napa?" Tanya dalvin dingin.

Prisila mengerjap-ngerjapkan matanya menatap dalvin linglung.

"Eng..."

"Apa?" Tanya dalvin lagi.

"Ohiy..."kata prisila terpotong.

"Apa?" Tanyanya lagi membuat prisila kesal perasaan di potong-potong mulu dari tadi.

"Coba jep dulu bentar kalo lo ngomong terus gue kapan ngomongnya?"kesal prisila.

"Yaudah cepet" balas dalvin.

Prisila menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.

"Guemaumintakreseknya"kata prisila satu tarikan napas cepat.

"Hah?"tanya dalvin.

"GUE MAU MINTA KRESEK YANG NGEGANTEL DI MOTOR JELEK LO"ucap prisila kepalang kesal.

"Santai" jawab dalvin lalu memberikan kresek berlambang alfamart yang sedari tadi tergantung di stank motornya ke tangan prisila yang langsung di terima olehnya.

"Sama-sama" ucap dalvin tiba-tiba.

"Iya santai aja" jawab prisila enteng.

Prisila menatap tangan kirinya yang memegang jaket bomber milik dalvin,dia kembali teringat sikap dalvin barusan yang memberikan jaketnya untuk menututupi pahanya yang terekspos jelas itu.

"Vin"panggil prisila.

"Hm?"

"Nih" kata prisila sambil memberikan jaket bomber dalvin.

Dalvin menatap prisila sekilas lalu menatap jaket yang diberikan prisila.

"Bawa aja" ucap dalvin santai.

Prisila membulatkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

"Jaket lo aja di gue satu lagi belum dikembaliin"kata prisila.

Dalvin tidak menjawab prisila dia memakai kembali helm full facenya lalu menyalakan mesin motornya.

"Gue balik,udah malem" kata dalvin lalu melesat pergi meninggalkan prisila tanpa sepatah kata apapun lagi.

Prisila menatap punggung dalvin yang semakin menjauh bahkan hampir hilang.

"Sikap lo tuh aneh kadang dingin kadang engga"gumam prisila lalu memanggil mang awing untuk membuka pagarnya.

•  •  •  •

Cklekk..

Prisila membuka pintu rumahnya, keadaannya sangat gelap tidak seperti biasanya yang selalu terang walaupun tidak ada siapa-siapa di dalam rumahnya.

Prisila menutup kembali pintu rumahnya lalu menguncinya agar tidak ada orang lain masuk kedalam rumahnya walaupun satpam di depan sudah banyak yang menjaga rumahnya,prisila sekedar hanya berjaga-jaga saja.

Prisila melangkahkan kaki dengan perlahan ke arah saklar lampu dekat sofa dia terus berjalan perlahan karena  takutnya dia menendang sesuatu karena keadaannya yang gelap gulita.

Need YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang