4.galih comeback.

137 16 9
                                    

Dalvin turun dari motor trailnya dengan sangat cool membuat para siswi yang melihat dalvin menjerit-jerit histeris kadang sampai ada juga yang bengong hingga mulutnya terbuka tapi dalvin seakan-akan tak peduli dengan semua itu.

"Heh vin" sapa reynan sambil menepuk pundak dalvin.

Dalvin menolehkan kepalanya ke samping melihat seseorang yang menepuk pundaknya.

"Eh rey,baru datang lo?" Tanya dalvin sambil membuka jaketnya lalu di masukannya kedalam tas.

"Yoi men,eh tumben lu pake motor trail vin?ninja lo kemana?" Tanya reynan heran.

"Ninja merah gue mungkin udah di gacul maling,kalo ninja item yang kemaren gua pake,di pake bang dalvan" jelas dalvin.

Reynan melongo masi tidak mengerti dengan penjelasan dalvin.

"Gak penting,cabut ke kelas."ajak dalvin lalu berjalan duluan meninggalkan reynan yang masih melongo.

"Eh vin tunggu ngapa elah" teriak reynan yang baru saja sadar di tinggal oleh dalvin,tadi ngajak bareng tapi malah ninggalin kampret emang.

Dalvin menghentikan jalannya ketika seorang perempuan meretangkan tangannya untuk menghadang jalan dalvin.

"Apa?" Tanya dalvin dingin.

Perempuan tersebut menurunkan tangannya yang tadi terentang lalu menatap dalvin senang

"Ih vin ko ketus gitu sih ama gue" kata syabila teman sekelas dalvin yang sama tergila-gilanya kepada dalvin seperti moza.

"Suka-suka gua lah" jawab dalvin enteng.

"Ihh dalvin pagi-pagi bikesss ihh" kata syabila sambil memanyunkan bibirnya membuat dalvin bergidik ngeri.

Dalvin berniat melangkahkan kakinya kembali untuk melanjutkan jalannya yang tadi sempat terganggu oleh syabila tapi sebuah tangan menahannya lagi membuat dalvin mau tak mau membalikan badannya melihat siapa seseorang yang mencekal tangannya.

"Hai dalvin" sapa salwa kelas X1 ipa3 sambil tersenyum ramah tapi tidak melepaskan cekalannya di tangan dalvin.

"Heh cabe lepasin dong tangan lo dari dalvin" kata syabila yang masih berada di tempat tersebut.

Salwa memutar bola matanya malas lalu menatap syabila tajam.

"Kenapa?gasuka?lo siapanya emang?" Tanya salwa masih dengan tatapan tajamnya ke arah syabila sedangkan dalvin yang mendengar pertengkaran kecil itu hanya memutar bola matanya malas pagi pagi begini dia sudah di buat pusing oleh kedua cewe alay semoga tidak bertambah lagi spesies seperti ini.

"Dan gue juga tanya lo siapanya dalvin emang?" tanya syabila memutar balikkan pertanyaan.

Salwa menatap syabila remeh dari ujung kaki hingga ujung kepala lalu tersenyum licik.

"Gue?mau tau?gue ot..."

"Heh vin dari tadi gua panggil gak denger-denger budek lo?" Reynan datang memotong ucapan salwa membuat dalvin tersenyum puas kadang temannya bisa di andalkan.

Dalvin menghempaskan tangan salwa dari tangannya membuat salwa mengerucutkan bibirnya tidak suka.

"Gue pusing rey, lo temenin nih cewe-cewe alay kurang belaian! gue cabut" kata dalvin lalu melenggang pergi meninggalkan reynan yang masih melongo tidak percaya dengan ucapan dalvin.

Syabila dan salwa berada di sisi kiri dan kanan reynan mereka berjalan mendekat ke arah reynan membuat reynan dag-dig-dugan sendiri mau ngapain nih cewe.

"Lo emang keren ama ganteng rey..." kata syabila menggantungkan ucapannya.

"Tapi sayang" lanjut syabila lagi kini dia sudah sangat dekat berada di sisi kirinya reynan.

Need YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang