9.tiga hati

87 12 8
                                    

      Bukan munafik terkadang
      Memilih mundur dan
      menjauh Akan lebih baik dari
      pada Mencintai tetapi
      berbagi Dengan tiga hati.

-febby natasya.

"Dia--"

"Dia siapa?" Tanya febby sambil mencoba menahan isakan tangisnya.

"Dia perempuan yg masih jadi pengisi hati gue tertinggi"

Sudah febby duga pasti wanita di hadapannya adalah orang yang sangat special bagi reynan bahkan mungkin dia lebih berharga dari pada febby.

"Terus selama ini lo deketin gue buat apa rey?" Febby sudah tidak kuasa menahan isakan tangisnya dia sudah tidak peduli dengan dirinya yang akan di cap sebagai wanita lemah atau apa intinya sekarang hatinya sangat hancur!

"So--"

"Apa rey?pelarian lo?atau tempat lo di saat lo bosen doang?" Ucap  febby memotong ucapan reynan.

"Harusnya kalo lo masih sayang sama seseorang, plis jangan jadiin gue mainan lo! Gue cewe rey!" Lanjutnya.

Reynan bimbang di satu sisi dia masih mencintai nazwa dan di satu sisi juga dia merasa sangat nyaman bersama febby, sungguh jika boleh reynan memilih keduanya untuk menjadi pasangan sudah pasti akan dia lakukan. Brengsek?ya reynan sudah tidak perduli!

"Sorry"

Febby membekap mulutnya sendiri dengan tangannya menahan isakan tangisnya yang semakin bertambah.

"Gue kecewa rey"

"Bahkan sangat kecewa"

"Baru lo cowo yang bisa buat gue sampe sakit hati kayak gini" lirih febby.

Febby menatap kedua insan yang berdiri di hadapannya dengan nanar dan tanpa ekspresi.

"Lo cuman punya dua pilihan"

"Pilih gue atau perempuan di samping lo!" Tunjuk febby ke arah nazwa.

Reynan menatap febby dan nazwa bergantian mereka adalah dua wanita yang sama-sama dia cintai, tetapi di dalam hatinya yang paling tertinggi, masih tertulis nama seorang nazwa elqila!

"Jawab rey" lirih febby.

Reynan memejamkan matanya berusaha yakin dengan pilihannya kali ini.

"Sorry, gue pilih nazwa" ucap reynan sambil menatap nazwa yang berdiri di sampingnya sambil mengembangkan senyumnya puas dengan pilihan reynan.

Febby memejamkan matanya isakan tangisnya semakin bertambah, pasokan oksigen di sekitarnya seperti habis dan dadanya terasa sangat sesak.

Ini dia pilihan reynan, febby sudah tidak bisa memaksakan apapun lagi dia harus bisa menerima dan merelakannya dengan ikhlas, ya harus!

"Sorry feb, gue emang brengsek" ucap reynan mencaci maki dirinya sendiri.

Plakk...

Reynan kaget sambil memegangi pipinya yang memerah dan memanas akibat tamparan seseorang bukan febby pelakunya melainkan sosok seseorang yg berdiri di samping febby.

Ya siapa lagi yang pemberani jika bukan prisila ayunda marcelio!

"Brengsek!" Caci prisila menatap reynan yg masih diam sambil memegangi pipinya.

Tanpa di duga-duga prisila, nazwa maju beberapa langkah ke arahnya lalu berhadapan langsung dengannya.

"LO APA APAAN TAMPAR-TAMPAR REYNAN SEMBARANGAN HAH!" teriak nazwa murka lalu mendorong kedua bahu prisila kencang sampai prisila mundur beberapa langkah kebelakang.

Need YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang