Meninggalkan cerita lama, dan mempati cerita baru, sungguh menyulitkan.
****
6 bulan kemudian.
"Alsaa ayo bangunn!! Kamu mau wisuda kan hari ini?!!"
Sebuah alarm sejati membangunkanku, itu adalah suara ibu, yang membangunkanku.
"Iya bu alsa udah bangun"
Aku langsung bengun dan berjalan menuju jemuran handuk, rasanya waktu mengalir begitu cepat, hari ini aku akan melaksanakan wisuda kelulusan smp.
Menurutku ini bukan acara yang aku tunggu tunggu, karena kenyataannya dari dulu aku hanya menunggu kedatangan Rafiz dan 6 bulan terakhir ini ditambah menunggu kedatangan Aksal untuk mengembalikan payung.
Setelah selesai mengenakan baju yang akan aku kenakan pada acara wisuda, ibuku masuk kedalam kamar
"Sini sa, ibu dandanin biar nambah cantik"
Aku menghela nafas, aku sangat tidak suka dandan, tapi mau bagaimana lagi aku harus menuruti apa kata ibu.
Aku berjalan dan langsung duduk di meja rias kamarku
Setelah duduk, mukau langsung di oles olesi make up.
Setelah 45 menit berlalu
"Nah udah deh"
Aku melihat cermin dan melihat wajahku yang sudah berbeda sekali dengan biasanya.
"Ini berlebihan bu"
Aku menoleh ke arah ibu yang ada di belakang ku, ibu sedang tersenyum melihat ke arah ku lewat cermin
"Ngga ko, ini ga berlebihan, kamu cantik"
Aku cemberut dan mambuat ibuku tertawa, tapi mengapa tertawa?
"Ah udah ayo berangkat, nanti terlambat lagi"
Aku mengangguk dan tersenyum
****
"Alsa? Ini kamu kan?"
"Alsa cantik banget!!"
"Pangling deh aku"
Ya itulah kata kata yang keluar dari bibir Rena, Dina dan Neisya saat melihat penampilan ku saat ini.
Acara sudah di mulai, satu per satu murid kelas IX di panggil ke panggung untuk di wisuda.
"Alsa Ranis dari IX B"
Akhirnya namaku di panggil, aku langsung menuju panggung dan bersalaman dengan bapa dan ibu guru, setelah itu aku di kalungkan medali dan disuruh memperlihatkan nya pada peserta lain di bawah panggung
Aku tersenyum sambil mengangkat medali ku, aku mengedarkan pandanganku untuk mencari cari ibu, dan ada aneh saat aku melihat ke arah peserta paling belakang, seseorang yang aku tunggu tunggu, aku melihat wajah itu, dia tersenyum melihat ke arah ku. Ya benar dia adalah Aksal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alsa&Aksal
Novela Juvenil"Alsa, Cinta itu bukan tentang memiliki, tapi tentang membahagiakan, dan dari awal niatku hanya ingin membahagiakanmu bukan memilikimu, oleh karena itu, aku rela jika bahagiamu bukan denganku, aku hanya ingin kamu bahagia, dan aku berjanji akan meng...
