"Hah kenapa bentar aduu halo.. halo disini sinyalnya jelek. Saya akan menghubungi anda lagi okey" Aku langsung mematikan telpon itu.
Sungguh tidak disangka itu suara kaya suara cowok misterius yang selalu ada dimana aku berada. Ya, itu kak rere.
Tapi ko dia pake no baru sih. Apa mungkin itu bukan kak rere. Ah ko tiba-tiba aku jadi kepikiran kak rere sih ahh.
Tapi sumpah kak aku kangen.
Eh masyaallah apaan sih ahh.
***
Hari ini adalah hari kedua atau bisa dibilang hari terakhir aku di rumah kak sholeh. Karna besok aku harus kembali seperti biasanya yaitu sekolah. Aku tak menyangka begitu menyenangkan berdiam diri di yogyakarta daripada di bandung yang hanya menyimpan luka,luka,luka.
Kak sholeh membukakan pintu kamar yang aku tempatkan.
"De ayo kita jalan-jalan mumpung gue gak kerja hari ini." Aku tersenyum.
"Iya gua siap-siap dulu."
Aku bersiap-siap untuk pergi jalan bersama keluarga kak sholeh. Aku berjalan keluar dan saat aku turun dari tangga aku lupa ponselku ketinggalan di kamar lagi di charger, aku berlari mengambil ponselku dulu.
"Tante tara cepetan, lama banget siii" Teriak eiry.
"Iya sayang bentar" Cepat aku masukkan ponselku ke dalam tas lalu berlari keluar.
"Ayoo" Aku tersenyum.
"Lama banget sii" Kesal eiry.
"Ya maaf abis hp tante ketinggalan di kamar sayang" Ucap manisku kepada eiry.
"Yaudah ayo" Ucap kak sholeh.
"Eits, kak shava gak ikut kak?" Tanyaku.
"Shava gak ikut dia mau di rumah aja, soalnya tar siang mau ada temennya dari jakarta kesini" Aku mengangguk.
"Oh gitu kak, yaudah yuk berangkat"
Aku,eiry dan kak sholeh pun naik ke dalam mobil. Tak di sangka sudah lama sekali aku gak jalan-jalan bareng kak sholeh. Sekarang jalan lagi deh sama kak sholeh yang ditambah satu nyawa lagi dari darah daging kak sholeh yaitu eiry. Aku menyalakan musik di dalam mobil. Aku memutar lagu Love- keshya cole.
Sepanjang perjalanan aku berbicara dengan candaan kak sholeh dan eiry. Seru sekali rasanya aku masih punya keluarga yang sungguh sangat riang sekali. Kapan lagi aku seperti ini Tuhan? Aku ingin seperti ini terus;(
"Pah pengen makan" Ucap eiry sambil memegang perutnya.
"Yaudah ayo makan dulu, tapi makannya di nasi padang gak apa-apa?" Tanya kak sholeh.
"Eiry pengen di Hokben papah" ketus eiry.
"Yaudah kak makan di hokben aja kasian tuh eiry pengen makan di hokben" Ucapku kepada ka sholeh dan melihat eiry yang kesal melipat kedua tangannya di dada.
"Yaudah ayo" Ucap kak sholeh
"Beneran pah, yeeeee, eiry sayang papah." Seketika eiry mencium pipi papahnya.
"Aduh dasar kamu yaaa dee" Ucap kak sholeh sambil mengelus rambut eiry.
Setelah itu aku,kak sholeh dan eiry pun makan di hokben. Lalu aku kembali jalan-jalan bersama mereka. Tak pernah aku bayangkan bersama mereka aku senang sekali. Mereka bagaikan awan putih yang selalu menerangi pagi. Sungguh aku sayang mereka.
Waktu berlalu, detik demi detik aku harus pulang ke bandung. Kini aku aku, kak sholeh dan eiry sedang perjalanan menuju rumah dan setelah itu kak sholeh langsung mengantarkanku ke bandara untuk pulang ke bandung. Sungguh sedih rasanya aku harus pulang. Padahal aku ingin setiap hari disini. Atau sekalian aku pindah sekolah sama rumah disini deh.
*****
"Gimana liburan lo?" Tanya odel saat sedang mengerjakan tugas bersamaku di kelas dan hari ini guru kita pak herman tidak masuk karna sakit.
"Ya gitu"
"Gitu gimana? Lo baik-baik aja kan?"
"Del lo inget kak sholeh gak?" Tanya seorang attara yang sungguh saat kebingungan saat menanyakan hal itu. Begonya aku kenapa aku nanya itu. Bukan itu del yang mau aku tanyain.
"Tar gue dari kecil sama lo, gue tau seluruh anggota keluarga lo. Lo ko nanya kaya gitu sih aneh deh." Odel mebolakan matanya sambil menulis.
"Del kenapa dulu gua ga ikut kak sholeh aja ya, kenapa juga gua harus diem disini bersama kepahitan rasa pedih yang gua alamin"Ucap spontanku kepada odel.
"Tar kalo lo bahas itu gue gak mau denger, karna apa? Karna dari tadi fahmi ngeliatin lu terus, gue takut dia ikut campur dalam urusan ini, nanti kita bahas sama si kumpay deh ya" Odel mengusap pundakku. Seketika aku merilik kepada fahmi, ternyata benar apa kata odel dia ngeliatin aku terus.
Aku dan odel berjalan menuju ruang bk. Karna tadi aku dan odel di suruh tasya untuk memberikan rekapan absen bulan ini.
Brug..
"Del lu gak apa-apa?" Tanyaku sambil membantu odel bangun.
"Heh kamvret jalan tuh liat-liat dong, sakit nihh kaki gua" Ketus odel kepada orang yang menabraknya sambil memegang kakinya yang kesakitan.
Aku curiga sama orang yang baru saja menabrak odel. Orang itu diam tapi tidak membalikkan badan dan kepalanya memakai topi. Aneh deh.
Seketika..
"Sorry gua gak sengaja maaf del" Ucap si cowok itu dan langsung pergi.
"Del"
"Tar"
Aku dan odel hanya panik mendengar suara itu.
"Del gua tau suara itu. Tapi gua tau siapa yang punya"
"Heh bego, lp tau suara tapi lo gak tau siapa yang punya, kan yang punya orang itu taek, ah gue lama-lama ketularan bego deh sama lo tar" Ketus odel. "Yauda ayo kita kasihin nih rekap absen" Ketus odel.
Aku masih bingung del.
Hari ini hujan turun. Semua siswa SMAN 20 Bandung berlarian mencari tempat meneduh dan kini aku pun sedang berlari menuju halte untuk mencari angkutan lalu setelah itu aku pulang. Hujan saat ini lebat banget sampai-sampai air hujan itu membasahi sedikit ke tempat aku berdiri.
Hujan kau anugerah dari Tuhan. Kau air yang datang memberi nikmat dan rezeki. Dimana orang membutuhkan air kau selalu datang membantunya. Hujan kau harapan seluruh kaum adam dan hawa di bumi ini.
Sudah ada setengah jam aku berdiri di halte ini dan masih belum ada angkutan yang lewat. Tiba-tiba saja aku kaget ada orang yang menyelimutiku dengan jaket. Saat aku lihat ke belakang. OMG kak rere.
"Ikut gue" Sambil memegang pundakku dengan jaketnya. Aku mengangguk iya kepadanya.
Aku di bawa masuk ke dalam mobil dan di susul oleh kak rere.
"Lo kalo mau pulang bisa bilang kan?" Tanya kesal kak rere.
"Bilang ke siapa kak?" Aku nanya balik.
"Tar gue gak suka lo nunggu angkutan lama kaya tadi, daritadi gue merhatiin lo tar, lo kedinginan,kebasahan gue gak tega liat lo kaya gini. Gue sayang sama lo tar" Ucapnya itu seakan akan aku terdiam mematung tidak bisa bergerak dan tidak bisa apa-apa.
Gua sayang sama lu tar. Kata-kata itu yang masuk ke kuping kananku dan keluar dari kuping kiriku.
"Yaudah kak jalan, udah mau magrib" ucap lemasku kepada kak rere.
"Tar are you okey?" Kak rere memegang wajahku dan wajahku membalik kini aku sedang bertatapan dengan kak rere.
"Im fine"
"Okey, gue anterin lo pulang"
Continue----------->

KAMU SEDANG MEMBACA
HOPE!!
Teen FictionAku Attara Amelya. Aku pernah ditinggal dan merasakan bagaimana pahit hidup di kenyataan dunia. Aku adalah orang yang tak luput dari masalah. Aku juga mempunyai kakak. Dia pun sama sepertiku orang yang tak luput dari masalah. Tetapi aku dan kakakku...