Sampai di rumah aku masih membayangkan omongan kak rere itu. Tuhan aku ingin menarik kata kata dia itu. Mau dia apa sih sebenarnya? Posisi dia masih pacaran sama lyra, lalu aku, aku mau dijadiin apaan orang ketiga, pelampiasan, atau mau dijatuhin. Masyaallah aku pusing.
Aku membersihkan badanku dulu. Sholat dulu. Lalu aku langsung makan ke bawah karna mungkin mbok mini sudah masak. Segera aku siap-siap.
Setelah mandi aku langsung duduk di meja makan dan menyiapkan makan malamku.
Kring..
Kak rere
Regar12: Tar jangan lupaa makan ya
Regar12: Jangan lupa sholat
Regar12: Dan jangan lupain gueAku hanya meread chat dari kak rere. Aku malas untuk membalasnya karna aku sedang tidak mood dengan dia. Dia datang untuk apa sih? Untuk bahagiain aku? Bukan bikin bahagia malah bikin petaka.
Kak rere selalu datang disaat yang tepat. Tetapi kak rere juga selalu datang disaat yang tidak tepat. Mau dia apa sampai segitunya kepadaku.
Oh iya, aku pernah denger ucapan kak rere, waktu aku di labrak sama lyra and the gengss.
"Denger ya kita pacaran karna kemauan orang tua kita. Bukan karna gua suka sama lu" Ucap kak rere waktu itu.
Ya..ya aku ingat. Tapi tunggu-tunggu ko bisa-bisanya orang tua mereka menjodoh-jodohkan kaya gitu sii? Padahalkan gak boleh. Ah masa bodo sih itu orang.
Kini aku berjalan menuju kamar untuk terbaring. Karna aku sudah lelah seharian di sekolah. Tetapi aku masih membayangkan semua ucapan itu. Pliss kepalaku kaya mau meledak. Tetap saja aku harus tidur karna besok sekolah. Aku pejamkan pelan pelan. Insyaallah bisa.
Pagi yang cerah ini membuatku tidak semangat bersekolah. Aku malas harus bertemu dengan si kamvret sialan rega itu.
Hari ini aku ke sekolah memakai motor KLX kesayanganku yang sudah lama jarang di pake. Udah mending naik motor sendiri aja daripada nanti nunggu angkutan eh yang dateng malah cacing bulukan. Euhh maless.
"Tar tumben lo bawa motor" Tanya neda.
"Iya, tumben pisan" Lanjut odel.
"Gua males harus berurusan sama si sarap itu." Kesalku.
"Si sarap? Maksud lo kak rere?" Tanya odel.
Aku membolakan mataku.
"Ya terus mau siapa lagi del, mang ujang? gak mungkin atuh lu mah sok lieur." Ucapku.
"Iya sih, sorry tar, udah yu ah ke kelas udah mau masuk nih" Ucap odel. "Bye ned"
Entah kenapa hari ini aku tidak semangat untuk sekolah dan belajar pun aku males banget. Apalagi di tambah guru kiler kaya pak dodi euhh. Guru ppkn yang amat sangat kiler.
"Pak" Aku mengacungkan tangan
"Ya tara ada apa?"
"Izin ke toilet pak"
"Yasudah sana"
Aku bergegas ke toilet. Bukan ke toilet sih tapi aku pengen sendirian di taman dan gak ada yang ganggu. Termasuk odel dan neda pun.
Kini aku sedang duduk di kursi taman yang ada di sebelah pinggir kantin sekolah. Aku membayangkan sesuatu yang tak sepatutnya untuk aku bayangkan.
Jam sekolah pun telah selesai aku bergegas untuk pulang. Aku berjalan ke parkiran dan menjalankan motor KLX ku ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
HOPE!!
Teen FictionAku Attara Amelya. Aku pernah ditinggal dan merasakan bagaimana pahit hidup di kenyataan dunia. Aku adalah orang yang tak luput dari masalah. Aku juga mempunyai kakak. Dia pun sama sepertiku orang yang tak luput dari masalah. Tetapi aku dan kakakku...