Hari ini aku sangat bahagia. Karna tadi disekolah aku sedih. Tapi kini aku dirumah jadi bahagia. Senyam senyum bahagia sendiri. Serasa yang awalnya aku setiap pulang itu larut penuh air mata. Sekarang malah aku gembira. Ah kaya ada muzijat bangett. Ah ngeri juga sih kalo ketawa sendiri takut gila aku hahaah.
Tok.. tok..
"Neng ini minumannya" Aku langsung membukakan pintu kamar. Lalu mengambil.
"Makasih mbok" Langsung aku tutup pintu kamarku.
Aku simpan minumanku dan terbaring di kasur. Lalu aku melihat no yang tidak di kenal itu, aku ambil ponselku dan menelpon orang yang tadi mengantarku pulang. Pluss yang sebelumnya nelpon nyuruh aku tunggu aku di gerbang dongg hahahay.
Tut..tut
"Halo"
"Em halo"
"Tumben lo nelpon? Ada apa?"
"Em enggak kak gpp pengen nelpon aja"
"Gausah nelpon deh, mending kita ketemu aja. Gimana?"
"Boleh kak? Yaudah ayoo"
"Gue otw"
Telponanpun ditutup oleh sidia. Aku langsung saja melempar ponselku ke keranjang tidurku.
Aku lari ke lemari mencari baju yang cocok untuk aku pake sekarang. Kira-kira pake baju apa ya? Iii suka bingung deh.
"Aduh ko gua kaya ibu rempong yaa"
Dandan sudah. Persiapan sudah. Tinggal nunggu pangeran karedok datang.
Eh salah kodok.
7.15 pm
Aku keluar rumah dan ternyata dia sudah sampai. Aku langsung menaiki mobilnya.
Kita kini diam di suatu tempat yaitu di Starbucks. Kan enaknya malam-malam gini enaknya yang anget-anget. Kaya coffe latte.
"Kak gua kangen lu. Lu gak kangen sama gua apa?" Tanyaku
Okey akan aku ceritakan siapa yang tadi ngejemput aku, yang di telpon dan yang sekarang duduk depan aku.
Namanya Bagas Alfian. Dia dulu satu sekolah sama aku pas SMP kakak kelas paling hitz. Tapi pas masuk SMA dia pilih untuk sekolah diluar kota. Dia sekolah di Malang. Dia tinggal bersama tante dan om nya. Karna di mamah dan papahnya sibuk dengan urusan di Bandung. Hebat loh orang tuanya itu punya usaha toko brownies amanda yang di dago. Dia juga termasuk orang yang pernah ada di hidup aku. Saat aku putus dari fahmi aku langsung pacaran sama bagas. Tetapi hubungan kita hanya kuat 1minggu. Karna jujur aku ga bisa buat ldr. Jadi kita memutuskan untuk hidup masing-masing.
"Kangen lah" Ucap bagas sambil mengacak-ngacak rambutku.
"Oh iya gua mau nanya? Lu punya contact gua dari siapa? Bukannya kita udah 4th gak contact atau apapun itu?" Tanyaku sambil mengaduk-ngaduk minumanku.
"Gue punya dari odel. Ya jujur sih gue masih suka contact sama odel buat nanyain lo." Dia menatapku dengan tajam dengan senyuman yang bikin aku terbang.
"Selama ini lu kemana nyet" Batinku.
"Ah dasar lu ngepoin anak orang aja" Aku ketawa dan dia pun ketawa.
Setelah aku berbincang-bincang dan menghabiskan coffie. Aku dan bagas bergegas pulang karna aku takut kemalaman di jalan dan takut papah udah pulang juga.

KAMU SEDANG MEMBACA
HOPE!!
Teen FictionAku Attara Amelya. Aku pernah ditinggal dan merasakan bagaimana pahit hidup di kenyataan dunia. Aku adalah orang yang tak luput dari masalah. Aku juga mempunyai kakak. Dia pun sama sepertiku orang yang tak luput dari masalah. Tetapi aku dan kakakku...