"De kakak mau balik dulu ke yogya"
"Yaudah sono balik" Ketusku sambil membulak balik halaman buku novelku tanpa melihat wajah dia.
"Lo masih marah sama gue?" Sambil menundukkan kepala ke bawah.
"Pikir aja sendiri"
"De gue minta maaf, lo harus ngerti sama patner kerjaan gue." Tegasnya.
Aku menutup novel. Bangkit dari kursi. Melempar novel ke sembarang tempat.
"Gua tau itu temen lu. Gua gak ngelarang lu bawa cewek ke rumah. Karna gua percaya sama lu kak. Tapi yang bikin gua kesel sama lu, lu setiap kali ada di bandung selalu bikin gua cemas gak karuan. Gua cari lu hampir inilah itulah. Untung gua masih selamat walafiat. Gua benci sama lu kak" Aku melangkahkan kaki ku pergi dari hadapan kak sholeh.
"De maafin gue de"
Gak denger. Males balik kesitu lagi.
--------
Pagi ini sungguh sepi. Because kakak aku pulang ke alamnya dan mbok mini ada di belakang lagi beres-beres. Makan sendiri. Nanti berangkat sekolah pun sendiri. Nasib jomblo. Biarin jomblo, asal bahagia. Haha garing dah. Dasar budak stress urang mah hahaha.
"Tar lo masih suka chatting sama fahmi?" Tanya odel yang begitu serius.
"Jarang" Lirihku sambil mengotak-atik ponselku.
"Tar gue saranin, mending lo jauh jauh deh dari tu orang. Please deh dia itu kaya lagi nyuruh orang buat neror lo pake nama kak rere" Ucap pelan odel.
Semalem. Batinku.
"Udah lah jangan percaya sama begituan deh. Mana ada teror zaman sekarang" Aku bangkit dari kursi dan pergi meninggalkan odel sendirian
"Eh di bilangin" lirihnya.
Di kantin cukup ramai. Aku melihat ke kanan ne nona manis putarlah ke kanan ke kanan manise. Orang-orang di sekolah ini ternyata banyak oge nya. Jadi lieur.
Penglihatanku dihadang oleh kedatang kak rere di hadapanku.
Kak rere mendehem "Ehem. Cewek, ko gak duduk sih"
"Bisa gak sih sehari aja lu gak muncul di hadapan gua" Tegas sinisku.
Aku melipat tangan di dada.
"Baru kemaren kita baikkan. Lo udah kumat lagi"
"Pergi!!"
"Tar"
"PERGIIII!!!!" Teriakku sampai beberapa siswa yang ada di kantin melihat ke arahku.
Tanpa basa-basi kak rere pun pergi. Tapi kasian juga dia, bahwasannya dia niat baik bertanya kepadaku. Tetapi aku malah membalas perbuatan yang amat sangat buruk.
"Maafin gua kak, gua gak bisa lebih deket lagi sama lu, pertama lu bikin kesel gua, kedua lu bohong sama gua, ketiga lu datang ke rumah gua dengan membawakan candaan yang buat gua ketawa. Itu semua hanya bikin gua sakit hati setiap hari sama lu kak. Satu lagi, gua harus jauhin lu karna bakal ada yang selalu meneror gua kalo gua masih deket sama lu kak. Maafin gua;( " Batinku.
"Tar" Ucap salah seorang wanita.
Aku melirik ke sumber suara.
"Eh lu ned, kenapa?"

KAMU SEDANG MEMBACA
HOPE!!
Teen FictionAku Attara Amelya. Aku pernah ditinggal dan merasakan bagaimana pahit hidup di kenyataan dunia. Aku adalah orang yang tak luput dari masalah. Aku juga mempunyai kakak. Dia pun sama sepertiku orang yang tak luput dari masalah. Tetapi aku dan kakakku...