HOPE 7

15 5 0
                                    

Hari ini aku sudah bisa memulai aktivitas sekolahku karna sekarang mungkin aku sudah benar-benar sembuh total.

"Ce gilaaa udah sembuh lo?" Sapa odel sambil memukul pelan pundakku. Saat aku tengah mau duduk di kursiku.

"Ish, apaan sih lu ah rese dehhh" Ucap ku .

"Apa jangan-jangan lo sembuh karna lo kemarin di longok sama si kamvret. Sampe di kasih nasi padang lagi hahahah" Ledeknya odel.

"Dih apaan sih lu del, denger ya gua sembuh itu, karna gua sekarang udah gak kenapa-kenapa lagi ihh." Ucap kesalku.

"Hehe yauda, yauda maaf gue kan cuma becanda tar"

"Gak lucu tau del"

"Hihi iya maaf"

Aku yang daritadi becanda dengan odel kini candaanku diganggu oleh datangnya fahmi ke meja aku.

"Tar kamu udah sembuh total kan? Kamu gak ada yang sakit lagi kan?" Tanya khawatirnya seorang fahmi. Dasar fahmi sifatnya dari dulu gak berubah masih aja lebay hahaha.

"Iya udah ko, santai aja, gua gak apa-apa sekarang." Aku hanya menjawabnya dengan dingin. Karna aku tidak mau panjang berbicara sama si kutu.

Saat pelajaran berlangsung aku kaget ponselku bergetar di saku rokku. Saat aku lihat ternyata si kamvret rere nelpon lagi. Gila kali tuh orang. Tanpa banyal mikir aku rejek telponnya lalu aku silente ponselku. Ribet banget nih anak dah ah.

****

"Del, ned gua duluan yahh" Ucapku kepada odel dan neda yang tengah berdiri di pos satpam. Dan aku baru saja datang dari toilet.

"Lo balik sendiri?" Tanya neda.

"Iya tar tenang aja balik bareng aja sama kita napa sih buru-buru amat" Lanjut odel.

"Gua buru-buru" Ucap rusuhku. "Gua duluan ya" Lanjutku dan langsung lari ke depan pintu gerbang.

Aku langsung menunggu angkot. Akhirnya angkot jurusan ke rumahku yaitu ke dago datang juga. Aku langkahkan kaki dan menaikki angkot yang aku tumpangi.

Entah mengapa apa yang aku rasa hari ini. Hari ini aku sangat ingin sendiri dan tidak mau di ganggu oleh siapa-siapa. Sampai-sampai aku yang biasanya pulang bareng dengan odel dan neda, kini aku menjadi pulang sendiri.

"Kiri" Ucapku kepada supir angkot. Lalu aku membayar ongkos kepada supir tersebut.

Kini aku sudah di rumah. Aku langkah kan kaki ke teras lalu duduk melepas sepatu dan bangkit memasuki rumah.

"Assalamualaikum"

Simbok kayanya lagi di belakang. Aku langsung masuk kamar aja deh. Soalnya aku sumpah hari ini aku ingin sendiri. Aku langsung terbari di ranjang. Entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Gak tau apa sih.

Kring...kringg

Dering telponku berbunyi. Saat aku lihat siapa yang nelpon, ternyata mamah. Aku tekan tombol hijau.

"Halo mah"

"De maaf mamah baru ngabarin kamu, mamah kemarin sibuk, gak sempat pegang hp nak"

"Iya gak apa-apa mah, dede ngerti ko. Oh iya mah, dede mau tanya boleh?"

"Nanya apa de?"

Sebetulnya aku ingin mengucapkan apa yang udah di lakukan papah selama mamah pergi tetapi tidak harus sekarang ada waktu untuk meluapkan itu semua. Tahan tara tahan kamu pasti bisa.

HOPE!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang