17 | Tikungan Tajam

4.6K 250 9
                                        

Terkadang orang-orang hanya percaya pada apa yang di dengar daripada kebenarannya.

•••

MEMANG wajahmu cantik menawan, Sayang sifatmu bagaikan setan, Sudah kau tahu itu laki orang Kenapa masih kau perebutkan..." Albiza mengernyit saat masuk kelas sudah ada yang bernyanyi sepagi ini. Lagu dangdut pula.

"Di mana belas kasihmu? Di mana hati nuranimu? Ingatlah akan karmamu, Takutlah akan dosamu...uuu...." lanjut siswi yang lain membuat Albiza semakin tidak paham. Iya sih, sekarang memang lagi zamannya orang ketiga, sampai pelakor--perebut laki orang--ada lagunya pula.

"Pelakor, perebut laki orang, Kau wanita yang tak punya perasaan, Pelakor, perebut laki orang, Memang dasar kau wanita yang murahan..."

Albiza yang memang bingung pun memilih untuk mengambil earphone di dalam tas-nya, memasangnya pada ponsel dan menyetel musik dengan volume normal. Cewek itu juga mengambil sebuah novel yang cukup tebal.

"PELAKOR! UDAH TAHU TEMENNYA SUKA, MALAH DI TIKUNG!"

"HERAN GUE, GUE KIRA TEMEN MAKANNYA NASI, LAH INI MAKAN TEMEN. GAK PUNYA BERAS DI RUMAH?!"

"SEKARANG LAGI ZAMAN YA, TIKUNGAN TAJAM! RAWAN GUYS!"

Albiza merasakan kupingnya sakit karena berisik, namun pandangannya tetap pada novel, toh ia tidak tahu apa yang teman-teman kelasnya bicarakan.

"PURA-PURA NGGAK NYADAR, SOK POLOS LAGI! WOY, BIZUT!"

"ALBIZA ALDERANI!"

Seseorang mencabut earphone ditelinga Albiza, membuat cewek itu mengernyit tidak paham. "Hah?"

"Lo pelakor!"

"Kenapa?" tanya Albiza masih tidak paham.

"Lo suka Bian. Ngaku!"

"Bahkan kalian udah deket, 'kan?!"

"Kadang penikung itu nggak jauh-jauh, ya!"

Albiza semakin terpojok, apakah Novia menceritakan semuanya pada teman satu kelas?

"Nggak, gue nggak--"

"PERUSAK MAH PERUSAK AJA!"

"JADILAH JOMBLO YANG ELEGANT DENGAN NGGAK NGEREBUT KEBAHAGIAAN ORANG! DASAR MURAHAN, ABIS KE CELLO SEKARANG KE BIAN, HAHA! PIALA BERGILIR LO!?"

Albiza menunduk, air matanya sudah berlinang siap dikeluarkan, tanpa aba-aba air matanya meluncur bebas.

"BIAN SUKA SAMA LO? HAH, DIA CUMA KASIHAN, DIA CUMA KASIHAN KARENA LO DITINGGAL CELLO! DIA DATENG CUMA JADI PENGHIBUR DOANG, NANTI JUGA LO DITINGGAL LAGI YHA!"

"HA HA HA, MAKANYA JADI ORANG JANGAN BAPERAN!JANGAN SENENG KARENA DIA NGGAK CUEK SAMA LO DOANG, BUKTINYA DIA PERNAH DEKET SAMA BANYAK CEWEK!"

"KALO GUE SIH MALU YA!"

Albiza yang sudah tidak kuat lagi berlari keluar kelas, menabrak beberapa orang yang akan masuk ke kelas-yang memandangnya bingung. Dan terakhir, Albiza menabrak Albian di koridor, membuat langkahnya terhenti. Cowok itu memandang Albiza datar--namun terlihat raut heran di sana. "Lo kenapa?"

Albiza menggeleng, akan kembali berjalan namun Albian menahannya. "Nangis? Kenapa?"

"Nggak. Kelilipan, mau ke toilet cuci muka."

"Bohong, kenapa?"

"Nggak papa, gue kelilipan doang." kata Albiza mulai memalingkan wajahnya.

Albian menarik dagu Albiza agar memandang ke wajahnya, wajah cewek itu memerah dengan air mata yang masih meluncur perlahan.

AlbianzaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang