SENDRA POV
Setelah sholat magrib aku pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi kak Nesa sekalian berpamitan, saat di mobil istriku mengajak berhenti sebentar untuk beli rujak.
"Pak Yusuf nanti beli rujak buah di deket ruko pasar? " ucap istriku memberi tahu.
"Iya non tapi maaf apa ada kalok malam, biasanya jam 3 gitu sudah pulang " ucap pak Yusuf yang fokus menyetir.
"Ya udah, ke Super Indo aja " ucap Istriku.
"Kenapa gak beli buah aja terus bikin bumbu sendiri" ucapku.
"Eza pinginnya sekarang kakak" ucap istriku.
"Ya udah" jawabku.
Tak terasa sudah sampai di Super Indo, aku dan Eza turun sedangkan pak Yusuf menunggu di mobil.
Disana Eza langsung menuju tempat buah-buahan dia langsung bilang ke pegawainya
"Permisi mbak saya minta tolong pilihkan mangga muda 500 gram dan yang masak 500 gram" ucap Eza.
"Baik mbak" ucap pelayan itu
"Kak perut aku apa udah buncit banget ya? " tanya istriku.
"Kenapa Emang? " aku malah nanya balik .
"Soalnya udah sering pegel punggung aku kalok jalan agak jauh" ucap istriku.
"Udah kelihatan sih perutnya kalok adek lagi hamil, istirahat yang banyak dan minum air putih" nasehatku
"Oke, kakak beli apa buat cemilan? " tanya Eza.
"Terserah kamu aja" ucap ku, aku berniat seberapa tau istriku tentang aku
"Ya udah beli cemilan kacang-kacangan aja" ucap istriku sambil keliling mencari cemilan.
Saat aku berjalan dibelakang istriku tanpa sengaja aku melihat dua anak kecil sedang berusaha mengambil snack di rak aku langsung mendekati dan bertanya.
"Mau om tolongin " ucapku.
"Boleh, aku mau yang warna merah om" ucap salah satu dari mereka.
"Yang ini ?" tanyaku sambil menunjuk snack.
"Iya,terima kasih om" ucap anak itu.
"Iya, sama-sama, oh kalian kembar? " ucapku saat melihat.
"Iya, ini kakak aku" ucapnya polos.
"Cantik-cantik, oh ya om minta tolong boleh?"
"Boleh" jawab bersama-sama.
"Kamu bilang ke tante itu yang sedang jalan kamu bilang tante semoga adik didalam perut tante sehat, cantik kayak kita dan ganteng, om kasih ini deh" ucapku sambil memberikan permen lolipop.
"Baik om" ucap mereka berdua, kemudian berlari menuju Eza yang sedang asik mencari cemilan buat aku.
Kulihat anak kembar itu bercengkrama dengan istriku.
Tak lama anak kembar itu pergi meninggalkan Eza, setelah itu aku langsung menghampiri istriku dan bilang.
"Cantik ya anak kembar tadi? " ucapku.
"Iya, oh ya kalok anak kita kembar laki-laki semua gimana? " tanya dia.
"Ya gak papa penting sehat dan selamat "jawabku.
"Bentar kok anak itu tau adek lagi hamil? Kakak yang suruh mereka? " tanya dia.
"Iya gemes soalnya" jawabku
Setelah itu dia tanya soal cemilan yang akan dibeli
"Kakak mau apa almond apa kacang polong? " tanya istriku.
"Almod aja, tapi kok kecil yang besar sekalian " ucapku.
"Lagi kosong, adanya yang kecil, apa kacang polong aja itu ada yang besar?" tanya istriku
"Itu kamu pernah beli yang satu bungkus isinya macam-macam kacang" tanyaku tentang cemilan yang pernah dia berikan kepada ku.
"Oalah, aku pesen di online shop " jawab dia
"Ya udah almond sama kuaci" ucap ku
"Oke, sekalian buat pak Yusuf " ucapnya kemudian berjalan kearah kasir, namun dia lupa apa yang harus dibeli. Aku mencoba bertanya.
"Honey... Kamu jadi beli rujak buah gak? " tanyaku.
"Oh iya lupa bentar aku ke tempat buah kakak disini aja" ucap dia
Aku menunggu dia di antrian kasih, kulihat istriku sudah tak selincah sebelum hamil, sekarang dia berjalan aja harus pelan-pelan dan memegah perut buncitnya itu.
Saat itu juga tanpa sadar mengucapkan "Ya Allah jaga istri dan calon anak hamba jika hamba tak pulang untuk bertemu merela lagi."
*****----*****
Sesampai dirumah sakit mereka berdua langsung menuju kamar inap kak Nesa, didalam ternyata sudah ada Kristi dan Candy yang menemai kak Nesa.
"Malam, gimana udah enakan kak?" Tanya istriku ke kak Nesa.
"Udah enakan, tapi masih nyeri dikit" jawab Kak Nesa dengan suara lemas
"Ya udah istirahat aja" ucap Eza.
Setelah itu istriku pindah duduk dekat kedua adiknya, sedangkan aku ingin berpamitan dengan kakak iparku untuk pulang dulu.
"Malam kak, sebelumnya Sendra mau minta maaf gak bisa nemenin kakak sampai sembuh, Sendra dapat panggilan tugas dari kesatuan, dan malam ini juga harus berangkat ke Magelang " pamitku kepada kak Nesa.
"Gak papa, terus Eza ikut pulang juga? "Gak ,dia gak ikut pulang, kak Nesa gak susah khwatir Eza disini soalnya saya tugas kali ini lebih dari 3 bulan lamanya jadi Eza biar di rumah Jakarta aja" jelas ku.
"Kenapa gak ikut pulang Za , nanti kalok ada acara di kesatuan gimana? " ucap Kak Nesa ke istriku yang makan rujak buahnya.
"Eza masih pengen disini, sepi tau kalok di rumnas gak ada kak Sendra" jawab istri ku.
"Ya udah, kamu makan apa dek?" tanya Kak Nesa.
"Biasa ibu hamil yang muda-muda dimakan" jawab Kristi.
"Gitu, jangan banyak-banyak sakit nanti perutnya Za" nasehat Kak Nesa.
"Oke, kak sekarang aja berangkatnya nanti macet jalannya tau kan Jakarta " ucap Istriku.
Setelah pamit aku langsung berangkat ke bandara Eza dan Pak Yusuf yang mengantarkan, selama diperjalanan tiba-tiba Eza bilang seperti ini.
"Kak, kakak bakal pulangkan nemenin Eza lahiran, azanin anak kita kan nanti jangan pulang nama ya kak, Eza tiba-tiba takut kalok kakak gak pulang lagi " ucap Istriku dengan mata berkaca-kaca.
"Iya kakak bakal pulang dengan selamat tak ada yang kurang oke? " ucapku menyakinkan, namun dihati ini ada yang beda, ada rasa takut untuk meninggalkan istri dirumah, tapi ini sudah panggilan dari negara, apa boleh buat ini resiko yang harus aku lalui, aku sudah disumpah untuk mengabdikan raga dan jiwa untuk negara.
Tak terasa aku sudah sampai dibandara, aku keluar bersama Eza sedangkan pak Yusuf mencari parkiran.
Saat dibandara banyak pasang mata yang melihat ku dan Eza berjalan, bagaimana tidak dilihatin banyak orang aku saat ini memakai pakaian dinas lapangan lengkap dengan baret kebanggaan ku dan pakaian yang aku pakai saat ini press body sedangkan Eza memakai dress panjang yang dipadukan dengan jilbab instan yang memperlihatkan perut buncit Eza.
Aku berbisik pada istri ku
"Dek, kakak jadi pusat perhatian" ucapku.
"Terserah, kan kakak gandeng ibu hamil berarti tau dong kalok yang lihat bahwa pak tentara itu udah beristri " ucap istriku tenang.
Aku hanya tersenyum mendengar jawaban istriku setelah itu aku berpamitan dengan dia tak lupa juga dengan anak ku di dalam kandungan istriku.
"Adek titip bunda ya jangan nakal, jangan buat bunda marah dan doain yayah selamat bisa lihat kamu pertama didunia, yayah pergi dulu ya......"
Segini dulu ya cerita di dalam part ini...
Thanks vote and comment nya...
Dan parat ini juga di vote and comment juga... ☆☆☆☆☆☆☆☆☆
KAMU SEDANG MEMBACA
My boyfriend is Militer 2
RomanceSebuah rumah tangga pasti ada saja masalah yang menerpa. Semakin tinggi pohon maka semakin kencang pula angin yang menerpanya. Rumah tangga itu bisa dibilang sakinah mawadah warohmah itu bisa melewati semua ujian yang di berikan oleh Allah... Jik...
