01. Putus?

24.5K 1K 33
                                        

Rachel berjalan santai melewati koridor sekolah. Ia sendirian. Di sampingnya tak ada lagi lelaki tampan bernama Miko yang biasanya selalu bersamanya.

Mereka sepasang kekasih, dulunya.

Sekarang, mereka hanyalah sebatas mantan kekasih. Well, Rachel sama sekali tak memikirkannya, toh mereka putus karena keinginan keduanya.

Rachel memasuki kelas dan segera duduk di bangku yang biasa ia tempati. Teman sebangkunya, sekaligus sahabatnya, sudah duduk di sana sambil membaca novel dengan santai. Rachel menghampirinya, meletakkan tas punggung yang ia bawa ke kursi sebelah yang masih kosong.

"Hai."

Mendengar sapaan itu, sahabat Rachel segera mengalihkan pandangannya pada Rachel.

"Hai."

Canggung sesaat, bukan apa-apa, karena Amber sang sahabat merupakan anak yang pendiam sehingga kerap kali sulit bagi Rachel untuk membuka topik pembicaraan yang dapat ditanggapi oleh sahabatnya itu.

"By the way, hari ini ada PR Bahasa Inggris. Udah lo kerjain?" Tanya Amber tanpa mengalihkan perhatiannya pada novel yang ia baca.

"Belum, hehehe. Gue nyontek ya! Lo pasti udah ngerjain, kan?" Balas Rachel dengan cengiran yang dibalas Amber dengan anggukan santai, lalu segera mengeluarkan buku tulis dan menyodorkannya pada Rachel.

"Wah, thanks ya! Terbaik lo Amber!" Seru Rachel bersemangat yang kemudian segera menyalin jawaban dari buku tulis Amber.

Hening setelahnya, tidak ada obrolan apapun dari keduanya, baik Rachel dan Amber. Rachel sedang sibuk menyalin jawaban, sedangkan Amber tetap fokus pada novel yang ia baca itu.

"Hari ini lo keliatan beda, Chel." Rachel melirik ke arah Amber sambil tetap menyalin tugas Amber ke buku miliknya sendiri, disertai dengan tatapan bertanya pada teman sebangkunya itu.

"Gue gak tau maksud lo dari kata 'keliatan beda' itu. Gue tetep Rachel yang lo kenal, kok."

"Gue tau waktu lo bohong ke gue apa enggak. Bilang aja Rachel, lo ada masalah apa?" Desak Amber dengan nada khawatir.

"Yah, jujur bukan masalah apa-apa, sih. Bisa dibilang cuma masalah sepele, gue—"

Kalimat Rachel terpotong ketika ada seseorang yang menepuk bahunya lembut. Rachel menoleh, di belakangnya ada salah satu sahabatnya yang lain, Ninda.

"Chel gue tadi liat lo jalan kesini sendirian. Mana tuh si Miko, tumben banget nggak barengan kalian berdua."

"Duh, si Rachel tadi mau ngomong. Suka banget potong omongan orang." Decak Amber yang dibalas dengan pelototan dari Ninda. Sedangkan Amber tetap memasang muka bodo amatnya.

"Gue putus dari Miko."

"...."

"....Hah!" Pekikan keduanya membuat seluruh pandangan teman sekelas Rachel tertuju ke arah tiga gadis itu berkumpul.

"Sssttt! Jangan teriak, dong!"

"Woy, jelasin kampret. Enggak salah denger kan gue?" Tuntut Ninda, sedangkan Amber kembali pada mode kalemnya lagi.

Rachel menatap keduanya dengan tatapan memelas. "Nanti deh gue jelasin."

"Gak mau tau, pokoknya nanti pas di kantin lo harus ceritain semuanya ke kita." Ninda langsung kembali ke bangkunya setelah mengucapkan kalimat itu.

Di sisi lain, Rachel hanya bisa diam sambil menghembuskan nafas pasrah. Bisa ditebak bahwa nanti dirinya akan diinterogasi habis-habisan oleh kedua sahabatnya itu.

BACK TO YOU [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang