Happy new year! Enjoy the last chapter.
"Jadi memang kau yang menghamilinya?" tanya James.
Max sudah sebisa mungkin membulatkan tekadnya untuk menghadapi James. Tetapi ketika berhadapan langsung dengan ayah Jesse, nyalinya menciut begitu saja. Rasanya Max seperti mengalami inspeksi dari orang yang tidak ia kenal. Padahal ia mengenal James seumur hidupnya sebagai tetangga sebelah rumahnya. James sengaja mengajukan pertanyaan saat Max sedang berusaha menelan. Untung saja Max masih ingat caranya.
Max berdeham untuk membersihkan tenggorokan. Berharap tidak ada apapun yang tersangkut. "Ya, Sir."
"Ini bukan salahnya, Dad. Aku bahkan tidak memberitahunya," kata Jesse tenang. Terima kasih, Tuhan, Jesse masih membelanya. Setidaknya Max tidak terlihat terlalu menyedihkan.
"Benarkah?" James menaikkan alisnya. "Kupikir kau yang punya alat kelamin."
Max kali ini betul-betul tersedak seperti semua orang lainnya yang ada di meja makan. Max merasakan keringatnya mengucur di balik punggung jika diingatkan bahwa ia punya benda pusaka yang bisa saja dilibas James.
"Ini meja makan, Dad. Demi Tuhan!" tegur Jesse.
Kevin tergelak. "Kau mungkin harus waspada, Max."
"Apa yang salah?" sergah James. "Aku mengatakannya dengan sopan."
"Tidak terlalu sopan di meja makan, kau tahu," kata Janice. "Untung aku sedang menggendong Starr. Kalau tidak, sendokku sudah melayang ke arahmu."
"Janice, kau mungkin ingin aku menggantikanmu. Kau pasti ingin makan," kata Cara.
"Tidak," tolak Janice. "Aku suka sekali menggendongnya. Aku selalu ingin punya cucu."
"Kau akan punya, Mom," balas Jesse.
"Benar," kata Kevin. "Dua."
"Ya. Aku sangat senang waktu kau bilang aku akan punya cucu. Tapi aku tak tahan memikirkan kau melalui itu sendirian dengan dua bayi."
"Dia tidak sendirian," kata Gerald. "Dia punya kita semua. Sekalipun jika Jesse memang tidak tahu siapa ayahnya―"
"Ayah yang kau bicarakan ada di sini, Dad," kata Max. "Jangan membicarakanku seolah aku tak ada. Aku akan menjadi ayah bayi-bayiku. Aku akan pastikan mereka aman."
"Sungguh, Maxime," cibir James. "Bagaimana caramu melakukannya? Kulihat, kau baru saja datang."
"Aku tidak akan pergi lagi," tukas Max. "Aku memang bersalah karena tidak mengetahui lebih awal, tapi Jesse akan mendapatkan yang terbaik. Begitupun dengan anak-anak kami. Maka dari itu, aku akan menikahinya."
"Apa?!" pekik Jesse.
"Oh, Maxime!" desah Janice.
Jesse menarik lengan Max dan berbisik meski semua orang masih bisa mendengarnya. "Menikah apa? Kita tidak pernah membicarakan tentang pernikahan."
"Kita membicarakannya sekarang. Memangnya apa salahnya?" balas Max.
"Bayinya akan butuh ayah," jelas Gerald. "Aku ingin mereka menikah segera. Kau pasti setuju denganku, James."
"Memutuskan pernikahan itu mudah saja," kata Cara. Ia melirik Rick yang makan dengan tenang. "Kami sudah membuktikannya."
"Pertama, di hadapan Tuhan. Kemudian semuanya bisa diurus," imbuh Rick.
"Sepertinya, kalian sudah membicarakan ini," kata James.
"Memang," kata Kevin. "Beverly House siap untuk pesta pernikahan kapan saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
RECOVER ME
RomanceBEVERLY HOUSE SERIES #2 √ Completed √ Jesslyn McGraw baik-baik saja selama menjauh dari mantan kekasihnya, Maxime Beverly. Jesse sebisa mungkin menghindari Max yang tampan, penuh pesona, dan berbakat mematahkan hati wanita. Tapi Jesse tidak bisa mel...
