Perempuan lain

4 0 0
                                        

"iya, dia cantik. memang sulit untuk mendapatkan hatinya"

Itulah kata-katamu di malam yang secara instan mejadi dingin karena ucapanmu. Bahkan teh hangat yang ku pegang tak terasa hangat lagi. Seperti teh itu tahu fakta bahwa dirimu memiliki orang lain di hidupmu membuat hatiku mati rasa.

Aku meringkuk di sudut kamar mengambil buku catatanku tentangmu

Dan celotehan ini tertulis di buku itu :

Sudah cukup kau menyakitiku!
Seenaknya saja kamu untuk cerita tentang kekasihmu yang baru.
Kau kira aku ini siapa?

Teman barumu?
Atau tempat sampahmu yang bisa menampung segalanya yang kau rasakan?

Bagiku, kau adalah sesuatu.
Sesuatu yang pernah mengambil bagian besar di hidupku.
Seperti sudah tetatto jelas di nadiku.

Hatiku seperti tertusuk oleh nadiku sendiri yang berkhianat
Sakit rasanya mendengan kau memuja perempuan lain
Memujinya dengan segala kecantikan, kelucuan, dan semuanya tentang dia
Kau suka caranya belajarnya yang suka tertidur
Kau suka ketika ia diam-diam mengigiti kukunya ketika grogi berada di dekatmu
Tubuhnya yang mungil akan tetapi ringkih itu membuat kau merasa harus selalu melindunginya

Mungkin memang bukan diriku yang kau inginkan
Melihat kau tertawa lepas bahagia ketika kau menceritakan tentang perempuan itu memang menyakitkan. Sangat menyakitkan.
Namun bukankah melihat kau bahagia termasuk dalam salah satu bucket list ku tahun ini?

Jika kau bahagia dengannya, lanjutkanlah.
Aku, titik kecil dari hidupmu, akan berusaha untuk bahagia juga.
Tetapi secara perlahan-lahan
Menunggu waktu yang tepat untuk lanjut melangkah

Coba carilah mengelilingi bumi
Apa ada orang lain yang mau menggantikanku untuk tetap mengingatkanmu untuk tak lupa mengingatkan kekasihmu untuk makan agak ia tidak sakit?

Karena jujur saja, aku lelah.

Dear you,Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang