"lebih baik kehilangan hp daripada kehilangan gebetan"
begitulah kata-kata yang keluar dari mulutmu malam itu
sebelumnya, aku turut sedih atas kau yang kehilangan pujaan hatimu
memang banyak orang yang datang hanya untuk pergi
pertemuan hanya suatu awal yang akhirnya akan berjalan ke arahnya masing-masing
tak mudah untuk bersatu, jika tidak ada usaha berdua
percuma kau berusaha sekuat mungkin kalau memang perempuan itu tak berkehendak serupa
maaf jika aku masih berada di bayang-bayang kehidupanmu bahkan hingga saat kekasihmu pergi begitu saja
menyakitkan bukan?
ku harap kini kau tahu rasanya ditinggal tanpa alasan
janji manis yang keluar hanya akan menjadi realita pahit yang kau harus terima
Kini setelah kau tahu rasanya ditinggal sang mentari, apa ada sepetik kata yang ingin kau ucapkan kepadaku?
Karena hingga detik ini pikiranku masih penuh dengan tanda tanya.
Mengapa engkau pergi?
Apa aku tidak pantas bagimu?
Kalau wanita itu hanya main hati kepadamu, percayalah, kau berhak mendapatkan yang lebih baik
Kau seharusnya mendapatkan wanita yang bisa mencintaimu sebesar kau mencintainya.
Yang bisa sabar dengan emosimu yang terkadang tak tentu
Oh, bukan, bukan aku yang ku maksud.
Tentu kau bisa mencari yang lain
Karena aku sudah cukup sampai di sini
Meski aku masih menaruh rasa, aku tahu segala harap akan sia-sia
Menurutku kau yang bisa membuatku seutuhnya hidup, tapi Sang Maha Kuasa tahu aku bisa mendapatkan sosok yang lebih baik darimu.
yang tak sekadar memberi harapan dan kenangan lalu pergi membangun cerita bersama orang lain
Toh, aku ini tak pantas buatmu kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear you,
PoetrySekumpulan celotehan abstrak tentang jalan cerita kita dari sudut pandangku. Kisah yang tidak diketahui kapan tamatnya; tergantung dari pemeran utama cerita ini, yaitu kau.
