Tahun baru (2)

5 0 0
                                    

Apakah memang hidup seperti ini?
Laksana daur yang terus mengulang
Teringat kembali diriku tentang tahun baru

Tahun baru hanyalah hal yang natural untuk terjadi
Diulang dengan sama setiap tahunnya
Kembang api, barbercue, dan terompet
Tak ada yang berbeda
Lalu, mengapa orang selalu begitu antusias menyambut pergantian tahun?

Mungkin meskipun pahit namun tetap manis di dalamnya
Dan orang-orang ingin berterimakasih atas kenangan manis selama tahun itu sebelum akhirnya tergantikan dengan tahun yang masih putih baru tak tersentuh.

Terima kasih.
Akupun ingin berterima kasih padamu di malam penghujung tahun ini.
Terima kasih telah datang secara tak terduga di hidupku
Telah mengajariku untuk selalu berharap walau tak pasti
Terima kasih juga atas kenangan indah yang tak pernah ku rasakan sebelumnya
Kenangan yang masih menghantui pikiranku hingga detik ini
Terima kasih karena telah mengambil bagian dalam hidupku ini
Walau sebentar, namun akan selalu ku ingat dalam-dalam

Semoga di tahun yang akan datang, kau bisa bahagia dengan apa yang kau tekuni. Dengan apa yang membuat kau pergi
Tak harus denganku. Bisa saja dengan anak sekolah lain atau orang acak yang kau temui di sudut taman.
Biarlah aku di sini mencoba melangkah dari masa lalu.
Bagai ingin keluar dari kandang yang kuncinya kau pegang.
Mencoba menulis bab baru di buku yang masih kosong.

Jangan kau nodai lagi.
Karena aku tak tahu apakah aku sanggup melewatinya lagi?

Meskipun ku tak tahu mengapa engkau pergi menjauh, ku harap yang terbaik untukmu di tahun yang akan datang.

Senang pernah mengenalmu, sobat.

Dear you,Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang