Ini tentang sebuah kisah yang belum rampung
Akupun masih ragu akan jalan ceritanya
Kemarin banyak tuaian kau beri padaku depan orang lain
Kau menjagaku ketika orang lain berusaha menghujat
Kau selalu mengatakan bahwa aku adalah orang yang terlalu baik
Banyak orang yang tak berhak mendapatkannya, tetapi tetap ku beri kebaikan tulus
Begitu katamu.
Namun, sepertinya hari ini sudah tak sama dengan hari lalu
Aku hanya diam di sini menatap kepergianmu dengan wanita lain
Tetapi kini kau membenciku?
Yang dulunya menyanjung, kini menjatuhkan
Yang dulunya membenarkan, kini menyalahkan
Tak mengerti dimana logikamu, mungkin sudah terlalu banyak dipakai untuk menggombali perempuan lain
Kau boleh pergi, tetapi janganlah mencoreng nama ku di depan kekasihmu yang baru agar kau terlihat lebih sempurna
Tidak bisakah kau ingat aku sebagai seseorang yang pernah meninggalkan jejak berarti di hidupmu?
Ah, mungkin memang aku ini terlalu baik seperti katamu.
Yang masih saja tak membenci walau kini dibenci
Ditinggal pergi olehmu, aku sanggup.
Namun,
Dibenci olehmu, ku rasa aku belum sanggup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear you,
PoesíaSekumpulan celotehan abstrak tentang jalan cerita kita dari sudut pandangku. Kisah yang tidak diketahui kapan tamatnya; tergantung dari pemeran utama cerita ini, yaitu kau.
