Extra Part (2)

1.1K 93 4
                                        

Warn: Cheesy Af!

Jojo dengan langkah percaya dirinya memasuki Florist. Apalagi kalau bukan mau beliin bunga buat Dara? pede banget ya dia kadang-kadang. Padahal, Dara agak malu kalau dikasih bunga dan semacamnya. Dara rada berbeda sama cewek-cewek lain.

Ingat kan waktu pertama kalinya Dara nerima bouquet bunga dari Jojo? rasa malunya sampai-sampai bisa kali itu dimasukin kulkas dulu, besoknya masih bisa dirasain. saking awetnya.

"mawar merah nya dong, mbak" ucap Jojo sambil tersenyum kepada pegawai yang sering dijumpainya dari 3 tahun belakangan ini. Yang biasanya cuma ketemu waktu hari ibu, sekarang gak cuma itu. Maaf ya, bucin.

Pegawai perempuan itu ikut tersenyum, "oke" ucapnya, lalu mulai mengerjakan bouquet bunga yang diminta Jojo

Sembari menunggu, Jojo dengan iseng melihat history chatnya. Dan benar aja, Dara belum balas chatnya dari semalam. Jojo makin dibuat ketar-ketir. Rasanya mau buru-buru cari tau, deh. Apa gini juga ya yang Dara rasain waktu dia sendiri gak ada kabar?

Then, a bouquet of red roses as a request is coming to him.

Walaupun khawatir, Jojo tetap bangga sama usahanya. Gemes banget rasanya kalau inget Dara yang senyum-senyum gitu...aduh, tolong.

Ngebayanginnya aja udah kelewat bahagia. Lebar senyumnya bisa kali dibilang dari ujung muka, ke ujung mukanya lagi saking senangnya.

"Lain kali, ajak kesini dong pacarnya, biar dia yang milih sekali-sekali" ucap pegawai itu, sambil menyerahkan bouquet bunganya kepada Jojo

Jojo tersenyum, "boleh deh, kapan-kapan saya ajak,"

Tyna terlonjak dari kegiatan memasaknya, lalu berlari kecil kearah pintu setelah mendengar suara bell yang menyebar ke seluruh ruangan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Tyna terlonjak dari kegiatan memasaknya, lalu berlari kecil kearah pintu setelah mendengar suara bell yang menyebar ke seluruh ruangan

Seketika ia tersenyum lebar, "aduh, ganteng! ditungguin tau, kok gak bareng mama, sih?" ucap Tyna

Jojo menyaliminya, juga mencium pipi wanita paruh baya itu dengan diiringi senyum juga. "Nanti nyusul, tan, sama papa juga" jawabnya

Tyna mengangguk, "yaudah yuk masuk!" ucapnya. Namun setelah melihat Jojo yang celingak-celinguk, Tyna jadi makin tau kenapa cowok itu gak berhenti-berhenti ngeliat pintu berwarna hijau pastel dari tadi.

"Tengokin Dara gih, Jo. Kayaknya dia lagi sakit perut...cewek, biasa" ucap Tyna sambil meringis

Jojo mengangguk mengerti, "pantesan gak ngabarin apa-apa dia, boleh masuk, tan?" tanya Jojo

Tyna mengangguk, "boleh dong, eh ngomong-ngomong, romantis bener pake bawa bunga. Duh, inget muda lagi" ucapnya sambil tertawa geli

Jojo ketawa, "nanti deh, buat tante spesial lagi"

Tyna memukul bahu Jojo pelan, "bisaan sih, kasep sep sep! Udah ah, mau lanjut masak lagi, digodain mulu udah tua gini" ucapnya lalu kembali berlalu kearah dapur.

Premonition | Jonatan ChristieStories to obsess over. Discover now