Jojo dengan langkah percaya dirinya memasuki Florist. Apalagi kalau bukan mau beliin bunga buat Dara? pede banget ya dia kadang-kadang. Padahal, Dara agak malu kalau dikasih bunga dan semacamnya. Dara rada berbeda sama cewek-cewek lain.
Ingat kan waktu pertama kalinya Dara nerima bouquet bunga dari Jojo? rasa malunya sampai-sampai bisa kali itu dimasukin kulkas dulu, besoknya masih bisa dirasain. saking awetnya.
"mawar merah nya dong, mbak" ucap Jojo sambil tersenyum kepada pegawai yang sering dijumpainya dari 3 tahun belakangan ini. Yang biasanya cuma ketemu waktu hari ibu, sekarang gak cuma itu. Maaf ya, bucin.
Pegawai perempuan itu ikut tersenyum, "oke" ucapnya, lalu mulai mengerjakan bouquet bunga yang diminta Jojo
Sembari menunggu, Jojo dengan iseng melihat history chatnya. Dan benar aja, Dara belum balas chatnya dari semalam. Jojo makin dibuat ketar-ketir. Rasanya mau buru-buru cari tau, deh. Apa gini juga ya yang Dara rasain waktu dia sendiri gak ada kabar?
Then, a bouquet of red roses as a request is coming to him.
Walaupun khawatir, Jojo tetap bangga sama usahanya. Gemes banget rasanya kalau inget Dara yang senyum-senyum gitu...aduh, tolong.
Ngebayanginnya aja udah kelewat bahagia. Lebar senyumnya bisa kali dibilang dari ujung muka, ke ujung mukanya lagi saking senangnya.
"Lain kali, ajak kesini dong pacarnya, biar dia yang milih sekali-sekali" ucap pegawai itu, sambil menyerahkan bouquet bunganya kepada Jojo
Jojo menyaliminya, juga mencium pipi wanita paruh baya itu dengan diiringi senyum juga. "Nanti nyusul, tan, sama papa juga" jawabnya
Tyna mengangguk, "yaudah yuk masuk!" ucapnya. Namun setelah melihat Jojo yang celingak-celinguk, Tyna jadi makin tau kenapa cowok itu gak berhenti-berhenti ngeliat pintu berwarna hijau pastel dari tadi.
"Tengokin Dara gih, Jo. Kayaknya dia lagi sakit perut...cewek, biasa" ucap Tyna sambil meringis