3: Fall into you

1.8K 150 0
                                        

Dara akhirnya bangun, mendapatkan Jojo yang sudah tidak ada dihadapannya. Hell no, jangan bilang dia udah tidur kelamaan melebihi pasien tapi gak dibangunin?!

Dengan langkah yang terkesan panik, Dara langsung menarik jaketnya Dan mencari pusat administrasi.

"Sus, atas nama--" Dara tambah panik saat ternyata nama yang baru mau ia sebut ternyata sedang melangkah kearahnya.

"Jonatan Christie. Saya mau ngelunasin administrasinya". Ucap Jojo tanpa beban. Dara gelagapan bukan main, dengan sibuk merapihkan rambutnya.

"Lo kenapa?" tanya Jojo. Dara nengok, sambil menengadah, buat natap Jojo balik aja susah, tinggi banget. Dara emang bingung mau jawab apa. Kesannya jelek banget kan pasti dimata Jojo?

"Hah? Emang gue kenapa?" Setelah Dara bilang gitu, percaya, detik selanjutnya dia nyesel banget udah nanya pakai pertanyaan tanpa mutu sedikitpun.

Jojo ketawa, "perasaan gue yang pingsan deh, haha. Tapi lo emang keliatan cape banget kayaknya," ucap Jojo.

Tuhkan, berarti Jojo emang lihat Dara tidur? Demi apapun, disinilah rasa malu seorang Dara naik dan bikin mati kutu. Astaga, separah itu ya emangnya?

Dara menarik nafasnya dalam "maafin gue ya, kemarin kak Tari minta gue nungguin lo, maaf banget juga gue ketiduran, gue juga--malu," ucapnya dengan suara yang kecil diakhir kalimat. Bibir Jojo kembali tertarik

"Nope. Gue udah minta Tari kesini buat bawain dompet gue segala macem. Udah gue kabarin pake telfon umum, dia juga ngasih tau soal semalam. Lo harusnya istirahat, gak nungguin gue gak jelas, maaf ya, Dara"

Dara menghela nafas lega, dan mengangguk paham. Tapi sebentar, Dara?! dia mengangkat name-tagnya,

"Janendra Jane, am I right?"

Wow Jonatan Christie, how can?!

Dan setelahnya, reminder notification dari handphone Dara berbunyi, 'meeting bareng RAN' Dara langsung menatap Jojo yang juga sedang menatapnya

"Gue harus--"

"Meeting sama RAN? yaudah, hati hati" kata Jojo, dibalas dengan anggukan kepala dari Dara.

"Terus lo?" tanya Dara

"Aduh Dar, gue bukan anak kecil"

"Bukan itu, gimana kalau fans lo--"

"Gue belum setenar itu, Dar. lo keburu ditungguin," kata Jojo.

"Okay, gue duluan ya!" Kata Dara. Jojo menjawab dengan anggukan, dan senyum yang is tahan mati matian, kalau mau percaya.

Dara langsung berjalan keluar rumah sakit. Sebelum benar-benar hilang, "Dar! titip salam sama Nino ya!" teriaknya, yang dibalas dengan tawa dari Dara. Ran for your life, yas.

"Oke, deh!" Sahut Dara.

Jojo harusnya gak ngebiarin Dara pergi secepat itu, Kan? Harusnya dia cari cara buat lebih banyak ngomong sama Dara.
He already falls into Her.

Waktu makan siang benar-benar mengingatkan Dara, kalau dia sama sekali gak makan dari semalam

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Waktu makan siang benar-benar mengingatkan Dara, kalau dia sama sekali gak makan dari semalam. Meeting bareng RAN baru aja selesai. Dan, Dara beneran nitipin salam ke Nino, dari Jojo. Setelahnya Nino ketawa, lucu aja menurutnya.

"Dar ayoo, makan siang dulu yuk!" ajak Sesa sambil membawa dua buah nasi box kearah Dara.

"Kali ini apaan, Ses?" tanya Dara

"Semur sama-- buncis?" Ucap Sesa sambil membuka tutupnya nasi box. Dara cuma manggut manggut.

"Oke, deh" ucapnya.

"Kemarin itu si Jojo drop? Makanya lo yang dititip buat ngejagain?" tanya Sesa, Dara mengangguk.

"Iya. Dia bener bener rising star gitu gak sih? Lagi bersinar banget, gak salah kalau dia drop kemarin, Ses. Keren banget" ucap Dara dengan kesibukannya di tengah- tengah makan.

"Gila sih, definition of perfection gitu kali, ya?" goda Sesa.

"Gak gitu juga, kali!" Ucap Dara sambil misuh misuh, karena terlalu memuji Jojo diawal.

"Hmmm, tapi liat deh, lo kayaknya muncul sedikit di beberapa artikel" kata Sesa sambil menyodorkan handphonenya kearah Dara.

Dara mengernyit, "waduh, ini artikel sinting banget tau gak? Lambe turah banget iya kan? Ses, gue malah mikir ke Jojonya. Dia baru naik banget sumpah, semoga aja ini berita cuma angin lalu, gue gak mau semuanya jadi gara gara gue" ucapnya panjang lebar

Sesa mengangguk setuju, "iya Dar, gak jelas juga buktinya. Kan lo cuma nganter terus nungguin. Dia juga pingsan bukan gara-gara lo. Calm down,"

Dara tau rasanya, karir yang gemilang dirusak sama suatu hal yang kecil tapi gak akan bisa ditolak mentah mentah.

She afraid to fall for something.
Something, like that.

Premonition | Jonatan ChristieStories to obsess over. Discover now