Part 6

1K 48 2
                                        

“Bumi adalah pelanet daratan yang didalamnya terdapat orang yang kita cintai di kehidupan kita”

Dinginnya dini hari memasuki celah-celah ventilasi menusuk tubuh lelah dua insan memaksanya untuk bergegas sadar dari alam mimpinya.

Nahza membuka perlahan matanya sambil meregangkan otot-ototnya yang pegal. Betapa kagetnya Nahza ketika membalikkan posisi badannya melihat Ezra dihadapannya yang sedang tertidur lelap. “Haaa! Zra bangun lu ngapain di sini?”

“Mas masih ngantuk Din, sana!” Ezra masih belum tersadar dari tidurnya.

“Hah?” Nahza membelalakan mata tak percaya dengan tingkah laku Ezra “Zra bangun!” Nahza meneriaki dikuping Ezra.
“Ardina!” Ezra syok melihat yang membangunkannya bukan lah Ardina adiknya melainkan Nahza. “Ngapain lu dikamar gua?”

“Mata lu picek! ini kamar gua! lu yang ngapain disini?” sungut Nahza kesal.

“Eh iya ya.” Kenapa gua ada di sini yah-batin Ezra. Nahza hanya menanggapinya dengan memonyongkan bibirnya.

Setelah sekian detik mereka mencerna dan mengumpulkan nyawanya yang sedang berhamburan mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
Gua kan kemarin abis nikah sama Ezra yah,-batin Nahza
Oiya Nahza kan istri gua sekarang,-batin Ezra

Nahza dan Ezra saling memandang satu sama lain hanya bisa memasang senyum, seakan terdasar dari kebodohan mereka, sampai bisa melupakan hal terpenting dalam hidupnya.

“Jam berapa?” Ezra melirik ke dinding ruangan mencari jam bertengger.

“Jam setengah lima. Mandi duluan aja, nanti jam 5 bangunin ya mumpung hari minggu!” Nahza pun menarik selimutnya kembali.

“Sekarang hari minggu?” tanya Ezra

“Iya. Kenapa?” bingung Nahza

“Ya apmpun kenapa bisa lupa sihh.” Ezra menepuk jidanya kemudian bangkit dari tempat tidur dengan tergesa-gesa.

Nahza tampak cuek dengan apa yang dilakukan Ezra. Sekian lama Nahza memcoba untuk tidur kembali tetapi mataknya tidak singkron. Akhirnya Nahza memutuskan untuk bangkit dari tempat tidurnya duduk di atas kasur mengumpulkan kesadarannya mengambil Handphone di atas nakas dan membuka beberapa pesan WhatsApp.

Damar

Kak
Bisa hadir gak? hari ini saya tanding

Dimana? jam berapa?

Di gor pajajaran kak jam 8 pagi
Bisa dateng kan kak?

Oh oke deh
Kamu jemput saya tapi yah

Hemmm

Iya deh kak

Ezra keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapih memakai sepatu dan jaket. Pakaian Ezra menimbulkan tanya di benak Nahza.

“Mau kemana pagi-pagi?” tanya Nahza sambil menaruh handphonenya kembali di atas nakas

“Tanding.” Sambil membereskan perlengkapan yang di bawa Ezra menjawab pertanyaan Nahza

Pacar HalalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang