Assalamualaikum reades 😄
AleyMahendra1010
Igosatria27
CucusLeo
Rozifah
Naylatulisma
FirdaZafirahFuad
Syukron untuk kalian yang udah mau bantu vote cerita saya
________________________________
"Ketika cinta datang tiba-tiba, tak terkira dan tanpa aba-aba kita bisa apa?"
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai dirumah.
"Ay udah sampe." tidak ada jawaban dari Nahza kemudian Ezra menengok ke belakang ternyata Nahza tengah tertidur. "Kebiasaan deh."
Ezra mensetandarkan motornya kemudian turun sambil tangannya menopang badan Nahza kemudian Nahza di gendong menuju kamar oleh Ezra.
Ezra melepaskan sepatu dan atribut sekolah milik Nahza secara perlahan agar tidur Nahza tidak tergangu.
Azan magrib berkumandang, Ezra membangunkan Nahza yang tadi tertidur pulas. "Na bangun udah magrib." Nahza masih tidak bergeming dari posisinya. "Na ayo bangun udah magrib." sambil mengguncangkan lengan Nahza.
"Hemm." gumam Nahza sambil membuka perlahan matanya.
"Bersih bersih gih, abis itu shalat magrib, 'aa mau ke masjid." yang hanya dibalas gumaman oleh Nahza.
Setelah Ezra menghilang diambang pintu Nahza baru sepenuhnya tersadar dan dengan reflek terbangun dari tidurnya memeriksa atribut sekolahnya yang sudah tidak melekat di badannya seketika muka Nahza memerah seperti tomat mengingat siapa lagi kalo bukan Ezra yang mencopotnya. "Bego banget sihh Na! bisa-bisanya sampe ketiduran gitu." Nahza merutuki kesalahannya setelah itu beranjak ke kamar mandi."
Setelah Nahza selesai bersih-bersih lalu berbaring kembali di kasur sambil menunggu Ezra pulang. Beberapa menit kemudia Ezra pulang dari masjid.
"Assalamualaikum" salam Ezra memasuki rumah
"Wa'alaikumussalam." jawab Nahza dan bergegas bangkit dari kasur membukakan pintu untuk Ezra.
"Mau dibuatin minum ? teh apa kopi?" tanya Nahza menawarkan pada Ezra.
"Boleh, teh anget aja."
"Oke." Nahza segera beranjak ke dapur membuat dua gelas teh hangat. Selesai membuat teh hangat Nahza mencari keberadaan Ezra yang tengah asik menonton televisi di ruang keluarga. "Ini tehnya."
"Makasih Nana." Ezra menyesap teh hangat yang tadi dibuat Nahza.
"Eemmm 'a?" Nahza menundukkan pandangannya sambil menatap tangannya yang sedang memilin bagian bawah bajunya.
"Iya?" Ezra mengalihkan pandangannya lalu menatap Nahza.
"Nana boleh gak besok ikut ngedanus bareng anak rohis buat acara PHBI?" "Kalo 'aa mau ikut juga boleh kok." sambil memasang babyface-nya Nahza memohon pada Ezra. "Eh tapi kalo gak dibolehin juga gak kenapa-kenapa kok." Sergah Nahza segera.
Ezra tersenyum melihat tingkah Nahza "Kalo Nana mau ikut boleh kok, tapi 'aa gak bisa ikut, kan Nana tau, 'aa harus ikut rohis terus pulangnya harus bantu ayah di kantor."
"Jadi Nana boleh ikut?" yang dibalas anggukkan kepala oleh Ezra. Saking bahagiannya Nahza tanpa sadar memeluk Ezra. "Makasihh 'a"
---
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacar Halal
Novela JuvenilBagaimana rasanya pacaran dengan sahabat, tapi pacaranya gak nimbulin dosa? Itulah yang dirasakan oleh Nahza dan Ezra sepasang sahabat yang berujung sebagai sepasang insan hingga akhir hayat. #8 romantisme 09/09/2019 #7 perselisihan 20/07/2019 #9 ba...
