•Cinta dalam istikharah•
Enggak ada yang mau ngucapin nih? Kan Author nya lagi ultah 😅..
***
Tiga jam berlalu, atas kejadian pertengkaran Tya dengan Royya. Namun, sampai sampai sekarang Aisy belum juga menampakkan dirinya.
Tya nampak gusar, tak henti-hentinya Ia berjalan mondar-mandir di dalam kamar ini. Yani yang melihat itu terheran-heran, mengapa Tya melakukan hal absurd itu?
"Tya."
Yani yang semula duduk di kasur menghampiri Tya. Ia langsung memegang pundak Tya, hingga membuat sang empu berhenti melakukan aktivitas nya.
"Ada apa?"
Tya menghela nafas gusar, lalu detik berikutnya Ia menatap wajah Yani dengan seksama.
"Ukhti, tau Aisy dimana?"
Yani mengerutkan keningnya, Aisy? Sejak tadikan dirinya belum bersama Aisy? Dia ikut bersama Tya. Tya lupa atau gimana sih?
"Ana, enggak lihat Ty. Kan ana ikut sama Ukhti terus!" Jelas Yani.
"Udah tiga jam, Aisy enggak balik ke Kobong. Ana takut dia kabur yan. Karena kejadian di kolam itu," Ucap Tya dengan nada lemas.
"Alah! Paling juga kabur karena enggak kuat di pesantren! Iman nya masih cetek tuh," Ujar Zulla yang sedang duduk bersandar sambil membaca.
"Ty, Zull, jangan su'udzon, Allah itu enggak suka kita banyak berburuk sangka. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah dari banyak prasangka, sesungguhnya banyak dari prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah diantara kamu yang megunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik, dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah maha penerima taubat, maha penyayang.
(Q.S Al-Hujurat :12)""Ana enggak su'udzon tapi itu fakta ya!" Tegas Zulla.
"Fakta? Apa buktinya?" Tanya Yani tajam.
Zulla terdiam, benar tak ada bukti yang kuat bahwa Aisy kabur. Bisa saja kan, Aisy sedang ada di sekitar pondok.
"Diem? Enggak ada bukti kan?" Ucap Yani tersenyum sinis.
Tya yang melihat itu segera menarik tangan Yani untuk menemui pengurus pondok Akhwat.
Sedangkan Zulla masih terdiam dengan segala pemikiran nya tentang Aisy. Apakah benar Aisy kabur? Apa penyebab nya?
"Apa gara-gara omongan ana tadi?" Gumam nya.
Lalu detik selanjutnya, Zulla tersenyum sinis. Jika benar Aisy kabur, baguslah! Penyebab masalah itu telah lenyap.
***
Seorang pria bersarung dengan koko putih yang melekat di tubuhnya disertai peci hitam itu duduk diam. Matanya menyorot penuh ke khawatiran. Entah apa yang di pikirkan nya saat ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dalam Istikharah
Teen FictionIni tentang kisah Aisy Jazeera al mubarakah, yang harus rela menerima kenyataan bahwa dia harus pindah ke penjara suci itu, akibat Fitnah dari Kakak kelasnya sendiri. Pesantren? Menurut nya itu sama sekali tidak sesuai dengan zaman yang serba moder...