Vote dan komen ya kawan :))
Biar Dhea semangattt hihiii..Follow ig : @dhearestya_
****
"AISY? AZMI?"
Untuk satu hal ini enggak mungkinkan?!
Aisy dan Azmi kompak terdiam kaku ditempat, walaupun jarak mereka tak terlalu dekat tetap saja perasaan mereka was-was apalagi sekarang mereka terciduk oleh tim kedisiplinan pesantren.
Aisy merasa seperti orang yang telah melakukan kesalahan karena bertemu dengan Azmi, lagian tim kedisiplinan tumben kesini. Bukan Aisy saja yang cemas, Azmi juga merasa sangat cemas apalagi tim kedisiplinan kian mendekat, Azmi merasa seperti orang yang ketahuan pacaran di pondok."Kalian ngapain berduaan disini?" Pertanyaan dengan suara yang Aisy yakini suara Ustadzah Salma membuat Aisy menoleh dengan kaku.
"Loh Ustadzah juga ngapain disini?" tanya balik Aisy.
Azmi menghela nafas kesal, Aisy ngapain ngomong kayak gitu ke Ustadzah Salma. Dia ingin dihukum atau bagaimana!
"Kalian ikut kita ke kantor!" ucap Ustadz yang kiranya seumuran dengan Ustadzah Salma.
Aisy dan Azmi mengangguk lalu mengikuti beberapa Ustadz dan Ustadzah yang kelihatan sangat galak, Aisy terus merapalkan doa dalam hati agar tidak terjadi hal yang ada dipikiran Aisy.
***
Tya, gue enggak tau apa yang gue lakuin benar atau enggak. Gue pergi ke taman belakang buat nemuin orang yang udah neror gue. Kalau terjadi apa-apa tolong cari tau siapa yang nulis surat yang ada disamping surat ini.
- Aisy Canteek :)))
Tya terdiam kaku dikasurnya, pikiran buruk tentang Aisy masuk begitu saja kepikirannya. Apa yang terjadi pada Aisy sekarang, dia menghela nafas lalu memperhatikan dengan seksama tulisan yang katanya surat teror dari seseorang.
"Sebenarnya apa yang orang itu mau dari Aisy?" tanya Tya mencoba memecahkan masalah itu.
"ASSALAMUALAIKUM TYA! GAWAT!"
Yani dan Siti berteriak heboh memasuki kamar, padahal kamar kan sedang sepi hanya ada Tya saja. Membuat fokus Tya terpecah melihat kedatangan dua Santriwati dengan engos-engosan.
"Wa'alaikumsalam, ada apaan sih?" tanya Tya heran.
Siti duduk disamping Tya sedangkan Yani duduk di kasur sebrang mereka, wajah Siti nampak panik begitupun Yani tapi wajah Yani nampak seperti orang kecewa.
Ada apa sebenarnya?
"Aisy, kayaknya mau di tazir karena ketahuan pacaran," ucap Siti cepat.
"Hah? Pacaran sama siapa?"
Tya benar-benar bingung dengan situasi sekarang, setau dirinya Aisy tak pernah membicarakan bahwa dirinya menyukai seseorang atau menpunyai pacar. Dan sekarang tiba-tiba berita itu muncul.
"Azmi," sahut Yani tak lesu.
Sebentar, Azmi?
Kenapa Azmi, bukannya mereka keseringan debat ya? Lah kenapa tiba-tiba pacaran gitu, otak Tya semakin pusing memikirkan hal ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dalam Istikharah
Dla nastolatkówIni tentang kisah Aisy Jazeera al mubarakah, yang harus rela menerima kenyataan bahwa dia harus pindah ke penjara suci itu, akibat Fitnah dari Kakak kelasnya sendiri. Pesantren? Menurut nya itu sama sekali tidak sesuai dengan zaman yang serba moder...