√Bab 19: Kembali ke Pondok

1K 52 6
                                    

"Takdir Allah itu Simple, tapi jalannya aja yang penuh rintangan."
-Aisy-

***

Suasana pondok masih sama dengan yang terakhir kali dia berada, bahkan rasanya Aisy rindu dengan kegiatan di pondok ini.
Kedatangan Aisy membuat sebagian dari santri disana melihat dengan kepo, apalagi Aisy datang dengan diiringi mobil tim hadroh.

Kedatangan disambut haru oleh kedua sahabat Aisy, bahkan mereka sudah menunggu digerbang bersama Para pengajar. Dan begitu keluar dari mobil, Aisy langsung memeluk sahabatnya itu.

"Aisy, kita kangen!" ucap Yani yang masih memeluk Aisy.

"Gue juga," ucap Aisy.

"Alhamdulillah nak Aisy sudah ketemu, yaudah sekarang kita ketemu dulu sama Umma dan Pak Kyai," ajak Ustadzah Abibah.

Ketiga sahabat itu mengikuti Ustadzah Abibah, sedangkan tim Hadroh hanya menatap bingung kearah gerombolan yang banyak disekitar gerbang. Apalagi ini adalah gerbang utama yang langsung menuju kerumah Kyai.

"Ustadzah Salma, ini kenapa diluar ya?" tanya ustadz Izal.

Ustadzah Salma menghela nafas, "Jangan geer kalian. Mereka pengen liat Aisy setelah denger kabar bahwa Aisy ketemu," jawab Ustadzah Salma.

"Bubar-bubar! Aisy nya udah enggak disini!" perintah Ustadzah Salma.

"Kita enggak ikut ke ndalem nih?" tanya Syakir yang ingin melangkah pergi.

Azmi mencegah tangan Syakir, "ngapain bang? Mending bantuin tim multimedia tuh," ucap Azmi.

"Siapa tau ketemu Ning Kayla," balas Syakir membuat Syaban terkekeh.

"Ning Kayla udah ada yang khitbah kali bang," kekeh Syaban.

"Hah? Masa sih! Siapa bilang sama ana?" tanya Syakir heran.

"Sahabat antum," balas Hafidz membuat Syakir terdiam.

"Udah, mending kita istirahat," ajak Azmi yang nampaknya sudah lelah.

Mereka mengangguk lalu menuju ke kamar, walaupun pikiran mereka tidak fokus. Apalagi Syakir, yang memikirkan Ning gebetannya itu.

***

"Jadi bisa ceritakan kenapa kamu diculik?"

Pertanyaan ustadzah Salma yang tajam itu membuat nyali Aisy menciut.

Ustadzah Abibah dan Umma Aisyah yang melihat itu malah tersenyum lembut kearah Aisy, sedangkan Kyai Ahmad pergi ke bagian pengurus. Biarkan Aisy menceritakan tanpa rasa canggung.

"Enggak apa-apa Aisy, jawab aja," titah Umma Aisyah.

Sebelum menceritakan kejadian sebenarnya, Aisy menghela nafas terlebih dahulu. Ditatap nya orang-orang yang berada diruangan ini.

Semua kejadian yang dia alami, diceritakan tanpa ada bagian yang terlewat sedikit pun, semuanya menyimak dengan baik bagaimana Aisy diculik hingga bagaimana dia bisa lepas dari penculik tersebut.

"Alhamdulillah Aisy, Allah melindungi kamu dan memberi pertolongan," ucap ustadzah Abibah lega.

"Allah itu maha baik walaupun hambanya yang tak pernah mengingatnya sekali pun, maka jatuh cinta lah kepada allah. Maka allah akan senantiasa melindungi mu," ujar Umma Aisyah.

"Ih ngeri ya Sy, kalau Ana jadi Ukhti pasti udah mati duluan Ana ini," ucap Yani ngawur.

"Wes, jangan dibayangin," ucap ustadzah Salma.

Cinta Dalam IstikharahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang