Hoek...hoek...hoek...
Sudah berkali-kali,tepatnya sejak jam lima pagi tadi...hinata terus-terusan bolak-balik ke kamar mandi alasan nya...karena perutnya terus merasa mual,tapi saat di muntahkan tak ada apa pun yang keluar...hanya berupa cairan yg berlendir yang keluar dari mulutnya.
Naruto yang masih tertidur,terbangun karena mendengar suara itu.saat dia membuka mata dia terkejut karna tidak mendapati sosok istrinya yg tertidur di sampingnya,seperti biasa naruto langsung beranjak untuk mencari keberadaan istrinya.
"Hinata"
Seru nya terkejut,bagaimana tidak...saat ini istrinya terduduk di pinggiran clouset dengan keadaan yg sangat pucat dan lemah.
"Na-na...ru..." bisik hinata lemas.
Naruto bergegas mengangkat tubuh istrinya dan merebahkan nya di atas ranjang,setelahnya dia bergegas keluar dari kamar tujuannya adalah kamar bibi nya tsunade.
Skip time
"Bagaimana...apa yang terjadi bibi,kenapa hinata bisa seperti ini,apa dia baik-baik saja" tanya naruto bertubi-tubi.
"Tenanglah...naruto,hinata-chan tidak papa"
"Tidak papa bagaimana...orang ak---"
Bletak
"Ittaiii"
Ucapan naruto terpotong karena bibinya baru saja menjitak kepala nya sehingga berganti menjadi ringisan.
"Kenapa bibi malah menjitak kepalaku...tabbayo" tanya naruto sebal,tapi tangan nya tidak berhenti mengusap kepalanya yang terasa sakit.
"Habisnya,kau itu sangat berisik"
Sebelum naruto membuka suaranya untuk prostes,stunade kembali berbicara...
"Hinata-chan tidak papa,dia hanya butuh istirahat.dia mual-mual itu adalah hal yang wajar karena usia kandungan nya menginjak bulan ke tiga,aku sudah memberi nya fitamin,baik itu untuk daya tahan tubuhnya agar tidak terlalu lemah ataupun untuk mengurangi rasa mual nya.bibi juga sudah memberinya suplement penguat kandungan,jadi jangan cemas"
"Hu'um...arigato bibi"
"Sama-sama bocah,kau tau...aku sangat senang melihat mu seperti ini"
"Maksudnya...?"
"Kau sudah dewasa,bertanggung jawab dan sangat memperhatikan istrimu.kau sangat mencintainya yah...bibi berharap semoga kalian selalu bersama-sama dan hidup bahagia"
Naruto bersemu mendengar nya tapi dia meng amin kan dalam hati dan tidak lupa dia juga mengucapkan terimakasih ke pada bibinya yg selalu ada untuk nya memberi dukungan.
*
*
Hinata membuka matanya setelah beberapa saat yang lalu dia tak sadarkan diri,bisa dirinya rasakan elusan lembut di pipinya yang ternyata perbuatan suaminya.
"Naru" panggilnya lemas.
"Hm,bagaimana keadaan mu sekarang hime" tanya naruto lembut.
"Sudah lebih baik,berapa lama aku pingsan"
Hinata berusaha mendudukan dirinya dan naruto pun membantu nya.
"Kau pingsan selama setengah jam" jawab naruto "minumlah" lanjutnya sambil mengulurkan segelas teh hangat.
Hinata pun meminum nya hingga tersisa setengah "arigato"
"Tidak perlu berterimakasih,karna ini adalah kewajibanku"
Mata hinata berkaca-kaca entah kenapa dia merasa sangat sensitif sekali "kenapa kamu sangat baik sekali anata"
"Tentu saja,karena aku sangat mencintaimu"
"Bagaimana cara aku membalas semua yang telah kau curahkan kepadaku...anata"
"Gampang,tinggal lakukan saja hal yang sama"
"......" hinata diam mendengarkan.
"Memberiku cintamu"
'Aku mencintaimu'
"Curahkan aku dengan kasih sayang mu dan perhatian mu"
'Akan aku lakukan anata'
"Dan---"
"Dan...?" tanya hinata,karena naruto menggantung ucapan nya.
"Dan jangan pernah meninggalkan aku...jangan...apa pun yang terjadi.meski kau marah,benci padaku tolong jangan tinggalkan aku"
"Kau ini...tentu saja,mana mungkin aku melakukan hal itu.kau suami yang sangat baik,perhatian,selalu menjaga ku,menyayangi dan mencintai aku mana mungkin aku marah,benci dan meninggalkan mu.kau ini...ada-ada saja naruto-kun"
Hinata memeluk naruto,menelusupkan kepalanya semakin dalam kedada bidang naruto tempat kesukaan dan ternyaman baginya.
Naruto balas memeluk hinata tak kalah erat,di elusnya punggung mungil yang tertutupi helaian indigo panjang itu.
Dalam hati naruto berucap 'semoga hime...semoga hal itu benar terjadi,aku berharap apa yang kau katakan benar-benar menjadi nyata saat kamu mengetahui kebenaran nya'.
*
*
*
Selama hinata melewati masa tersulitnya,naruto selalu ada di sisinya menjaganya,membantunya dan mengurusi semuanya.seperti saat ini...baru saja hinata memakan makanan nya namun dirinya malah memuntahkan lagi makanan nya hingga mengotori lantai karena tidak sempat berlari ke kamar mandi,baru saja mau membersihkan tapi naruto malah menghentikan nya. memintanya duduk dan beristirahat sedangkan dirinyalah yang mengambil alih membersihkan muntahan itu tanpa rasa jijik,naruto takut hinata akan terpleset karena bekas muntahan itu sangat licin karena berlendir.
"Maaf kan aku,lagi-lagi aku menyusahkan mu"
"Tidak papa sayang,jika kau terus meminta maaf itu artinya kau menganggap ku sebagai orang lain"
"Bukan begitu naru,aku hanya---"
"Tidak papa,mulai sekarang jangan sungkan lagi kepada suami mu sendiri...mengerti"
"U'um" angguk hinata.
"Bagus" ucap naruto sambil mengelus puncuk kepala hinata,dia pun membungkuk untuk memberi kecupan di dahi hinata.
~~~
Hari-hari mereka pun berlalu dengan penuh kehangatan,penuh kasih dan saling memberi dukungan.
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat,usia kandungan hinata kini sudah menginjak usia lima bulan.
Tidak ada lagi rasa mual atau pun ke inginan yg datang nya secara tiba-tiba dan terkesan aneh,baik hinata maupun bayi nya keduanya dalam keadaan yang baik dan juga sehat.
Selama menunggu suaminya yang kuliah dan bekerja,hinata selalu menyulam.membuat pakaian hangat,sarung tangan atau pun kaos kaki dari bahan wol (rajutan) untuk bayi nya.tidak lupa hinata juga menyulam syal panjang berwarna merah untuk suami nya,hinata ingin mencurahkan setiap kasih dan cinta nya dalam setiap rajutan yang dia sulam karena hinata menyangi dan mencintai suami nya dan calon buah hatinya.
Dalam kegiatan nya menyulam,hinata menyempatkan diri untuk memberi sentuhan di perutnya yang membuncit dengan cara membelainya (mengelusnya).
N
E
X
T
:)
KAMU SEDANG MEMBACA
LOTUS UNGU
Romancesebuah peristiwa terjadi merubah hidup seorang gadis baik-baik penuh perjuangan... . . NARUHINA romance/heart mature(M) by : masashi kisimoto
