AKHIR DAN SEBUAH AWAL BARU

1.6K 128 2
                                        

Fanfiction Naruhina.

Don't like don't read.

.....

Hari-hari terus berlalu,tapi...belum juga ada tanda-tanda baik,bahwa naruto suaminya akan segera sadar dan terbangun dari komanya.

Terhitung...sudah hampir tiga bulan sejak peristiwa itu dan selama itu pula,hinata selalu hidup dalam penantiannya.menunggu dengan sabar dan setia,walaupun...dokter pernah mengatakan,sangat kecil kemungkinan untuk naruto suaminya bisa bertahan di karenakan peluru yang pernah bersarang di dalam tubuhnya dulu,begitu dekat dengan posisi jantungnya.

Beruntung naruto bisa melewati masa kritisnya,namun entah apa yang menahannya sehingga naruto belum juga siuman hingga sekarang.

Mungkin tuhan masih ingin menyaksikan,sejauh mana kedua orang yang saling mencintai ini sanggup bertahan,atau...tuhan ingin agar keduanya berputus asa dan menyerah pada ketidakpastian yang semu.

Meski begitu...hinata tidak pernah berhenti berharap,dia tetap yakin dan percaya bahwa naruto akan sembuh dan kembali kepadanya.

Hinata tidak akan merasa berputusasa apalagi menyerah,dia tetap percaya pada cintanya dan juga pada naruto suaminya.

Merasa sudah waktunya dia pulang,hinata pun memencet tombol yang ada diruangan rawat naruto,tujuannya meminta suster untuk datang dan menggantikannya untuk menjaga naruto.

"Anata aku pulang dulu yah...kau tau kan boruto kita masih sangat kecil jadi aku harus membagi waktuku untukmu dan juga untuknya,tapi aku janji...aku pasti kembali kok sama seperti biasanya...oke".

Setelah berpamitan hinata pun mencium kening naruto dengan penuh perasaan,telapak tangannya membelai dengan sayang pipi bergurat suaminya yang nampak tirus.

"Aku pulang naruto-kun,rindukan aku dan cepatlah bangun" bisik hinata di telinga naruto.

CEKLEK

Pintu ruangan naruto terbuka bersamaan dengan datangnya suster yang biasa menjaga naruto selama hinata tidak ada.

"Anda sudah mau pulang nyonya hinata..." tanya sang suster dengan ramah.

"Iya...tolong jaga naruto yah dan segera hubungi saya kalau ada apa-apa" jawab hinata tidak kalah ramah.

"Anda tidak perlu khawatir nyonya..." seru sang suster menenangkan.

Setelahnya hinata melangkah hendak keluar dan pulang,tapi baru sampai di ambang pintu ruang rawat naruto suaminya...tiba-tiba hinata merasa pusing,kepalanya berputar-putar membuat keseimbangan tubuhnya limbung dan akhirnya jatuh tidak sadarkan diri alias pingsan.

Suster yang melihatnya pun merasa terkejut dan juga panik,di panggilnya suster lain untuk membantu membawa tubuh hinata keruang pemeriksaan.

.....

Jam menunjukan pukul delapan malam,langit diluarpun sudah gelap saat hinata sadar dan membuka matanya.

Suster yang menjaga hinata pun segera memencet tombol guna memanggil dokter agar bisa segera datang dan melakukan pemeriksaan lanjutan.

"Saya dimana..." bisik hinata bertanya kepada dirinya sendiri.

"Nyonya hinata masih di rumah sakit,tadi nyonya pingsan.sebentar lagi dokter juga akan datang dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut" jelas suster yang ternyata mendengar gumaman hinata.

Tak lama dokter pun datang dan melakukan pemeriksaan kepada hinata.

"Jadi bagaimana dokter,saya sakit apa kenapa saya tiba-tiba pingsan..." tanya hinata setelah diperiksa.

"Anda hanya kelelahan,karena itulah anda pingsan.usahakan setelah ini anda lebih memperhatikan kesehatan anda,jangan sampai kelelahan..
Stres...atau apapun yang bisa membahayakan kandungan anda" jelas dan nasehat sang dokter.

"A-apa....kan...kandungan" seru hinata tidak percaya.

"Benar...anda sedang hamil,usianya sudah tiga bulan" jawab sang dokter memberitahu.

Mendengar hal itu,iris amesthy hinata berkaca-kaca.tangannya mengusap permukaan perutnya yang masih rata.

' bayiku...dengan naruto-kun sedang tumbuh didalam rahimku,apakah kau mendengarnya anata...kumohon...cepatlah sadar....aku...bolt dan calon anak kita sedang menunggumu ' batin hinata.

"Beristirahatlah nyonya hinata,saya permisi dulu" pamit sang dokter keluar dari ruang rawat hinata,begitupun dengan sang suster.



.....



Keesokan harinya,sebelum benar-benar pulang kerumah hinata menyempatkan dirinya untuk melihat naruto suaminya.

"Anata...kau tau saat ini aku sedang hamil,dokter yang memberitahuku semalam.aku sangat bahagia,apa kamu juga bahagia..."

"......"

"Selama kehamilan...mungkin aku akan jarang menemuimu,karena dokter bilang aku tidak boleh sampai kelelahan.

Jadi...kamu rindukan aku yah dan cepatlah sadar agar kita bisa bersama lagi".

Puas berbicara,hinata pun mencium kening,kedua pipi dan bibir naruto.ciuman penuh cinta dan kemudian berbisik di telinga naruto.

"Aku mencintaimu,suamiku"




.....



Hari-hari terus berlalu,dari minggu menjadi berbulan-bulan.

Seperti yang pernah hinata katakan sebelumnya,selama kehamilannya dia jarang mengunjungi dan menemani naruto di rumah sakit.

Kini usia kandungan hinata mendekati bulan ke sembilan,terbukti dari perutnya yang membuncit besar.

Waktu persalinan sudah dekat,rasa takut dan cemas sesekali menghantui hinata.disaat seperti itu,hinata berharap naruto suaminya ada disisinya.tapi sayang...hal itu hanya bisa menjadi sebatas keinginan belaka,karena nyatanya sampai saat ini naruto suaminya belum juga sadar dari komanya.

Seperti usia kehamilannya,sudah hampir sembilan bulan naruto terlelap dalam tidur panjangnya.

Hinata merasa sangat sedih,dulu...saat dirinya melahirkan boruto,naruto tidak ada bersamanya.apa kali ini juga akan sama...,batin hinata bertanya-tanya.

Terlalu banyak memikirkannya membuat perut hinata tegang,bersamaan dengan datangnya rasa kram dan juga sakit yang amat terasa sangat.

"Aarrgghhh...." erang hinata sambil sesekali meringis.

Pelayan yang kebetulan melihat nyonyanya kesakitanpun mendadak panik.

"Nyonya...nyonya kenapa"

"Pe-perutku...rasanya sakit sekali"

Keringat dingin mulai membanjiri kening hinata,dia terus meringis dan merintih penuh kesakitan.

"Apa ini sudah waktunya...nyonya tunggu sebentar yah,saya akan memanggil sopir kita...nyonya harus segera ke rumah sakit"


Skip


Disinilah hinata,diruang persalinan berjuang sendirian tanpa ada satupun keluarga yang menemani hanya ada suster dan juga dokter yang membantu proses persalinannya.

Sedangkan diluar,pelayan yang bekerja dirumah hinata menunggu dengan perasaan gelisah.

"Bagaimana ini...kalo ada apa-apa sama nyonya hinata apa yang harus aku lakukan,apa lebih baik aku menghubungi tuan shikamaru...benar lebih baik aku menelphonenya"

Di tempat lain,shikamaru yang sedang berada di kantor naruto langsung bergegas kerumah sakit setelah mendapat kabar dari pelayan hinata.




Next...




Tadinya mau di tamatin di chap ini,cuma males ngetiknya kepanjangan.jadi aku bagi dua aja....bay...bay...di chap penutup.

LOTUS UNGUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang