"Tuhan mempertemukan kita
dengan cara yang indah"
*
*
*
*
¤Let's Make Our Story Happy Ending¤
PETE.POV
Namaku Pete Pichaya, tidak ada yang spesial dariku. Hanya seorang laki laki berusia 18 tahun penggila langit malam. Katanya, orang yang telah meninggal tinggalnya dilangit. Jika itu benar, bukankah itu bagus? Ayah dan ibuku tinggal ditempat yang indah.
malam ini, seperti biasa aku berbaring dipangkuan seorang wanita paruh baya yang masih cantik diumurnya yang sudah menyentuh angka 40 tahun itu . Bibi Jae .
Dia adalah kakak dari ibuku. Semenjak kedua orangtuaku meninggal saat aku berusia 8 tahun, bibi jae lah yang merawat dan menjagaku hingga sekarang. Karena itu, bagiku bibi jae adalah ibu keduaku.
"Bibi" panggilku tiba tiba.
"Iya? "
"Langitnya cantik bukan? " Tanyaku seraya menatap langit luas .
Bibi jae tersenyum, kemudian mengangguk kecil.
"Mama dan papa pasti bahagia diatas sana"
"Tapi kenapa saat itu mama dan papa tidak membawa pete pergi bersama mereka? "
10 tahun yang lalu terjadi kecelakaan mengenaskan yang merenggut nyawa kedua orang tuaku. Dan menyisakan aku sendiri sebagai satu satunya korban yang selamat.
Tangan bibi yang sebelumnya mengusap kepalaku berhenti.
Aku menoleh. Menatap bibi jae " Kenapa hari itu hanya pete yang selamat ? " tanyaku lagi.
Bibi jae kembali mengelus kepalaku.
" Karena mereka menyayangi pete. Papa dan mama ingin pete melihat hal indah didunia ini dulu. Mereka tidak ingin pete pergi bersama mereka begitu cepat " jelas bibi jae.
" Tapi pete lebih bajagia bersama mereka"
"Dan meninggalkan bibi sendirian disini? " wajah bibi jae berubah sedih.
Aku tersentak mendengar ucapan bibi. Bagaimana mungkin aku melupakan fakta itu? Benar, jika aku pergi bibi jae pasti akan sendirian.
"kalo pete pergi. Bibi akan sendiri. Kesepian. Bibi tidak punya siapapun lagi disini. Bibi pasti akan sedih sekali. Apa pete tidak apa apa bibi seperti itu? "
Aku menggeleng kuat. " maafkan pete na bibi jae. "
"kalo begitu pete akan tetap disini bersama bibi. Nanti kita sama sama ke tempat papa dan mama " ujarku tersenyum lebar.
"um" Bibi jae tersenyum. Kemudian mencium singkat keningku.
"Udaranya dingin. Kita masuk kedalam na. Bibi takut pete demam karena terlalu lama diluar."
"Aouh bibi jae~, pete masih ingin disini bersama bibi" protesku.
"Tubuh pete tidak tahan dingin sayang. Pete selalu saja jatuh sakit."
"Sebentar lagi na ? Hanya lima belas menit , na na na ?" Aku menggenggam tangan bibi jae . Menatapnya dengan tatapan memohon.
Tak lama setelah itu bibi jae menghela nafas panjang. " curang sekali sih. Kalo pete seperti ini jelas sekali bibi yang bakalan kalah" bibi jae mencubit pelan pipiku.
"Hehehe"
"Hanya lima belas menit na ?" tanyanya memperjelas tawaranku. Aku mengangguk.
"Khab bibi jae , terima kasih na bibi" bibi jae tersenyum dan mengusap pipiku dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
