"Aku possesive ! Jika aku cemburu
Artinya aku menyukaimu"
*
*
*
*
Normal.Pov
Ae baru saja menyelesaikan kelasnya dan bergegas menuju perpustakaan dimana pete sudah menunggu. Jika kelas pete selesai lebih dulu dari kelas ae , pete biasanya akan menunggu ae diperpustakaan fakultasnya untuk pulang bersama .
Mata ae melirik sekitar , mencari keberadaan pete. Tak lama disudut perpustakaan ia melihat seorang laki laki manis tengah tertidur lelap dengan berbantalkan kedua lengannya. Sedangkan didepannya ada sebuah buku yang masih terbuka.
Ae tersenyum tipis dan berjalan mendekati pete.
Tak berniat membangunkan simanis itu, ae duduk disamping pete. Ia melakukan hal sama. Melipat kedua tangannya dan merebahkan wajahnya menghadap pete .
Ae tak pernah berhenti takjub ketika ia memandang laki laki manis didepannya. Apalagi ketika pete tengah tertidur. Bibir merah cerrynya yang sedikit terbuka saat sedang tertidur itu terlihat sangat menggemaskan.
Tangan ae terangkat dan bergerak merapikan poni pete yang menutupi matanya. Lagi lagi ae tersenyum . " Kamu membuat phi gila pete" ujarnya ketika ia merasakan jantungnya berdetak dengan kencang .
.
Kedua mata pete terbuka perlahan. Ia terkejut ketika pertama kali yang ia lihat adalah wajah tampan ae yang tengah tertidur tak jauh dari wajahnya. Lalu kedua matanya beralih menatap tangannya yang digenggam ae . Pete tersenyum. Hatinya tiba tiba menghangat. Ia terdiam memandang ae yang tertidur. Begitu takjub dengan wajah tampan didepannya.
Tak lama ae terbangun . Kedua mata mereka bertemu. mereka terdiam cukup lama hingga pete menegakkan tubuhnya dan tersenyum dengan canggung . Ae juga melakukan hal yang sama .
"phi ae, ini sudah hampir malam" ucap pete terkejut ketika ia baru saja menyadari sekitar. Hanya ada mereka berdua disini. Pete meraih ponselnya, kedua matanya melebar ketika jam menunjukan pukul setengah 7.
Pete mengemas barang barangnya dan bergegas menuju pintu. Ae mengikutinya dari belakang.
Pete berusaha membuka pintu perpustakaan. Tapi tidak terbuka.
"Phi ae... Pintunya sudah terkunci" ujar pete memberengut. Ae jalan menghampiri pete dan mencoba membuka pintu itu juga. Dan benar saja pintu itu sudah terkunci . Sepertinya penjaga perpustakaan tak menyadari bahwa masih ada mahasiswa didalam perpus sebelum mengunci perpustakaan. Apalagi keduanya tertidur disudut perpus yang lumayan tak terlihat dari depan .
Ae mengeluarkan ponselnya, ia berdecak saat menyadari ponselnya sudah kehabisan baterai dan mati. "apa ponselmu masih menyala? " pete memeriksa ponselnya. Dan mengangguk pelan.
"Apa kamu bisa menghubungi pond? "
"tidak, pete tidak punya nonya"
" apa ada seseorang yang bisa kamu hubungi ? "
Pete menggeleng lemah .
"Dikampus ini hanya phi ae dan phi pond yang pete kenal. Pete belum cukup dekat dengan siapapun hingga memiliki no ponselnya ."
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
