"Saat aku melihatmu, aku tau bahwa kamu adalah takdirku"
*
*
*
*
*
"Pagi kesayangannya phi ae" sapaan itu mengawali pagi pete. Bagaimana tidak, saat kedua matanya baru terbuka ia sudah melihat kekasih tampannya plus sapaan manis yang membuat pete mau tak mau tersenyum.
"pagi juga kesayangannya pete " balasnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"coba lihat apa yang phi bawa" Ae menunjukkan 2 boneka beruang ditangannya. Wajah pete berbinar. Ditangan kanan ae, ada Boneka beruang cantik yang mengenakan gaun pengantin. Sedangkan ditangan kirinya boneka beruang itu mengenakan tuxedo. Terlihat seperti sepasang pengantin.
" aahhh lucu sekali" pekik pete antusias seraya mengambil boneka itu dari tangan ae.
"ini untuk pete? " ae mengangguk kecil sebagai jawaban
" Dimana phi mendapatkan boneka seperti ini.? "
"Rahasia dong"
"pete suka? " tanya ae.
Pete mengangguk kuat.
"Yang ini kamu, namanya bunny " ae menunjuk boneka yang mengenakan gaun pengantin. " Dan yang ini phi " ucap ae lagi menunjuk boneka yang mengenakan tuxedo. "Namanya bubsy"
Pete tertawa. "Mereka punya nama? "
"Tentu saja"
"Tapi kenapa nama yang ini namanya bunny? Kan dia boneka beruang" tanya pete bingung. Menatap ae dengan kedua mata bulatnya.
Ae tersenyum mendengar pertanyaan pete. Ia sudah menduga kekasih manisnya itu akan menanyakannya. " karena kamu bunny " jawab ae mencubit pelan hidung pete. Pete lagi lagi tertawa.
Melihat pete tersenyum dan tertawa seperti itu, ae sudah bisa bernafas lega. Akhir akhir ini kondisi pete tidak terlihat baik. Dia sering mual dan tidak makan dengan benar. Apalagi pete terlihat lebih pucat dari biasanya walau suhu tubuhnya normal. Khawatir akan kondisi pete, ae berusaha membujuk pete untuk kedokter. Tapi kekasih manisnya itu tak pernah mau. "Pete baik baik saja phi ae. Pete hanya kelelahan" tolaknya. Selalu dengan kalimat yang sama.
Bahkan seharian penuh, kemarin pete hanya berbaring ditempat tidur. Karena mual yang parah, tak ada makanan yang masuk keperutnya. Ae khawatir. Tapi hari ini ae bersyukur kekasih manisnya itu terlihat jauh lebih baik. Ia sudah tak sepucat sebelumnya. Dan sepertinya pagi ini, dia tak mengalami mual.
Tangan ae terangkat, mengusap kepala pete dengan lembut.
Pete meletakkan bonekanya dan bergerak mendekat kearah ae. Simanis itu memeluk ae dengan erat . Membenamkan wajahnya ke ceruk leher ae. "Phi ae harum!" gumamnya.
Mendengar ucapan pete, ae terkekeh. Kenapa tiba tiba?
Ae melingkarkan tangannya kepinggang pete. " Tentu saja. Phi sebelum kesini udah mandi. Nggak kayak kamu yang masih tidur "
"akh!" pete tiba tiba menggigit leher ae. Simanis itu menatap ae dengan tatapan kesal dan bibir mengerucut. " phi bilang pete bau? "
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
Fiksi PenggemarIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
