AEPETE #16

1.8K 206 57
                                        

"Ketidakpercayaanku menjadi bumerang mematikan untukku"

*
*
*
*
*

¤Let's Make Our Story Happy Ending¤

Ae tak mempercayai beberapa lembar foto yang dikirimkan padanya itu. Sungguh, dari pada lembaran lembaran foto yang hanya bisa dilihat tampa menjelaskan itu, dia lebih mempercayai petenya. Ae tau lebih dari siapapun bawah pete tidak akan melakukan sesuatu yang serendah ini.Dia menguatkan hatinya, ae harus mendengar penjelasan pete. Dia tau pasti ada sesuatu dibalik fotonya. Bisa jadi foto itu hanya editan seseorang yang menginginkan kehancuran hubungannya . Iya kan ? Ae yakin seperti itu .

Tapi seolah harapan harapan yang ia bentuk itu sirna begitu saja, ketika ia tak sengaja melihat pete berciuman dengan laki laki lain . Iya, petenya berciuman dengan laki laki lain. Didepan matanya !!

"Pete ?!" suara ae bergetar.

Sama seperti saat pertama kali ia menatap foto itu. Kali ini pun ae tak kalah terkejutnya. Tidak, dia jauh lebih syok. Karena ini benar benar terjadi didepan matanya. Sekarang penyangkalan apa yang bisa dibentuk oleh hatinya ?

Ae pikir kali ini dia sudah menemukan cintanya. Ae pikir kali ini dia sudah menemukan takdir hidupnya. Ae pikir dia sudah menemukan kebahagiaannya. Tapi sekarang apa ini ? Dalam satu hari semuanya hancur begitu saja. Ae kehilangan harapannya. Dia akan baik baik saja jika orang lain menghianatinya. Tapi kenapa harus pete ? Ae tidak yakin dia bisa menangani luka ini.

Pete mendorong tubuh laki laki itu menjauh. Ia terkejut melihat kedatangan ae.

"Phi ae tidak seperti itu na. Ini salah paham" pete berujar panik. Ia segera berlari kearah ae. Mencoba menggenggam tangan ae.

Ae yang hanya berdiri mematung dengan wajah syok itu menepis tangan pete dengan kasar. Refleks.

"Kau..." ae menatap pete dengan wajah terluka. Air matanya mulai menggenang. " Kenapa tega sekali melakukan ini padaku pete ?" ujar ae dengan suara bergetar .

Pete menggeleng kuat. Air matanya pun ikut menggenang.

" Tidak! Ini salah paham phi ae . Dengarkan penjelasan pete dulu. Pete mohon~ "

Ae tersenyum pahit. " huh, apanya yang akan dijelaskan ? Bukankah semuanya terlihat begitu jelas ? Kau akan mengatakan bahwa kau berciuman dengannya karena hanya main main ? Atau kau ingin mengatakan bahwa kau tidak sengaja menciumnya, begitu ? "

Pete terdiam. Setetes cairan bening terjatuh pada pipinya . Dia menggeleng lemah.

" Kau membuatku kecewa pete. Kupikir kau berbeda. Ternyata kau sama saja "

Ae berbalik, dia akan berjalan pergi.

"phi ae..." tapi genggaman tangan pete menghentikan langkahnya.

Ae menoleh "Lepaskan !"

Pete tersentak. Tatapan tajam dan dingin itu ae tujukan padanya. Ae benar benar marah. Ini pertama kalinya ae semarah ini pada pete .

Pete menatap kepergian ae dengan beruraian air mata. Apa yang harus pete lakukan ?. Pete bertanya pada dirinya dengan suara lemah. Dia mulai menangis terisak. Ae benar benar salah paham. Ini tidak seperti yang ia lihat. Bagaimana pete harus menjelaskan semua ini sekarang ? Setelah apa yang ae lihat. Pete yakin akan sulit bagi ae untuk percaya. Semua ucapannya hanya akan terlihat seperti omong kosong.

"Ah maaf sekali ya. Aku tidak tau akan menjadi seperti ini " laki laki itu tersenyum pada pete. Kemudian pergi meninggalkan pete .

Pete tertunduk. Sepertinya kali ini benar benar kesalahannya .

Let's Make Our Story Happy EndingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang