"Aku tidak bisa mengontrol tubuhku
Maaf.... Aku menginginkanmu!"
*
*
*
*
*
¤Let's Make Our Story Happy Ending¤
"P'AEEEEEEEEEEEEE" Teriak seorang laki laki mungil. Suaranya begitu besar membuat ae dan Pete yang baru saja turun itu terkejut.
Ia berlari dan berhambur kepelukan ae.
"Ah damn, i miss you so bad " ujarnya dengan aksen baratnya. Ae terkekeh, menepuk pelan punggung laki laki mungil itu .
Pete melongo melihat orang lain yang tidak diketahui siapa olehnya ini memeluk p'aenya . Didepan pete . Pete kesal . Ia menatap laki laki itu dengan wajah cemberut .
"Tapi aku tidak merindukan mu" seutas senyum terbentuk dibibir Pete takkala ia mendengar balasan dari aem walau sebenarnya Pete tau ae hanya bercanda.
Laki laki mungil itu melepaskan pelukannya, menatap ae dengan garang dan langsung menghujami ae dengan pukulan .
"aw aw sakit nong" Ringis ae . Seolah tak ada ampun, laki laki mungil itu tak menghentikan pukulannya.
"hei jangan memukul p'aeku" Tiba tiba pete menarik ae dan memeluknya dari samping . Berniat melindungi ae dari pukulan laki laki yang tidak dikenalnya itu.
Ae tersenyum senang karena pete tiba tiba memeluknya.
Laki laki asing itu bersidekap "aww siapa kau ?" Ia bertanya dengan sarkas . Menatap pete dengan tatapan tidak suka.
"aku pa,pa .... Aku ... " pete bingung ingin menjawab apa. Jika tidak ada nut disini, Pete akan berteriak dengan keras bahwa dia adalah pacar ae.
Sedangkan ae yang melihat reaksi pete jadi tersenyum arti. Ae cukup tau apa yang membuat pete jadi gugup. Laki laki tampan itu tak berniat membantu Pete sama sekali. Ia juga penasaran apa yang akan dijawab oleh Pete.
"dan juga , apa apan itu . P'ae ku ? Sejak kapan p'ae jadi p'ae mu ? DIA P'AE KU!!." ucap laki laki asing itu ngotot dan sengaja menekankan suaranya .
"Dia p'ae ku!" balas pete tak mau kalah.
"dia p'aeku!"
"dia p'aeku!!" pete ngotot.
" Sejak kapan dia jadi p'ae mu ? "
"S,sejak ... Tadi malam... ?" Pete mengerucutkan bibirnya kesal.
Ae tertawa begitu mendengar jawaban pete. Tak lama ia terdiam begitu Pete menatapnya dengan cemberut.
"P'ae baru menjadi p'ae mu tadi malam . Tapi p'ae sudah menjadi p'aeku semenjak aku dilahirkan!" laki laki itu tak mau kalah. Ia menarik ae dari pelukan pete .
Pete menatap ae sedih.
Ae sebenarnya senang jadi perebutan dua laki laki manis didepannya ini tapi ae juga tidak ingin mereka bertengkar. Bagaimanapun juga ae menyayangi keduanya.
Dengan lembut ae mengusap kepala mereka. " Sudah jangan bertengkar na. Phi, phi ae kalian berdua" ucap ae berusaha adil.
Pete cemberut, menekukkan wajahnya. Sedangkan laki laki satunya lagi memandang ae dengan kesal .
"Tapi dia membuatku kesal " adu laki laki itu pada ae. Seraya menunjuk pete.
"Dia merebut phi dari ku . Aku tak akan membiarkannya " lanjutnya lagi . Ae akan berbicara. Tapi suara pete menghentikannya.
"jadi kamu akan merebut p'ae dari pete ?" tanya pete sedih . Dia menatap laki laki itu dengan berlinangan air mata .
"tentu saja , aku tidak akan membiarkan p'ae diambil orang lain!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
