"Izinkan aku menjadi salah satu
orang yang akan selalu berada disisimu"
*
*
*
*
¤Let's Make Our Story Happy Ending¤
Normal.Pov
Katakan saat ini ae cemas , karena memang nyatanya seorang ae begitu cemas melihat kondisi seorang laki laki yang baru kemarin ditemuinya . Seorang ae yang terkenal dengan sikap cueknya . Ternyata memiliki kehangatan yang bahkan sahabatnya pun tidak menyangka . Ya, pond sahabat ae. Menggeleng kepala dibuatnya .
Ae yang biasa cuek atau dingin itu . Kini tengah menatap Khawatir pemuda manis yang terbaring lemah di tempat tidur .
Ae dan pond berada diruang kesehatan kampusnya . Sudah lewat dua jam semenjak ia dan ae menemukan pete yang pingsan dilingkungan kampus. Namun laki laki itu tak kunjung membuka matanya . suhu tubuhnya tak berangsur turun . Pete sudah mendapat cairan infus dan Dokter kampus pun telah memeriksa kondisinya . Dokter itu mengatakan pada ae jika pete tidak berangsur baik, sebaiknya pete dibawa kerumah sakit .
"ai ae , apa sebaiknya kita membawa pete kerumah sakit saja sekarang?" tanya pond pada ae .
Ae terdiam sejenak memikirkan perkataan pond . Melihat kondisi pete yang tidak kunjung membaik . Akhirnya ae menyetujui usul Pond . ia menghubungi supir pribadinya agar menjemput ae dikampus. Karena tak mungkin bagi ae untuk membawa pete yang tak sadarkan diri dengan motor kesayangannya.
Setelah itu, Ae kembali menatap pete, menggenggam tangan lembut simanis itu.
Sebenarnya Ae cukup heran dengan dirinya . Ia tidak pernah merasa sekhawatir ini dengan keadaan orang lain . Semenjak pertemuan pertama, pete selalu memenuhi pikirannya . Membuatnya rindu ingin bertemu pete lagi . Dan betapa senangnya Ae , ketika ibunya kembali menyuruh Ae menjemput pete dirumahnya . Namun kesenangannya tak berlangsung lama . Laki laki manis itu tiba tiba saja dalam kondisi buruk . Padahal baru kemarin ia melihat pete baik baik saja.
Cukup lama berkecimpung dengan kekhawatirannya, Ae merasakan tangan pete bergerak . tak lama kemudian pete membuka mata . Ae bernafas lega akhirnya.
Simanis yang baru saja membuka matanya itu memerhatikan sekeliling dengan wajah bingung . Aneh, padahal terakhir yang diingatnya ia berada ditaman dekat fakultasnya. Dan sekarang dia berada ditempat asing bersama ae dan seorang laki laki yang tak dikenal.
"pete " panggil ae lembut.
Mendengar namanya dipanggil , pete menatap ae . Pete berusaha bangkit , tapi ae menahannya.
"hey tidak perlu bangun. Berbaring saja " ucap ae seraya membaringkan Tubuh pete.
"Ah kenapa phi ada disini? Ini dimana? " Tanya pete dengan suara yang masih terdengar lemah pada ae .
"ruang kesehatan . Phi menemukan pete pingsan ditaman dan membawa pete kesini . Pete demam tinggi . Kenapa pete memaksakan diri pergi kekampus ?"
"Ma,maaf~"
"Seharusnya pete lebih mementingkan kondisi tubuh pete lebih dulu . " Ucap ae sedikit dengan nada kesal . Ae tidak habis pikir, bagaimana mungkin pete tetap datang kekampus dalam kondisi buruk seperti ini ? bagaimana jika tadi ae tidak menemukan pete ? apa yang akan terjadi dengan pete ? ae meringis jika memikirkannya.
pete mengalihkan matanya pada kedua tangannya . memainkan kedua tangan itu sebentar. Ia tidak berani menatap ae yang terlihat sedang kesal . sejujurnya Pete tidak pernah dimarahi . karena itu lah ia takut melihat ae . Dengan lemah dia kembali berkata "pete khot thod na p'ae~"
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
